<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nama Besar sang Ayah Tak Permulus Karier Kasper Schmeichel</title><description>Kasper Schmeichel harus menjalani karier yang berliku sebelum akhirnya menjadi kiper andalan Leicester City dan Timnas Denmark saat ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel"/><item><title>Nama Besar sang Ayah Tak Permulus Karier Kasper Schmeichel</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel</guid><pubDate>Sabtu 14 Desember 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/13/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel-PMR1APyuBC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasper Schmeichel saat membela tim junior Manchester City. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/13/51/2141631/nama-besar-sang-ayah-tak-permulus-karier-kasper-schmeichel-PMR1APyuBC.jpg</image><title>Kasper Schmeichel saat membela tim junior Manchester City. (Foto: Istimewa)</title></images><description>KASPER Schmeichel menjadi salah satu penjaga gawang yang cukup diperhitungkan saat ini. Namanya mulai bersinar saat membawa Leicester City meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2015-2016. Akan tetapi, mungkin belum banyak yang mengetahui kalau kesuksesannya di kompetisi sepakbola tanah Britania Raya tidak datang dengan begitu saja.
Kasper lahir di Kopenhagen, pada 5 November 1986 dari pasangan Bente Schmeichel (ibu) dan Peter Schmeichel (ayah). Menjadi anak dari seorang penjaga gawang ternama saat itu membuat masa kecil Kasper tak lepas dari sepakbola. Sebagaimana diketahui, sang ayah merupakan kiper andalan Manchester United di era 1990-an.

(Peter Schmeichel, ayah dari Kasper Schmeichel)
Kedekatannya dengan dunia sepakbola membuat Kasper memiliki keinginan untuk bisa menjadi kiper hebat mengikuti jejak ayahnya. Akan tetapi, memiliki ayah seorang penjaga gawang ternama tak lantas membuat cita-citanya berjalan dengan mulus.
Memulai karier profesional bersama Manchester City U-18, Kasper kemudian promosi ke tim senior pada 2004. Akan tetapi, nama besar sang ayah tak lantas membuatnya diprioritaskan untuk berada di tim utama. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu bahkan sempat merasakan bermain untuk tim divisi bawah dengan status pinjaman lantaran sulit menembus skuad utama kala itu.
Meskipun demikian, tekadnya untuk mengikuti jejak sang ayah membuat Kasper tak lantas putus asa dan terus mengasah kemampuan dan mentalnya di bawah mistar gawang. Empat musim dipinjamkan ke tim papan bawah membuat Kasper memutuskan hengkang dari Man City pada 2009.Ia kemudian bergabung ke Notts County yang waktu itu masih bermain di kasta keempat sepakbola Inggris. Kasper pun mendapat kepercayaan untuk menjadi kiper utama kala itu. Akan tetapi, Kasper kemudian mendapat tawaran dari Leeds United yang membawanya naik kelas ke Divisi Championship (kasta kedua sepakbola Inggris).

Tantangan baru mulai dirasakannya saat berseragam Leeds. Persaingan yang lebih ketat ketimbang sebelumnya membuat kemampuannya sebagai penjaga gawang kian terasah. Hasratnya untuk bisa bergabung ke tim besar lain pun semakin besar. Cahaya terang pun mulai terlihat saat ia bergabung ke Leicester City pada 2011.
Tiga musim berseragam Leicester, Kasper membawa tim berjuluk The Foxes itu promosi ke Premier League, tepatnya pada 2014-2015.nMusim perdana di Liga Inggris bersama Leicester memang tidak bisa dikatakan mulus. Mereka bahkan harus puas tertahan di papan tengah pada akhir musim kompetisi. Akan tetapi, sejarah kemudian tercipta pada 2015-2016.
Kala itu, berada di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kasper bersama rekan-rekannya seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N'Golo Kante, Shinji Okazaki dan Robert Huth berhasil mempesembahkan trofi Liga Inggris perdana dalam sejarah tim. The Foxes bahkan berhasil mematahkan dominasi tim-tim besar seperti Man United, Liverpool, hingga juara bertahan edisi sebelumnya, Chelsea.
Sejak saat itu, Kasper mendapat kepercayaan untuk tampil secara reguler di tim utama. Penampilannya yang terbilang stabil bersama Leicester mendapat berkah lain bagi Kasper salah satunya adalah ketika ia menjadi pilihan utama pelatih Age Hareide untuk menjadi kiper utama Timnas Denmark.</description><content:encoded>KASPER Schmeichel menjadi salah satu penjaga gawang yang cukup diperhitungkan saat ini. Namanya mulai bersinar saat membawa Leicester City meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2015-2016. Akan tetapi, mungkin belum banyak yang mengetahui kalau kesuksesannya di kompetisi sepakbola tanah Britania Raya tidak datang dengan begitu saja.
Kasper lahir di Kopenhagen, pada 5 November 1986 dari pasangan Bente Schmeichel (ibu) dan Peter Schmeichel (ayah). Menjadi anak dari seorang penjaga gawang ternama saat itu membuat masa kecil Kasper tak lepas dari sepakbola. Sebagaimana diketahui, sang ayah merupakan kiper andalan Manchester United di era 1990-an.

