<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gareth Bale Diperlakukan dengan Kasar di Real Madrid</title><description>Gareth Bale sudah tidak betah berada di Real Madrid.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid"/><item><title>Gareth Bale Diperlakukan dengan Kasar di Real Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid</guid><pubDate>Jum'at 31 Januari 2020 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid-2DxukpeiPs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Winger Real Madrid, Gareth Bale (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/31/46/2161010/gareth-bale-diperlakukan-dengan-kasar-di-real-madrid-2DxukpeiPs.jpg</image><title>Winger Real Madrid, Gareth Bale (Foto: UEFA)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Sudah menjadi rahasia umum bahwa Gareth Bale memiliki keinginan kuat untuk hengkang dari Real Madrid. Mantan penggawa Timnas Wales, Jack Collison pun menilai kalau dalam beberapa musim belakangan ini Bale diperlakukan dengan kasar oleh Madrid, sehingga kompatriotnya tersebut merasa tidak betah.
Setiap kali Bale memasuki lapangan, mantan bintang Tottenham Hotspur itu sejatinya kerap dicemooh oleh para fans. Menurut Collison, hal itulah yang membuat Bale tidak tampil maksimal belakangan ini. Begitu pun ketika Bale mengalami cedera dan tak mendapat dukungan.
Baca juga: Zidane Ingin Luka Jovic Akhiri Paceklik Gol
Maka dari itu, Collison memandang bahwa bukan hal yang salah jika pada akhirnya Bale lebih senang tampil membela Timnas Wales ketimbang Madrid. Pasalnya, ketika membela Timnas Wales, winger 30 tahun itu sangat diapresiasi, bahkan disambut layaknya pahlawan.
&amp;ldquo;Saya pikir dia diperlakukan dengan kasar. Anda melihat catatan golnya, terutama dalam beberapa musim pertama (di Madrid), itu luar biasa. Gol dan assist, gol penting di final Liga Champions dan hal-hal semacam itu, tetapi mereka sangat sulit untuk disenangkan,&amp;rdquo; terang Collison, menukil dari Sportsmole, Jumat (31/1/2020).
&amp;ldquo;Yang menyenangkan adalah setiap kali dia berada dalam pasukan Timnas  Wales dia ingin muncul di setiap perjalanan, bahkan ketika  kadang-kadang dia mendapat sedikit kritik. Saya pikir dia hanya ingin  pergi ke sana dan dipuja,&amp;rdquo; lanjutnya.
&quot;Bermain di depan para penggemar itu (suporter Timnas Wales),  tentunya menginspirasi dia dan itu tentu menginspirasi seluruh negara,  bukan hanya para pemain di lapangan. Staf yang ada di setiap kamp, para  penggemar, dan ada banyak anak di Wales ingin menjadi Gareth Bale  berikutnya,&quot; tuntas Collison.
</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Sudah menjadi rahasia umum bahwa Gareth Bale memiliki keinginan kuat untuk hengkang dari Real Madrid. Mantan penggawa Timnas Wales, Jack Collison pun menilai kalau dalam beberapa musim belakangan ini Bale diperlakukan dengan kasar oleh Madrid, sehingga kompatriotnya tersebut merasa tidak betah.
Setiap kali Bale memasuki lapangan, mantan bintang Tottenham Hotspur itu sejatinya kerap dicemooh oleh para fans. Menurut Collison, hal itulah yang membuat Bale tidak tampil maksimal belakangan ini. Begitu pun ketika Bale mengalami cedera dan tak mendapat dukungan.
Baca juga: Zidane Ingin Luka Jovic Akhiri Paceklik Gol
Maka dari itu, Collison memandang bahwa bukan hal yang salah jika pada akhirnya Bale lebih senang tampil membela Timnas Wales ketimbang Madrid. Pasalnya, ketika membela Timnas Wales, winger 30 tahun itu sangat diapresiasi, bahkan disambut layaknya pahlawan.
&amp;ldquo;Saya pikir dia diperlakukan dengan kasar. Anda melihat catatan golnya, terutama dalam beberapa musim pertama (di Madrid), itu luar biasa. Gol dan assist, gol penting di final Liga Champions dan hal-hal semacam itu, tetapi mereka sangat sulit untuk disenangkan,&amp;rdquo; terang Collison, menukil dari Sportsmole, Jumat (31/1/2020).
&amp;ldquo;Yang menyenangkan adalah setiap kali dia berada dalam pasukan Timnas  Wales dia ingin muncul di setiap perjalanan, bahkan ketika  kadang-kadang dia mendapat sedikit kritik. Saya pikir dia hanya ingin  pergi ke sana dan dipuja,&amp;rdquo; lanjutnya.
&quot;Bermain di depan para penggemar itu (suporter Timnas Wales),  tentunya menginspirasi dia dan itu tentu menginspirasi seluruh negara,  bukan hanya para pemain di lapangan. Staf yang ada di setiap kamp, para  penggemar, dan ada banyak anak di Wales ingin menjadi Gareth Bale  berikutnya,&quot; tuntas Collison.
</content:encoded></item></channel></rss>
