<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robertson Sebut Liverpool vs Atletico Laga Hidup Mati</title><description>Andrew Robertson menyadari pertandingan leg kedua babak 16 bessar Liga Champions 2019-2020 kontra Atletico Madrid adalah laga penentuan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati"/><item><title>Robertson Sebut Liverpool vs Atletico Laga Hidup Mati</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati</guid><pubDate>Rabu 11 Maret 2020 04:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati-SuzEJU4B3h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Liverpool berlatih (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/03/11/261/2181376/robertson-sebut-liverpool-vs-atletico-laga-hidup-mati-SuzEJU4B3h.jpg</image><title>Pemain Liverpool berlatih (Foto: UEFA)</title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Bek Liverpool, Andrew Robertson, menyadari bahwa pertandingan leg kedua babak 16 bessar Liga Champions 2019-2020 kontra Atletico Madrid adalah laga hidup mati. Sebab, jika Liverpool gagal meraih kemenangan pada laga tersebut, maka mereka dipastikan akan tersingkir lantaran saat leg pertama kalah 0-1.
Meski leg kedua akan dimainkan di kandang Liverpool, Stadion Anfield, namun Robertson enggan jemawa. Bek berpaspor Skotlandia itu pasalnya sadar bahwa menjebol gawang Atletico bukanlah perkara mudah. Bahkan pada leg pertama Liverpool dibuat tak bisa melepaskan satu pun tembakan ke gawang.
Baca juga: Liverpool vs Atletico, Simeone Yakin Bisa Hentikan The Reds di Anfield

Walau Liverpool mampu memiliki penguasaan bola hingga 73%, namun jika tak bisa melepaskan tembakan ke gawang, maka Robertson menilainya sebagai sesuatu yang sia-sia. Di sisi lain, Robertson juga mengkhawatirkan serangan yang bisa diciptakan Atletico.
&amp;ldquo;Itu hidup atau mati. Kami harus maju ke delapan besar. Di sana (kandang Atletico), kami tidak pernah melakukan tembakan tepat sasaran. Jika kami melakukannya lagi, kami tidak akan bisa menembusnya. Kami mendominasi penguasaan bola, tetapi begitulah yang kami lakukan dengan hal tersebut,&amp;rdquo; tutur Robertson, mengutip dari laman resmi UEFA, Rabu (11/3/2020).
&amp;ldquo;Di sisi lain, kami harus waspada terhadap serangan mereka dan kami  harus menjaga clean sheet untuk memberi diri kami kesempatan. Kami  memikirkan semua hasil. Ini adalah sistem gugur, dan jika Anda tidak  dalam kondisi terbaik pada malam itu, maka Anda keluar,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami tahu bahwa besok malam kami bisa keluar dari Liga Champions,  tetapi kami berpikir tentang sisi positifnya. Jika kami memainkan cara  Liverpool dan cara yang kami tahu, kami bisa mengalahkan tim mana pun.  Kami harus berusaha keras untuk memecah tim ini,&amp;rdquo; pungkas Robertson.
</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Bek Liverpool, Andrew Robertson, menyadari bahwa pertandingan leg kedua babak 16 bessar Liga Champions 2019-2020 kontra Atletico Madrid adalah laga hidup mati. Sebab, jika Liverpool gagal meraih kemenangan pada laga tersebut, maka mereka dipastikan akan tersingkir lantaran saat leg pertama kalah 0-1.
Meski leg kedua akan dimainkan di kandang Liverpool, Stadion Anfield, namun Robertson enggan jemawa. Bek berpaspor Skotlandia itu pasalnya sadar bahwa menjebol gawang Atletico bukanlah perkara mudah. Bahkan pada leg pertama Liverpool dibuat tak bisa melepaskan satu pun tembakan ke gawang.
Baca juga: Liverpool vs Atletico, Simeone Yakin Bisa Hentikan The Reds di Anfield

Walau Liverpool mampu memiliki penguasaan bola hingga 73%, namun jika tak bisa melepaskan tembakan ke gawang, maka Robertson menilainya sebagai sesuatu yang sia-sia. Di sisi lain, Robertson juga mengkhawatirkan serangan yang bisa diciptakan Atletico.
&amp;ldquo;Itu hidup atau mati. Kami harus maju ke delapan besar. Di sana (kandang Atletico), kami tidak pernah melakukan tembakan tepat sasaran. Jika kami melakukannya lagi, kami tidak akan bisa menembusnya. Kami mendominasi penguasaan bola, tetapi begitulah yang kami lakukan dengan hal tersebut,&amp;rdquo; tutur Robertson, mengutip dari laman resmi UEFA, Rabu (11/3/2020).
&amp;ldquo;Di sisi lain, kami harus waspada terhadap serangan mereka dan kami  harus menjaga clean sheet untuk memberi diri kami kesempatan. Kami  memikirkan semua hasil. Ini adalah sistem gugur, dan jika Anda tidak  dalam kondisi terbaik pada malam itu, maka Anda keluar,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Kami tahu bahwa besok malam kami bisa keluar dari Liga Champions,  tetapi kami berpikir tentang sisi positifnya. Jika kami memainkan cara  Liverpool dan cara yang kami tahu, kami bisa mengalahkan tim mana pun.  Kami harus berusaha keras untuk memecah tim ini,&amp;rdquo; pungkas Robertson.
</content:encoded></item></channel></rss>
