<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Platini Sudah Tentang Penggunaan VAR sejak Awal</title><description>Sejak diperkenalkan dan diterapkan dalam pertandingan sepakbola, Video Assistant Referee (VAR) telah menuai banyak kontroversi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal"/><item><title>Platini Sudah Tentang Penggunaan VAR sejak Awal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal</guid><pubDate>Sabtu 08 Februari 2020 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal-aEnrDE40Ya.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Presiden UEFA, Michel Platini (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/08/51/2165443/platini-sudah-tentang-penggunaan-var-sejak-awal-aEnrDE40Ya.jpg</image><title>Mantan Presiden UEFA, Michel Platini (Foto: Getty Images)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Sejak diperkenalkan dan diterapkan dalam pertandingan sepakbola, Video Assistant Referee (VAR) sejatinya telah menuai banyak kontroversi, bahkan hingga saat ini. Menanggapi situasi ini, mantan Presiden UEFA, Michel Platini, menerangkan bahwa penggunaan VAR dalam sepakbola memang bukan hal yang tepat.
Platini merupakan salah satu orang yang sejak awal menentang penggunaan VAR dalam sepakbola. Karena menurutnya, ada hal-hal yang tidak bisa dinilai melalui video tayangan ulang saja, namun juga harus mempertimbangkan faktor lain yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
Baca juga: Presiden Bayern: Cristiano Ronaldo Terlalu Tua untuk Kami
Selain itu, penggunaan VAR juga dipandangnya membuat sepakbola menjadi kurang seru. Sebab, pemain tidak bisa langsung melakukan selebrasi, lantaran mereka harus menunggu keputusan wasit apakah gol tersebut disahkan atau tidak.
&quot;Saya mengatakannya sejak hari pertama, saya tidak menyimpannya untuk diri saya sendiri, saya menyatakan penentangan saya terhadap teknologi, terutama jika digunakan dengan cara ini. Sepakbola tidak dapat ditengahi dengan video. Televisi mendistorsi seluruh persepsi insiden individu,&amp;rdquo; ungkap Platini, menukil dari Football Italia, Sabtu (8/2/2020).

&amp;ldquo;Sepakbola adalah olahraga kontak, ada intervensi reguler, yang jika  melewati filter TV dan diperlambat, mengarah pada interpretasi yang  tidak dapat diterima. Pelanggaran harus dinilai dan diadili secara real  time,&quot; sambungnya.
&amp;ldquo;VAR juga membunuh selebrasi gol, mengharuskan pemain untuk  merayakannya lima menit kemudian dan kadang-kadang bahkan dua kali.  Untuk permainan yang lebih setara, VAR tidak diperlukan, tetapi wasit  yang lebih baik. Kontroversi teknologi tidak hanya terbatas pada Italia,  tetapi juga di Inggris, Spanyol dan Jerman,&quot; tukas pria asal Prancis  tersebut.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Sejak diperkenalkan dan diterapkan dalam pertandingan sepakbola, Video Assistant Referee (VAR) sejatinya telah menuai banyak kontroversi, bahkan hingga saat ini. Menanggapi situasi ini, mantan Presiden UEFA, Michel Platini, menerangkan bahwa penggunaan VAR dalam sepakbola memang bukan hal yang tepat.
Platini merupakan salah satu orang yang sejak awal menentang penggunaan VAR dalam sepakbola. Karena menurutnya, ada hal-hal yang tidak bisa dinilai melalui video tayangan ulang saja, namun juga harus mempertimbangkan faktor lain yang terjadi dalam pertandingan tersebut.
Baca juga: Presiden Bayern: Cristiano Ronaldo Terlalu Tua untuk Kami
Selain itu, penggunaan VAR juga dipandangnya membuat sepakbola menjadi kurang seru. Sebab, pemain tidak bisa langsung melakukan selebrasi, lantaran mereka harus menunggu keputusan wasit apakah gol tersebut disahkan atau tidak.
&quot;Saya mengatakannya sejak hari pertama, saya tidak menyimpannya untuk diri saya sendiri, saya menyatakan penentangan saya terhadap teknologi, terutama jika digunakan dengan cara ini. Sepakbola tidak dapat ditengahi dengan video. Televisi mendistorsi seluruh persepsi insiden individu,&amp;rdquo; ungkap Platini, menukil dari Football Italia, Sabtu (8/2/2020).

&amp;ldquo;Sepakbola adalah olahraga kontak, ada intervensi reguler, yang jika  melewati filter TV dan diperlambat, mengarah pada interpretasi yang  tidak dapat diterima. Pelanggaran harus dinilai dan diadili secara real  time,&quot; sambungnya.
&amp;ldquo;VAR juga membunuh selebrasi gol, mengharuskan pemain untuk  merayakannya lima menit kemudian dan kadang-kadang bahkan dua kali.  Untuk permainan yang lebih setara, VAR tidak diperlukan, tetapi wasit  yang lebih baik. Kontroversi teknologi tidak hanya terbatas pada Italia,  tetapi juga di Inggris, Spanyol dan Jerman,&quot; tukas pria asal Prancis  tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
