<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melihat Megahnya Stadion Jatidiri Semarang</title><description>Stadion Jatidiri yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus dibenahi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang"/><item><title>Melihat Megahnya Stadion Jatidiri Semarang</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang</guid><pubDate>Sabtu 14 Desember 2019 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang-coTRDe12pG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stadion Jatidiri. (Foto: Okezone/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/14/49/2141956/melihat-megahnya-stadion-jatidiri-semarang-coTRDe12pG.jpg</image><title>Stadion Jatidiri. (Foto: Okezone/Taufik Budi)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Stadion Jatidiri yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus dibenahi. Tempat ini memadukan tiga hal, yakni olahraga, budaya, dan penghijauan yang digadang-gadang menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Jakabaring, Palembang.
Stadion berkapasitas 45 ribu single seat itu terdiri dari tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Untuk eksterior dan interiornya, stadion ini memiliki desain yang merepresentasikan budaya Jawa. Stadion itu menggunakan rumput Italia dan ditunjang lampu yang persis dipakai di SUGBK.
BACA JUGA: Hampir Final, Stadion Jatidiri Disulap Lebih Megah dari Jakabaring 
Saat ini, pembangunan Stadion Jatidiri telah merampungkan tahap keempat yang meliputi atap stadion, aluminium composite panel (ACP), trek lintasan atletik standar Intenational Association of Athletics Federations (IAAF), dan mecanical electric. Secara total, stadion yang menyerap anggaran mencapai Rp1,1 triliun itu bakal rampung akhir 2020.

&quot;Kita melihat perkembangan pembangunan GOR Jatidiri yang publik banyak menunggu. Dengan segala banyak ceritanya dan perkembangannya sangat menarik, sangat bagus. Untuk joging track seperti ini katanya di Indonesia ada tiga, di GBK, Jatidiri, dan Papua. Ternyata membuatnya tidak gampang,&quot; kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengecek pengerjaan lintasan atletik di Stadion Jatidiri, Jumat (13/12/2019).Selain stadion, di Kompleks Jatidiri juga tengah dibangun fasilitas GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis standar internasional, lapangan voli pasir, kemudian juga ada arena untuk sepatu roda. Selain itu, di kompleks stadion ini juga terdapat asrama Sekolah Khusus Olahraga (SKO), gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat. Kemudian, gedung penunjang parkir vertikal serta youth dan gym center juga terdapat di sana.
&quot;Ini biayanya mahal, ini duitnya rakyat mari kita jaga bersama-sama. Ini pesan paling penting. Makanya tadi kita cek satu per satu. Kursinya bagus atau tidak, toiletnya sistemnya bekerja bagus atau tidak. Lapangannya ini belum selesai,&quot; jelas Ganjar.&amp;nbsp;

Seluruh pengerjaan kompleks tersebut memiliki satu desain besar yaitu penggabungan antara olahraga, penghijauan, dan kebudayaan. Dengan desain seperti itu, Ganjar mengatakan ke depan Kompleks Jatidiri bukan hanya sebagai fasilitas olahraga namun juga wisata.&amp;nbsp;
&quot;Stadion ini adalah yang kita desain menuju eco sport tourism. Mereka semua yang ada di area Jatidiri akan mendapatkan kenyamanan dan bisa piknik. Dan akan kita bangun terus,&quot; tukas Ganjar.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Stadion Jatidiri yang terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, terus dibenahi. Tempat ini memadukan tiga hal, yakni olahraga, budaya, dan penghijauan yang digadang-gadang menjadi stadion termegah ketiga di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Jakabaring, Palembang.
Stadion berkapasitas 45 ribu single seat itu terdiri dari tiga lantai tribun dan ditunjang dua lift. Untuk eksterior dan interiornya, stadion ini memiliki desain yang merepresentasikan budaya Jawa. Stadion itu menggunakan rumput Italia dan ditunjang lampu yang persis dipakai di SUGBK.
BACA JUGA: Hampir Final, Stadion Jatidiri Disulap Lebih Megah dari Jakabaring 
Saat ini, pembangunan Stadion Jatidiri telah merampungkan tahap keempat yang meliputi atap stadion, aluminium composite panel (ACP), trek lintasan atletik standar Intenational Association of Athletics Federations (IAAF), dan mecanical electric. Secara total, stadion yang menyerap anggaran mencapai Rp1,1 triliun itu bakal rampung akhir 2020.

&quot;Kita melihat perkembangan pembangunan GOR Jatidiri yang publik banyak menunggu. Dengan segala banyak ceritanya dan perkembangannya sangat menarik, sangat bagus. Untuk joging track seperti ini katanya di Indonesia ada tiga, di GBK, Jatidiri, dan Papua. Ternyata membuatnya tidak gampang,&quot; kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengecek pengerjaan lintasan atletik di Stadion Jatidiri, Jumat (13/12/2019).Selain stadion, di Kompleks Jatidiri juga tengah dibangun fasilitas GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis standar internasional, lapangan voli pasir, kemudian juga ada arena untuk sepatu roda. Selain itu, di kompleks stadion ini juga terdapat asrama Sekolah Khusus Olahraga (SKO), gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat. Kemudian, gedung penunjang parkir vertikal serta youth dan gym center juga terdapat di sana.
&quot;Ini biayanya mahal, ini duitnya rakyat mari kita jaga bersama-sama. Ini pesan paling penting. Makanya tadi kita cek satu per satu. Kursinya bagus atau tidak, toiletnya sistemnya bekerja bagus atau tidak. Lapangannya ini belum selesai,&quot; jelas Ganjar.&amp;nbsp;

Seluruh pengerjaan kompleks tersebut memiliki satu desain besar yaitu penggabungan antara olahraga, penghijauan, dan kebudayaan. Dengan desain seperti itu, Ganjar mengatakan ke depan Kompleks Jatidiri bukan hanya sebagai fasilitas olahraga namun juga wisata.&amp;nbsp;
&quot;Stadion ini adalah yang kita desain menuju eco sport tourism. Mereka semua yang ada di area Jatidiri akan mendapatkan kenyamanan dan bisa piknik. Dan akan kita bangun terus,&quot; tukas Ganjar.</content:encoded></item></channel></rss>
