<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak Brexit, Klub-Klub Inggris Tidak Lagi Leluasa Belanja Pemain </title><description>Dampak paling terasa dari Brexit untuk sepakbola adalah klub-klub Inggris tidak lagi leluasa belanja pemain dari Uni Eropa.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain"/><item><title>Dampak Brexit, Klub-Klub Inggris Tidak Lagi Leluasa Belanja Pemain </title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain</guid><pubDate>Sabtu 01 Februari 2020 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain-IqBkcfmj27.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Klub-klub Inggris tidak akan leluasa belanja pemain usai Brexit (Foto: Premier League)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/01/45/2161790/dampak-brexit-klub-klub-inggris-tidak-lagi-leluasa-belanja-pemain-IqBkcfmj27.jpg</image><title>Klub-klub Inggris tidak akan leluasa belanja pemain usai Brexit (Foto: Premier League)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Inggris Raya telah resmi keluar dari Uni Eropa (UE) atau yang dikenal dengan Brexit per 31 Januari 2020 sekira pukul 23.00 waktu setempat atau Sabtu (1/2/2020) pagi WIB. Pertanyaan selanjutnya muncul, bagaimana dampak Brexit terhadap Liga Inggris ke depannya?
Keluarnya Inggris Raya dari UE berdampak pada mobilitas penduduk antarnegara. Pemegang paspor atau warga negara yang bernaung di bawah UE, kini tidak lagi bisa menikmati fasilitas bebas visa ketika hendak masuk ke Inggris, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Ketentuan Brexit Disetujui, Inggris Keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari
Hal yang sama berlaku untuk tenaga kerja. Mengingat pesepakbola termasuk dalam profesi, maka dampak paling nyata dari Brexit adalah ketika bursa transfer dibuka karena pemain yang berasal atau memegang paspor negara-negara UE kini harus mendapatkan izin kerja untuk merumput di Inggris.
Sebelum Brexit, izin kerja hanya berlaku pada pemain yang berasal dari negara non-UE atau tidak memegang paspor salah satu negara Uni Eropa. Kini aturan tersebut berlaku bagi pemain yang bukan berkebangsaan atau memegang paspor Inggris Raya.
Syarat untuk mendapatkan izin kerja bagi pesepakbola di Inggris cukup rumit, terutama bila negara asal sang pemain berada di peringkat FIFA yang kurang bagus. Inggris hanya akan menerbitkan izin kerja bagi pemain yang berasal dari negara dengan peringkat FIFA maksimal 50. Pun begitu, sang pemain mesti berlaga pada 75% pertandingan yang melibatkan Tim Nasional (Timnas) selama satu tahun terakhir.
Klub-klub Inggris kini tak lagi leluasa merekrut pemain berpaspor UE setelah Brexit. Hal yang sama terjadi untuk pemain di bawah usia 18 tahun. FIFA menetapkan, setelah Desember 2020, maka klub Inggris tidak bisa lagi merekrut pemain di bawah umur dari negara-ngara UE dengan leluasa.
Dengan demikian, klub-klub Inggris masih memiliki kesempatan terakhir pada bursa transfer musim panas 2020 untuk merekrut pemain berusia remaja dari negara-negara UE. Kelonggaran tersebut sebelumnya jamak dimanfaatkan klub-klub Inggris untuk merekrut pemain berusia di bawah 16 tahun dari sesama negara UE sehingga bisa masuk kategori homegrown player.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Inggris Raya telah resmi keluar dari Uni Eropa (UE) atau yang dikenal dengan Brexit per 31 Januari 2020 sekira pukul 23.00 waktu setempat atau Sabtu (1/2/2020) pagi WIB. Pertanyaan selanjutnya muncul, bagaimana dampak Brexit terhadap Liga Inggris ke depannya?
Keluarnya Inggris Raya dari UE berdampak pada mobilitas penduduk antarnegara. Pemegang paspor atau warga negara yang bernaung di bawah UE, kini tidak lagi bisa menikmati fasilitas bebas visa ketika hendak masuk ke Inggris, begitu juga sebaliknya.
Baca juga: Ketentuan Brexit Disetujui, Inggris Keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari
Hal yang sama berlaku untuk tenaga kerja. Mengingat pesepakbola termasuk dalam profesi, maka dampak paling nyata dari Brexit adalah ketika bursa transfer dibuka karena pemain yang berasal atau memegang paspor negara-negara UE kini harus mendapatkan izin kerja untuk merumput di Inggris.
Sebelum Brexit, izin kerja hanya berlaku pada pemain yang berasal dari negara non-UE atau tidak memegang paspor salah satu negara Uni Eropa. Kini aturan tersebut berlaku bagi pemain yang bukan berkebangsaan atau memegang paspor Inggris Raya.
Syarat untuk mendapatkan izin kerja bagi pesepakbola di Inggris cukup rumit, terutama bila negara asal sang pemain berada di peringkat FIFA yang kurang bagus. Inggris hanya akan menerbitkan izin kerja bagi pemain yang berasal dari negara dengan peringkat FIFA maksimal 50. Pun begitu, sang pemain mesti berlaga pada 75% pertandingan yang melibatkan Tim Nasional (Timnas) selama satu tahun terakhir.
Klub-klub Inggris kini tak lagi leluasa merekrut pemain berpaspor UE setelah Brexit. Hal yang sama terjadi untuk pemain di bawah usia 18 tahun. FIFA menetapkan, setelah Desember 2020, maka klub Inggris tidak bisa lagi merekrut pemain di bawah umur dari negara-ngara UE dengan leluasa.
Dengan demikian, klub-klub Inggris masih memiliki kesempatan terakhir pada bursa transfer musim panas 2020 untuk merekrut pemain berusia remaja dari negara-negara UE. Kelonggaran tersebut sebelumnya jamak dimanfaatkan klub-klub Inggris untuk merekrut pemain berusia di bawah 16 tahun dari sesama negara UE sehingga bisa masuk kategori homegrown player.
</content:encoded></item></channel></rss>
