<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luka Jovic Heran Mengapa Dirinya Melempem di Madrid</title><description>Luka Jovic heran mengapa dirinya tak bisa tampil bagus seperti saat membela Eintracht Frankfurt.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid"/><item><title>Luka Jovic Heran Mengapa Dirinya Melempem di Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid</guid><pubDate>Selasa 04 Februari 2020 04:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid-NyW5afpCNI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luka Jovic (Foto: Media Real Madrid)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/04/46/2162865/luka-jovic-heran-mengapa-dirinya-melempem-di-madrid-NyW5afpCNI.jpg</image><title>Luka Jovic (Foto: Media Real Madrid)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Diboyong dengan mahar 60 juta euro atau sekira Rp911 miliar pada bursa transfer musim panas 2019 dari Eintrach Frankfurt, namun Luka Jovic justru gagal menampilkan perfoma gemilang bersama Real Madrid. Tak ayal, hal itu pada akhirnya membuat Jovic merasa kecewa.
Sepanjang musim kompetisi 2019-2020 berlangsung, Jovic sejatinya sudah tampil sebanyak 21 kali untuk Madrid di semua kompetisi. Akan tetapi, ia hanya mampu menyumbang satu gol dan dua assists. Meski Jovic memang kebanyakan tampil dari bangku cadangan, namun ketika diberi kesempatan sebagai starter, ia tetap tak bisa memaksimalkannya.
Baca juga: Ansu Fati Masih Tak Menyangka Kini Main Bareng Messi
Catatan Jovic tersebut tentunya jauh berbeda dengan yang dimilikinya ketika masih di Frankfurt. Sebab, musim lalu, dari 48 penampilannya bersama Frankfurt, Jovic berhasil membukukan 27 gol dan tujuh assists. Torehan itulah yang kemudian membuat Madrid tak ragu menebus Jovic dengan 60 juta euro.
Diakui oleh Jovic kalau di sela-sela waktunya, ia sering melihat cuplikan video penampilannya saat di Frankfurt. Penyerang berpaspor Serbia itu pasalnya mencoba mencari tahu apa yang kurang dari dirinya sekarang sehingga tak bisa tampil hebat seperti musim lalu. Akan tetapi, Jovic tak menemukan jawabannya.
&amp;ldquo;Jujur, saya tidak senang dengan musim ini, setidaknya sampai  sekarang. Pertama karena saya seharusnya bisa lebih baik. Kadang-kadang  di YouTube saya melihat video saya tahun lalu dan saya bertanya pada  diri sendiri 'apa yang terjadi?'&amp;rdquo; ujar Jovic, mengutip dari AS, Selasa  (4/2/2020).
&amp;ldquo;Akan tetapi, kita semua tahu bahwa Real Madrid adalah klub besar dan  sulit bagi para pemain yang berpengalaman untuk membiasakan diri di  sini, apalagi untuk anak berusia 21 tahun yang telah mereka tebus 60  juta euro. Tekanan sangat besar, saya telah berjuang sampai sekarang  tanpa hasil, tetapi saya berharap situasinya berubah,&amp;rdquo; tandas Jovic.
</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Diboyong dengan mahar 60 juta euro atau sekira Rp911 miliar pada bursa transfer musim panas 2019 dari Eintrach Frankfurt, namun Luka Jovic justru gagal menampilkan perfoma gemilang bersama Real Madrid. Tak ayal, hal itu pada akhirnya membuat Jovic merasa kecewa.
Sepanjang musim kompetisi 2019-2020 berlangsung, Jovic sejatinya sudah tampil sebanyak 21 kali untuk Madrid di semua kompetisi. Akan tetapi, ia hanya mampu menyumbang satu gol dan dua assists. Meski Jovic memang kebanyakan tampil dari bangku cadangan, namun ketika diberi kesempatan sebagai starter, ia tetap tak bisa memaksimalkannya.
Baca juga: Ansu Fati Masih Tak Menyangka Kini Main Bareng Messi
Catatan Jovic tersebut tentunya jauh berbeda dengan yang dimilikinya ketika masih di Frankfurt. Sebab, musim lalu, dari 48 penampilannya bersama Frankfurt, Jovic berhasil membukukan 27 gol dan tujuh assists. Torehan itulah yang kemudian membuat Madrid tak ragu menebus Jovic dengan 60 juta euro.
Diakui oleh Jovic kalau di sela-sela waktunya, ia sering melihat cuplikan video penampilannya saat di Frankfurt. Penyerang berpaspor Serbia itu pasalnya mencoba mencari tahu apa yang kurang dari dirinya sekarang sehingga tak bisa tampil hebat seperti musim lalu. Akan tetapi, Jovic tak menemukan jawabannya.
&amp;ldquo;Jujur, saya tidak senang dengan musim ini, setidaknya sampai  sekarang. Pertama karena saya seharusnya bisa lebih baik. Kadang-kadang  di YouTube saya melihat video saya tahun lalu dan saya bertanya pada  diri sendiri 'apa yang terjadi?'&amp;rdquo; ujar Jovic, mengutip dari AS, Selasa  (4/2/2020).
&amp;ldquo;Akan tetapi, kita semua tahu bahwa Real Madrid adalah klub besar dan  sulit bagi para pemain yang berpengalaman untuk membiasakan diri di  sini, apalagi untuk anak berusia 21 tahun yang telah mereka tebus 60  juta euro. Tekanan sangat besar, saya telah berjuang sampai sekarang  tanpa hasil, tetapi saya berharap situasinya berubah,&amp;rdquo; tandas Jovic.
</content:encoded></item></channel></rss>