(Peter Schmeichel, ayah dari Kasper Schmeichel)
Kedekatannya dengan dunia sepakbola membuat Kasper memiliki keinginan untuk bisa menjadi kiper hebat mengikuti jejak ayahnya. Akan tetapi, memiliki ayah seorang penjaga gawang ternama tak lantas membuat cita-citanya berjalan dengan mulus.
Memulai karier profesional bersama Manchester City U-18, Kasper kemudian promosi ke tim senior pada 2004. Akan tetapi, nama besar sang ayah tak lantas membuatnya diprioritaskan untuk berada di tim utama. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu bahkan sempat merasakan bermain untuk tim divisi bawah dengan status pinjaman lantaran sulit menembus skuad utama kala itu.
Meskipun demikian, tekadnya untuk mengikuti jejak sang ayah membuat Kasper tak lantas putus asa dan terus mengasah kemampuan dan mentalnya di bawah mistar gawang. Empat musim dipinjamkan ke tim papan bawah membuat Kasper memutuskan hengkang dari Man City pada 2009.Ia kemudian bergabung ke Notts County yang waktu itu masih bermain di kasta keempat sepakbola Inggris. Kasper pun mendapat kepercayaan untuk menjadi kiper utama kala itu. Akan tetapi, Kasper kemudian mendapat tawaran dari Leeds United yang membawanya naik kelas ke Divisi Championship (kasta kedua sepakbola Inggris).

Tantangan baru mulai dirasakannya saat berseragam Leeds. Persaingan yang lebih ketat ketimbang sebelumnya membuat kemampuannya sebagai penjaga gawang kian terasah. Hasratnya untuk bisa bergabung ke tim besar lain pun semakin besar. Cahaya terang pun mulai terlihat saat ia bergabung ke Leicester City pada 2011.
Tiga musim berseragam Leicester, Kasper membawa tim berjuluk The Foxes itu promosi ke Premier League, tepatnya pada 2014-2015.nMusim perdana di Liga Inggris bersama Leicester memang tidak bisa dikatakan mulus. Mereka bahkan harus puas tertahan di papan tengah pada akhir musim kompetisi. Akan tetapi, sejarah kemudian tercipta pada 2015-2016.
Kala itu, berada di bawah asuhan Claudio Ranieri, Kasper bersama rekan-rekannya seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, N'Golo Kante, Shinji Okazaki dan Robert Huth berhasil mempesembahkan trofi Liga Inggris perdana dalam sejarah tim. The Foxes bahkan berhasil mematahkan dominasi tim-tim besar seperti Man United, Liverpool, hingga juara bertahan edisi sebelumnya, Chelsea.
Sejak saat itu, Kasper mendapat kepercayaan untuk tampil secara reguler di tim utama. Penampilannya yang terbilang stabil bersama Leicester mendapat berkah lain bagi Kasper salah satunya adalah ketika ia menjadi pilihan utama pelatih Age Hareide untuk menjadi kiper utama Timnas Denmark.</content:encoded></item></channel></rss>
