<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mancini Puas Timnas Italia Catatkan Rekor 10 Kemenangan Beruntun</title><description>Roberto Mancini mengaku bangga dapat mengantar Timnas Italia memecahkan rekor 10 kemenangan beruntun.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun"/><item><title>Mancini Puas Timnas Italia Catatkan Rekor 10 Kemenangan Beruntun</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun</guid><pubDate>Sabtu 16 November 2019 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun-LUZLC6CNpO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Italia mencatat sejarah yaitu rekor 10 kemenangan beruntun (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/16/51/2130685/mancini-puas-timnas-italia-catatkan-rekor-10-kemenangan-beruntun-LUZLC6CNpO.jpg</image><title>Timnas Italia mencatat sejarah yaitu rekor 10 kemenangan beruntun (Foto: UEFA)</title></images><description>ZENICA &amp;ndash; Tim Nasional (Timnas) Italia menciptakan rekor baru di bawah kendali Roberto Mancini. Gli Azzurri sanggup menang dalam 10 pertandingan terakhir sekaligus mempertahankan rekor 100% kemenangan selama menjalani Kualifikasi Piala Eropa 2020.
Tinta emas itu menjadi pelipur lara atas kegagalan Timnas Italia melangkah ke Piala Dunia 2018. Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengambil langkah ekstrem dengan menunjuk Roberto Mancini sebagai suksesor Giampiero Ventura yang mencoreng wajah sepakbola Negeri Pizza dengan kegagalan.

Baca juga: Italia Hajar Bosnia 3 Gol Tanpa Balas
Kebijakan yang diambil Roberto Mancini dengan skuad Timnas Italia juga tidak kalah ekstrem. Eks juru taktik Inter Milan itu memilih memanggil muka-muka baru berusia muda yang dikombinasikan dengan beberapa penggawa berpengalaman demi memenuhi misi renaisans atau kebangkitan kembali.Mancio &amp;ndash;sapaan akrab Mancini- mengaku puas dengan catatan rekor 100% kemenangan saat memetik poin penuh atas Boznia Herzegovina di Zenica. Apalagi, catatan 10 kemenangan beruntun itu menumbangkan rekor sebelumnya yakni sembilan kali menang yang ditorehkan pada 1938-1939 di bawah asuhan pelatih kenamaan Vittorio Pozzo.

&amp;ldquo;Sangat memuaskan. Saya pasti berbohong jika mengatakan tidak puas karena sudah mengalahkan rekor yang dicetak oleh pelatih legendaris Vittorio Pozzo. Akan tetapi, kami juga bahagia,&amp;rdquo; tutur Roberto Mancini, dinukil dari Football Italia, Sabtu (16/11/2019).
&amp;ldquo;Ini adalah performa yang luar biasa. Kami tahu Bosnia bukan tim yang mudah dikalahkan. Begitu lah sepakbola. Terkadang Anda tidak mendapat hasil yang sepantasnya, tetapi harus diterima dengan lapang dada. Anak-anak sangat terbuka menerima ide-ide baru dan bersyukur ide tersebut berjalan dengan baik,&amp;rdquo; tukas pelatih berusia 54 tahun tersebut.</description><content:encoded>ZENICA &amp;ndash; Tim Nasional (Timnas) Italia menciptakan rekor baru di bawah kendali Roberto Mancini. Gli Azzurri sanggup menang dalam 10 pertandingan terakhir sekaligus mempertahankan rekor 100% kemenangan selama menjalani Kualifikasi Piala Eropa 2020.
Tinta emas itu menjadi pelipur lara atas kegagalan Timnas Italia melangkah ke Piala Dunia 2018. Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengambil langkah ekstrem dengan menunjuk Roberto Mancini sebagai suksesor Giampiero Ventura yang mencoreng wajah sepakbola Negeri Pizza dengan kegagalan.

Baca juga: Italia Hajar Bosnia 3 Gol Tanpa Balas
Kebijakan yang diambil Roberto Mancini dengan skuad Timnas Italia juga tidak kalah ekstrem. Eks juru taktik Inter Milan itu memilih memanggil muka-muka baru berusia muda yang dikombinasikan dengan beberapa penggawa berpengalaman demi memenuhi misi renaisans atau kebangkitan kembali.Mancio &amp;ndash;sapaan akrab Mancini- mengaku puas dengan catatan rekor 100% kemenangan saat memetik poin penuh atas Boznia Herzegovina di Zenica. Apalagi, catatan 10 kemenangan beruntun itu menumbangkan rekor sebelumnya yakni sembilan kali menang yang ditorehkan pada 1938-1939 di bawah asuhan pelatih kenamaan Vittorio Pozzo.

&amp;ldquo;Sangat memuaskan. Saya pasti berbohong jika mengatakan tidak puas karena sudah mengalahkan rekor yang dicetak oleh pelatih legendaris Vittorio Pozzo. Akan tetapi, kami juga bahagia,&amp;rdquo; tutur Roberto Mancini, dinukil dari Football Italia, Sabtu (16/11/2019).
&amp;ldquo;Ini adalah performa yang luar biasa. Kami tahu Bosnia bukan tim yang mudah dikalahkan. Begitu lah sepakbola. Terkadang Anda tidak mendapat hasil yang sepantasnya, tetapi harus diterima dengan lapang dada. Anak-anak sangat terbuka menerima ide-ide baru dan bersyukur ide tersebut berjalan dengan baik,&amp;rdquo; tukas pelatih berusia 54 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
