<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Penyelamat Karier Kasper Schmeichel</title><description>Karier Kasper Schmeichel diselamatkan pelatih asal Swedia, Sven-Goran Eriksson.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel"/><item><title>Sosok Penyelamat Karier Kasper Schmeichel</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel</guid><pubDate>Sabtu 14 Desember 2019 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel-UA6lRS06sH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasper Schmeichel kini jadi andalan Leicester City dan Timans Denmark. (Foto: @schmeichel1)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/51/2141656/sosok-penyelamat-karier-kasper-schmeichel-UA6lRS06sH.jpg</image><title>Kasper Schmeichel kini jadi andalan Leicester City dan Timans Denmark. (Foto: @schmeichel1)</title></images><description>NAMA Kasper Schmeichel mungkin baru dikenal beberapa musim belakang saat ia membawa Leicester City meraih trofi Liga Inggris 2015-2016. Meski memiliki darah seorang legenda penjaga gawang dari Peter Schmeichel, perjalanan karier Kasper Schmeichel ketika meniti karier sebagai pesepakbola profesional tak lantas berjalan mulus.
Penjaga gawang kelahiran 5 November 33 tahun itu bahkan sempat merasakan bermain untuk tim kecil seperti Darlington FC dan Bury FC sebelum terkenal seperti sekarang ini. Memulai karier bersama Manchester City U-18, Kasper kemudian promosi ke tim senior pada 2007.

(Sven-Goran Eriksson selamatkan karier Kasper Schmeichel)
Akan tetapi, nama besar sang ayah tak lantas membuatnya diprioritaskan untuk berada di tim utama. Meski begitu, Kasper sempat dipercaya menjadi kiper utama Man City pada Liga Inggris 2007-2008. Ia sempat diturunkan sebagai penjaga gawang utama dalam delapan awal.
Hanya saja setelah itu, atau hanya kemasukan lima gol dari delapan pertandingan, Kasper pun terpental ke bangku cadangan Man City. Ia kalah saing dari kiper muda asal Inggris, Joe Hart. Tak tahan menjadi pemain cadangan, Kasper pun hengkang ke Cardiff City pada Oktober 2007, hingga akhirnya pindah secara permanen ke Notts County pada musim panas 2009.
Bersama Notts County, Kasper langsung mendapatkan kepercayaan untuk mengisi skuad inti di musim perdananya. Akan tetapi, pada 2010 ia kemudian tertarik untuk menerima tawaran dari tim divisi dua Liga Inggris, Leeds United.
Seorang penyelamat kemudian datang untuk menyelamatkan karier Kasper. Kali ini bukan sang ayah, melainkan manajer Leicester, Sven-Goran Eriksson yang akhirnya membantu Kasper untuk mendapatkan tempat sebagai penjaga gawang utama bersama Leicester City.
Kala itu, Sven-Goran Eriksson yang menangani Leicester pada 2010 hingga 2011 memberikan tawaran kepada Kasper untuk bergabung. Alhasil, Kasper hengkang ke Leicester pada musim panas 2011.Kerja sama Kasper dan Eriksson memang hanya berlangsung dua bulan. Namun, bisa dibilang, keputusan Eriksson memboyong Kasper merupakan pembuka jalan bagi karier gemilang pria asal Denmark tersebut. Sebab setelah hengkang ke Leicester, siapa pun pelatihnya, posisi penjaga gawang utama The Foxes selalu dikuasai Schmeichel.

