<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Liverpool, Waktunya Mourinho Buktikan Teorinya</title><description>Tottenham Hotspur bakal menjamu Liverpool dalam matchday ke-22 Liga Inggris 2019-2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya"/><item><title>Hadapi Liverpool, Waktunya Mourinho Buktikan Teorinya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya</guid><pubDate>Jum'at 10 Januari 2020 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya-72IeDDGMvg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jose Mourinho (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/01/10/45/2151502/hadapi-liverpool-waktunya-mourinho-buktikan-teorinya-72IeDDGMvg.jpg</image><title>Jose Mourinho (Foto: Reuters)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Akhir pekan ini, Minggu 12 Januari 2020 dini hari WIB, laga akbar bakal tersaji kala Tottenham Hotspur menjamu Liverpool dalam matchday ke-22 Liga Inggris 2019-2020. Meski saat ini Liverpool lebih diunggulkan, namun Manajer Tottenham, Jose Mourinho, sudah memiliki teori untuk menjungkalkan The Reds.
Perlu diketahui, sebelum menukangi Tottenham pada November 2019, Mourinho sempat menjadi pandit di Sky Sports. Di saat menjadi pandit itulah ia menemukan teori untuk menjegal Liverpool, utamanya setelah ia menyaksikan pertandingan The Reds melawan Manchester United yang berakhir imbang 1-1.
Baca juga: Pelatih Flamengo Sebut Jordan Henderson sebagai Gelandang Terbaik di Dunia

Menurut Mourinho, Liverpool bakal tampil ganas jika menghadapi tim yang membiarkan mereka melakukan transisi dan serangan balik. Dengan kata lain, untuk menghentikan Liverpool, maka sebuah tim harus memiliki pertahanan yang solid dan tidak membiarkan para penggawa The Reds melakukan transisi.
Kala itu Mourinho menilai kalau Man United sudah melakukan hal tersebut dengan baik, sehingga mereka berhasil membuat Liverpool kesulitan. Kini, tentunya giliran Mourinho untuk membuktikan teorinya tersebut bersama tim besutannya sendiri.

&amp;ldquo;Mereka (Liverpool) tentu saja jauh lebih kuat bermain menghadapi  lawan yang memberi mereka peluang melakukan transisi dan serangan balik  dan United, dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka memainkan  profil permainan yang berbeda,&amp;rdquo; ujar Mourinho, menyadur dari Sky Sports,  Jumat (10/1/2020).

&amp;ldquo;Mereka (Man United) berusaha untuk solid di belakang, mereka  berusaha untuk tidak memberi mereka kesempatan melakukan transisi,  mereka selalu mempertahankan tiga bek tengah dalam posisi ditambah  (gelandang bertahan, Scott) McTominay dan Fred, yang selalu kompak.  Menurut saya, kualitas (Liverpool kurang) sebagai tim untuk bermain  melawan blok rendah yang merupakan masalah yang kadang-kadang mereka  miliki,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Akhir pekan ini, Minggu 12 Januari 2020 dini hari WIB, laga akbar bakal tersaji kala Tottenham Hotspur menjamu Liverpool dalam matchday ke-22 Liga Inggris 2019-2020. Meski saat ini Liverpool lebih diunggulkan, namun Manajer Tottenham, Jose Mourinho, sudah memiliki teori untuk menjungkalkan The Reds.
Perlu diketahui, sebelum menukangi Tottenham pada November 2019, Mourinho sempat menjadi pandit di Sky Sports. Di saat menjadi pandit itulah ia menemukan teori untuk menjegal Liverpool, utamanya setelah ia menyaksikan pertandingan The Reds melawan Manchester United yang berakhir imbang 1-1.
Baca juga: Pelatih Flamengo Sebut Jordan Henderson sebagai Gelandang Terbaik di Dunia

Menurut Mourinho, Liverpool bakal tampil ganas jika menghadapi tim yang membiarkan mereka melakukan transisi dan serangan balik. Dengan kata lain, untuk menghentikan Liverpool, maka sebuah tim harus memiliki pertahanan yang solid dan tidak membiarkan para penggawa The Reds melakukan transisi.
Kala itu Mourinho menilai kalau Man United sudah melakukan hal tersebut dengan baik, sehingga mereka berhasil membuat Liverpool kesulitan. Kini, tentunya giliran Mourinho untuk membuktikan teorinya tersebut bersama tim besutannya sendiri.

&amp;ldquo;Mereka (Liverpool) tentu saja jauh lebih kuat bermain menghadapi  lawan yang memberi mereka peluang melakukan transisi dan serangan balik  dan United, dengan keterbatasan yang mereka miliki, mereka memainkan  profil permainan yang berbeda,&amp;rdquo; ujar Mourinho, menyadur dari Sky Sports,  Jumat (10/1/2020).

&amp;ldquo;Mereka (Man United) berusaha untuk solid di belakang, mereka  berusaha untuk tidak memberi mereka kesempatan melakukan transisi,  mereka selalu mempertahankan tiga bek tengah dalam posisi ditambah  (gelandang bertahan, Scott) McTominay dan Fred, yang selalu kompak.  Menurut saya, kualitas (Liverpool kurang) sebagai tim untuk bermain  melawan blok rendah yang merupakan masalah yang kadang-kadang mereka  miliki,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
