<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Larangan Tampil di Liga Champions, Man City Bisa Rugi Rp1,7 Triliun</title><description>Man City terancam terancam kerugian hingga Rp1,7 triliun jika dilarang tampil di Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun"/><item><title>Dampak Larangan Tampil di Liga Champions, Man City Bisa Rugi Rp1,7 Triliun</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun</guid><pubDate>Minggu 16 Februari 2020 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun-tL2iSb7NoV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Manchester City. (Foto: Twitter Ilkay Gundogan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/16/261/2169212/dampak-larangan-tampil-di-liga-champions-man-city-bisa-rugi-rp1-7-triliun-tL2iSb7NoV.jpg</image><title>Para pemain Manchester City. (Foto: Twitter Ilkay Gundogan)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Manchester City kini tengah menghadapi ancaman larangan bertanding selama dua musim di Liga Champions akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Hukuman dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) tersebut pun bakal memberi dampak besar terhadap Man City, termasuk dalam hal finansial.
Sebagaimana diwartakan Daily Mail, Minggu (16/2/2020), larangan tampil di Liga Champions dapat membuat Man City mengalami kerugian hingga 100 juta poundsterling atau sekira Rp1,7 triliun. Jumlah tersebut merupakan total pendapatan Man City dari pentas Liga Champions musim lalu.

Pada musim 2018-2019, Man City diketahui mengantongi pendapatan sebesar 535 juta poundsterling atau sekira Rp9,5 triliun dan laba kecil sebesar 10,1 juta poundsterling atau sekira Rp180 miliar. Pendapatan itu termasuk sekira 100 juta poundsterling dari Liga Champions.
BACA JUGA: Pochettino Kandidat Terdepan Pengganti Guardiola di Man City
Pendapatan dari keikutsertaan Man City di Liga Champions musim lalu sendiri terbagi menjadi dua bagian. Pertama, sebanyak 86 juta pounsterling atau sekira Rp1,5 triliun dalam bentuk hadiah uang tunai dari UEFA.
Kedua, dari pertandingan dan penghasilan pada lima laga kandang Liga Champions yang mencapai lebih dari 10 juta poundsterling atau sekira Rp178 miliar. Ada pula penghasilan komersial lain yang terkait dengan kompetisi di Eropa.Uang tersebut pun terancam hilang dari kantong Man City mulai musim depan jika mereka benar-benar dilarang tampil di Liga Champions. Apalagi, larangan tampil sendiri berlaku selama dua musim.
Dengan kondisi berkurangnya pendapatan tersebut, Man City pun harus menekan jumlah pengeluaran per musimnya. Kemampuan tim untuk membeli dan membayar pemain pun akan menjadi terbatas yang akhirnya mengarah pada penurunan kualitas Man City dalam hasil dan penampilan.
Jika Man City menghadapi kerugian pada musim depan, mereka bisa kembali menghadapi masalah terkait FFP. Sebab, tim berpotensi menghabiskan lebih banyak uang dari yang mereka dapatkan. Hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi masalah ini adalah menjual pemain yang akan meningkatkan pendapatan dan memotong tagihan upah yang mencapai hingga 315 juta poudnsterling pada musim lalu.</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Manchester City kini tengah menghadapi ancaman larangan bertanding selama dua musim di Liga Champions akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Hukuman dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) tersebut pun bakal memberi dampak besar terhadap Man City, termasuk dalam hal finansial.
Sebagaimana diwartakan Daily Mail, Minggu (16/2/2020), larangan tampil di Liga Champions dapat membuat Man City mengalami kerugian hingga 100 juta poundsterling atau sekira Rp1,7 triliun. Jumlah tersebut merupakan total pendapatan Man City dari pentas Liga Champions musim lalu.

Pada musim 2018-2019, Man City diketahui mengantongi pendapatan sebesar 535 juta poundsterling atau sekira Rp9,5 triliun dan laba kecil sebesar 10,1 juta poundsterling atau sekira Rp180 miliar. Pendapatan itu termasuk sekira 100 juta poundsterling dari Liga Champions.
BACA JUGA: Pochettino Kandidat Terdepan Pengganti Guardiola di Man City
Pendapatan dari keikutsertaan Man City di Liga Champions musim lalu sendiri terbagi menjadi dua bagian. Pertama, sebanyak 86 juta pounsterling atau sekira Rp1,5 triliun dalam bentuk hadiah uang tunai dari UEFA.
Kedua, dari pertandingan dan penghasilan pada lima laga kandang Liga Champions yang mencapai lebih dari 10 juta poundsterling atau sekira Rp178 miliar. Ada pula penghasilan komersial lain yang terkait dengan kompetisi di Eropa.Uang tersebut pun terancam hilang dari kantong Man City mulai musim depan jika mereka benar-benar dilarang tampil di Liga Champions. Apalagi, larangan tampil sendiri berlaku selama dua musim.
Dengan kondisi berkurangnya pendapatan tersebut, Man City pun harus menekan jumlah pengeluaran per musimnya. Kemampuan tim untuk membeli dan membayar pemain pun akan menjadi terbatas yang akhirnya mengarah pada penurunan kualitas Man City dalam hasil dan penampilan.
Jika Man City menghadapi kerugian pada musim depan, mereka bisa kembali menghadapi masalah terkait FFP. Sebab, tim berpotensi menghabiskan lebih banyak uang dari yang mereka dapatkan. Hal yang bisa dilakukan untuk menanggulangi masalah ini adalah menjual pemain yang akan meningkatkan pendapatan dan memotong tagihan upah yang mencapai hingga 315 juta poudnsterling pada musim lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
