<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Derby Milan 2004-2005 Jadi yang Paling Berkesan bagi Kaka</title><description>Ricardo Kaka sangat terkesan dengan pertemuan AC Milan vs Inter Milan di Liga Champions 2004-2005.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka"/><item><title>Derby Milan 2004-2005 Jadi yang Paling Berkesan bagi Kaka</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka</guid><pubDate>Sabtu 08 Februari 2020 19:07 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka-BbB0GIp0Gq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Marco Materazzi dan Manuel Rui Costa di Derby Milan 2004-2005 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/08/47/2165436/derby-milan-2004-2005-jadi-yang-paling-berkesan-bagi-kaka-BbB0GIp0Gq.jpg</image><title>Marco Materazzi dan Manuel Rui Costa di Derby Milan 2004-2005 (Foto: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Laga akbar bakal tersaji dalam giornata ke-23 Liga Italia 2019-2020 kala dua klub asal Kota Milan, Inter Milan dan AC Milan, saling berhadapan pada Senin 10 Februari 2020 dini hari WIB. Bicara soal Derby Milan, mantan penggawa Rossoneri, Ricardo Kaka nyatanya memiliki pertandingan yang menjadi favoritnya tersendiri.
Menurut Kaka, pertemuan Milan dengan Inter di babak perempafinal Liga Champions 2004-2005 adalah yang paling berkesan. Pasalnya, pertandingan tersebut benar-benar mencerminkan bagaimana krusial dan bergengsinya sebuah derby.
Baca juga: Ibrahimovic Tak Akan Kembali ke Milan jika Tidak Sepenuh Hati
&amp;ldquo;Derby Milan di Liga Champions itu adalah favorit saya. Saya selalu mengatakan bahwa derby adalah pertandingan yang terpisah (tak bisa disamakan dengan laga lainnya), tetapi bertemu mereka (Inter) di kompetisi Eropa benar-benar unik,&amp;rdquo; ujar Kaka, menyadur dari Football Italia, Sabtu (8/2/2020).
Pada leg pertama, kala Milan bertindak sebagai tuan rumah, Rossoneri menang dengan skor 2-0. Saat itu dua gol Milan dilesakkan oleh Andriy Shevchenko dan Jaap Stam. Sedangkan pada leg kedua, Milan dianggap menang 3-0. Sebab, pertandingan tersebut tak bisa dilanjutkan hingga akhir lantaran suporter Inter membuat kerusuhan.
Pada leg kedua itu, Milan sebenarnya sudah unggul 1-0 berkat gol  Shevchenko. Akan tetapi, di menit ke-72 laga harus dihentikan karena  suporter Inter melemparkan flare ke dalam lapangan. Sebagai akibatnya,  lapangan jadi dipenuhi asap dan kiper Milan, Nelson Dida, mendapatkan  luka di belakang kepalanya.
Pertandingan leg kedua tersebut juga pada akhirnya menciptakan foto  bersejarah, yakni ketika gelandang Milan, Manuel Rui Costa, berdiri  berdampingan dengan bek Inter, Marco Materazzi, sambil memandangi  kepulan asap. Foto tersebut bahkan dianggap sebagai salah satu momen  bersejarah dalam dunia sepakbola.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Laga akbar bakal tersaji dalam giornata ke-23 Liga Italia 2019-2020 kala dua klub asal Kota Milan, Inter Milan dan AC Milan, saling berhadapan pada Senin 10 Februari 2020 dini hari WIB. Bicara soal Derby Milan, mantan penggawa Rossoneri, Ricardo Kaka nyatanya memiliki pertandingan yang menjadi favoritnya tersendiri.
Menurut Kaka, pertemuan Milan dengan Inter di babak perempafinal Liga Champions 2004-2005 adalah yang paling berkesan. Pasalnya, pertandingan tersebut benar-benar mencerminkan bagaimana krusial dan bergengsinya sebuah derby.
Baca juga: Ibrahimovic Tak Akan Kembali ke Milan jika Tidak Sepenuh Hati
&amp;ldquo;Derby Milan di Liga Champions itu adalah favorit saya. Saya selalu mengatakan bahwa derby adalah pertandingan yang terpisah (tak bisa disamakan dengan laga lainnya), tetapi bertemu mereka (Inter) di kompetisi Eropa benar-benar unik,&amp;rdquo; ujar Kaka, menyadur dari Football Italia, Sabtu (8/2/2020).
Pada leg pertama, kala Milan bertindak sebagai tuan rumah, Rossoneri menang dengan skor 2-0. Saat itu dua gol Milan dilesakkan oleh Andriy Shevchenko dan Jaap Stam. Sedangkan pada leg kedua, Milan dianggap menang 3-0. Sebab, pertandingan tersebut tak bisa dilanjutkan hingga akhir lantaran suporter Inter membuat kerusuhan.
Pada leg kedua itu, Milan sebenarnya sudah unggul 1-0 berkat gol  Shevchenko. Akan tetapi, di menit ke-72 laga harus dihentikan karena  suporter Inter melemparkan flare ke dalam lapangan. Sebagai akibatnya,  lapangan jadi dipenuhi asap dan kiper Milan, Nelson Dida, mendapatkan  luka di belakang kepalanya.
Pertandingan leg kedua tersebut juga pada akhirnya menciptakan foto  bersejarah, yakni ketika gelandang Milan, Manuel Rui Costa, berdiri  berdampingan dengan bek Inter, Marco Materazzi, sambil memandangi  kepulan asap. Foto tersebut bahkan dianggap sebagai salah satu momen  bersejarah dalam dunia sepakbola.</content:encoded></item></channel></rss>
