<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Giroud Akui Timnas Prancis Tampil Kurang Maksimal saat Hadapi Moldova</title><description>Prancis menang tipis 2-1 atas Moldova di Kualifikasi Piala Eropa 2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova"/><item><title>Giroud Akui Timnas Prancis Tampil Kurang Maksimal saat Hadapi Moldova</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2019 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova-ggHTN96iBy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penggawa Timnas Prancis, Olivier Giroud (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/15/51/2130392/giroud-akui-timnas-prancis-tampil-kurang-maksimal-saat-hadapi-moldova-ggHTN96iBy.jpg</image><title>Penggawa Timnas Prancis, Olivier Giroud (Foto: UEFA)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Tim Nasional (Timnas) Prancis kembali meraih poin penuh saat bertemu Moldova dalam laga lanjutan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat (15/11/2019) dini hari WIB. Sempat tertinggal lewat gol Vadim Rata di awal babak kedua, Les Bleus kemudian menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai.
Pasukan Didier Deschamps akhirnya menutup kemenangan dengan skor tipis 2-1 berkat gol penalti dari Olivier Giroud di babak kedua. Meski meraih hasil positif, Giroud menilai timnya tidak tampil maksimal di laga tersebut.
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat 15 November

Pemain 33 tahun itu bahkan mengatakan kalau Prancis seharusnya bisa menang dengan mencetak gol lebih banyak. Terlebih, memiliki 17 kali percobaan ke gawang Moldova di laga tersebut.
&amp;ldquo;Saya rasa itu seharusnya sangat mungkin. Kami bisa mencetak gol jauh sebelum penalti. Kami tidak memulai seperti yang seharusnya kami lakukan. Kami memiliki kurangnya agresi dalam segala hal yang kami lakukan, dalam duel, dalam pengambilan keputusan dan dalam keinginan untuk melakukan hal yang benar,&amp;rdquo; ujar Giroud, melansir dari laman Sportskeeda, Jumat (15/11/2019).&amp;ldquo;Di babak kedua ada lebih banyak intensitas dan akurasi dengan niat  yang jauh lebih baik sehingga kami menciptakan banyak peluang. Anda  harus tahu cara mendapatkan solusi, itulah yang ditekankan pelatih di  babak pertama dan dia ingin lebih banyak pergerakan dari depan kami,&amp;rdquo;  lanjutnya.

&amp;ldquo;Kami berusaha keras untuk mendengarkannya dan menawarkan lebih  banyak solusi di area permainan kami ini dan kami menciptakan banyak  peluang,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Tim Nasional (Timnas) Prancis kembali meraih poin penuh saat bertemu Moldova dalam laga lanjutan Grup H Kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat (15/11/2019) dini hari WIB. Sempat tertinggal lewat gol Vadim Rata di awal babak kedua, Les Bleus kemudian menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai.
Pasukan Didier Deschamps akhirnya menutup kemenangan dengan skor tipis 2-1 berkat gol penalti dari Olivier Giroud di babak kedua. Meski meraih hasil positif, Giroud menilai timnya tidak tampil maksimal di laga tersebut.
Baca juga: Hasil Kualifikasi Piala Eropa 2020, Jumat 15 November

Pemain 33 tahun itu bahkan mengatakan kalau Prancis seharusnya bisa menang dengan mencetak gol lebih banyak. Terlebih, memiliki 17 kali percobaan ke gawang Moldova di laga tersebut.
&amp;ldquo;Saya rasa itu seharusnya sangat mungkin. Kami bisa mencetak gol jauh sebelum penalti. Kami tidak memulai seperti yang seharusnya kami lakukan. Kami memiliki kurangnya agresi dalam segala hal yang kami lakukan, dalam duel, dalam pengambilan keputusan dan dalam keinginan untuk melakukan hal yang benar,&amp;rdquo; ujar Giroud, melansir dari laman Sportskeeda, Jumat (15/11/2019).&amp;ldquo;Di babak kedua ada lebih banyak intensitas dan akurasi dengan niat  yang jauh lebih baik sehingga kami menciptakan banyak peluang. Anda  harus tahu cara mendapatkan solusi, itulah yang ditekankan pelatih di  babak pertama dan dia ingin lebih banyak pergerakan dari depan kami,&amp;rdquo;  lanjutnya.

&amp;ldquo;Kami berusaha keras untuk mendengarkannya dan menawarkan lebih  banyak solusi di area permainan kami ini dan kami menciptakan banyak  peluang,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