Sejak saat itu, spekulasi tentang hengkangnya Kasper dari Leicester untuk bergabung ke tim yang lebih besar mulai beredar. Akan tetapi, kiper berpaspor Denmark itu nyatanya memiih bertahan untuk membantu Leicester naik ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola tanah Britania Raya. Hal itu kemudian terjawab di Liga Inggris 2014-2015.
Peran penting Kasper Schmeichel di bawah mistar gawang dengan menciptakan sembilan kali clean sheet membuat The Foxes finis di posisi 14 Liga Inggris 2014-2015. Finis di posisi 14 bisa dibilang bagus bagi Leicester, mengingat mereka berstatus sebagai tim promosi.
Sejarah kemudian tercipta pada musim 2015-2016. Kala itu, berada di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kasper bersama rekan-rekannya seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N'Golo Kante, Shinji Okazaki dan Robert Huth mempesembahkan trofi Liga Inggris perdana dalam sejarah tim. The Foxes bahkan mematahkan dominasi tim-tim besar seperti Man United, Liverpool, hingga juara bertahan edisi sebelumnya, Chelsea.</description><content:encoded>NAMA Kasper Schmeichel mungkin baru dikenal beberapa musim belakang saat ia membawa Leicester City meraih trofi Liga Inggris 2015-2016. Meski memiliki darah seorang legenda penjaga gawang dari Peter Schmeichel, perjalanan karier Kasper Schmeichel ketika meniti karier sebagai pesepakbola profesional tak lantas berjalan mulus.
Penjaga gawang kelahiran 5 November 33 tahun itu bahkan sempat merasakan bermain untuk tim kecil seperti Darlington FC dan Bury FC sebelum terkenal seperti sekarang ini. Memulai karier bersama Manchester City U-18, Kasper kemudian promosi ke tim senior pada 2007.

(Sven-Goran Eriksson selamatkan karier Kasper Schmeichel)
Akan tetapi, nama besar sang ayah tak lantas membuatnya diprioritaskan untuk berada di tim utama. Meski begitu, Kasper sempat dipercaya menjadi kiper utama Man City pada Liga Inggris 2007-2008. Ia sempat diturunkan sebagai penjaga gawang utama dalam delapan awal.
Hanya saja setelah itu, atau hanya kemasukan lima gol dari delapan pertandingan, Kasper pun terpental ke bangku cadangan Man City. Ia kalah saing dari kiper muda asal Inggris, Joe Hart. Tak tahan menjadi pemain cadangan, Kasper pun hengkang ke Cardiff City pada Oktober 2007, hingga akhirnya pindah secara permanen ke Notts County pada musim panas 2009.
Bersama Notts County, Kasper langsung mendapatkan kepercayaan untuk mengisi skuad inti di musim perdananya. Akan tetapi, pada 2010 ia kemudian tertarik untuk menerima tawaran dari tim divisi dua Liga Inggris, Leeds United.
Seorang penyelamat kemudian datang untuk menyelamatkan karier Kasper. Kali ini bukan sang ayah, melainkan manajer Leicester, Sven-Goran Eriksson yang akhirnya membantu Kasper untuk mendapatkan tempat sebagai penjaga gawang utama bersama Leicester City.
Kala itu, Sven-Goran Eriksson yang menangani Leicester pada 2010 hingga 2011 memberikan tawaran kepada Kasper untuk bergabung. Alhasil, Kasper hengkang ke Leicester pada musim panas 2011.Kerja sama Kasper dan Eriksson memang hanya berlangsung dua bulan. Namun, bisa dibilang, keputusan Eriksson memboyong Kasper merupakan pembuka jalan bagi karier gemilang pria asal Denmark tersebut. Sebab setelah hengkang ke Leicester, siapa pun pelatihnya, posisi penjaga gawang utama The Foxes selalu dikuasai Schmeichel.

Sejak saat itu, spekulasi tentang hengkangnya Kasper dari Leicester untuk bergabung ke tim yang lebih besar mulai beredar. Akan tetapi, kiper berpaspor Denmark itu nyatanya memiih bertahan untuk membantu Leicester naik ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola tanah Britania Raya. Hal itu kemudian terjawab di Liga Inggris 2014-2015.
Peran penting Kasper Schmeichel di bawah mistar gawang dengan menciptakan sembilan kali clean sheet membuat The Foxes finis di posisi 14 Liga Inggris 2014-2015. Finis di posisi 14 bisa dibilang bagus bagi Leicester, mengingat mereka berstatus sebagai tim promosi.
Sejarah kemudian tercipta pada musim 2015-2016. Kala itu, berada di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kasper bersama rekan-rekannya seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N'Golo Kante, Shinji Okazaki dan Robert Huth mempesembahkan trofi Liga Inggris perdana dalam sejarah tim. The Foxes bahkan mematahkan dominasi tim-tim besar seperti Man United, Liverpool, hingga juara bertahan edisi sebelumnya, Chelsea.</content:encoded></item></channel></rss>
