<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guardiola Akui Man City Kesulitan Hadapi Atalanta</title><description>Man City diimbangi Atalanta 1-1 di fase grup Liga Champions 2019-2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta"/><item><title>Guardiola Akui Man City Kesulitan Hadapi Atalanta</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta-wkjclRTv10.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Manchester City, Josep Guardiola (Foro: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/261/2126728/guardiola-akui-man-city-kesulitan-hadapi-atalanta-wkjclRTv10.jpg</image><title>Pelatih Manchester City, Josep Guardiola (Foro: Reuters)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mengakui kalau timnya kesulitan saat menghadapi wakil Italia, Atalanta dalam matchday keempat babak penyisihan Grup C Liga Champions 2019-2020, Kamis (7/11/2019) dini hari WIB.
Manchester City yang memulai laga dengan begitu baik dan sempat memimpin lewat gol cepat Raheem Sterling di menit ketujuh, dipaksa bermain imbang usai Atalanta menyamakan kedudukan lewat gol Mario Pasalic di babak kedua.
Baca juga: Man City Harus Puas Bermain Imbang saat Hadapi Atalanta

&quot;Dalam kompetisi ini Anda tahu bahwa ketika Anda memiliki momen Anda harus mengambilnya. Kami membuat babak pertama yang bagus, Anda tidak bertanya kepada tim Italia betapa sulitnya bermain melawan Atalanta, jadi di babak pertama, kami luar biasa. Di babak kedua kami sangat menderita,&amp;rdquo; ujar Guardiola, melansir dari laman resmi UEFA, Kamis (7/11/2019).
&amp;ldquo;Sepak bola adalah emosi dan pada menit terakhir babak pertama kami  punya peluang untuk mencetak gol kedua tetapi babak kedua kami tidak  melakukan [hal] dengan cara yang benar seperti yang kami lakukan di  babak pertama, tapi itu normal dan kadang-kadang itu terjadi,&amp;rdquo;  tambahnya.

&amp;ldquo;Tetapi melawan salah satu tim yang mencetak skor terbanyak di  Italia, kami kebobolan gol, tendangan bebas dari Malinovskyi dengan Kyle  di gawang dan satu umpan silang ke pos kedua. Saya rasa ini bukan hasil  yang paling buruk,&amp;rdquo; tutup mantan pelatih Barcelona tersebut.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, mengakui kalau timnya kesulitan saat menghadapi wakil Italia, Atalanta dalam matchday keempat babak penyisihan Grup C Liga Champions 2019-2020, Kamis (7/11/2019) dini hari WIB.
Manchester City yang memulai laga dengan begitu baik dan sempat memimpin lewat gol cepat Raheem Sterling di menit ketujuh, dipaksa bermain imbang usai Atalanta menyamakan kedudukan lewat gol Mario Pasalic di babak kedua.
Baca juga: Man City Harus Puas Bermain Imbang saat Hadapi Atalanta

&quot;Dalam kompetisi ini Anda tahu bahwa ketika Anda memiliki momen Anda harus mengambilnya. Kami membuat babak pertama yang bagus, Anda tidak bertanya kepada tim Italia betapa sulitnya bermain melawan Atalanta, jadi di babak pertama, kami luar biasa. Di babak kedua kami sangat menderita,&amp;rdquo; ujar Guardiola, melansir dari laman resmi UEFA, Kamis (7/11/2019).
&amp;ldquo;Sepak bola adalah emosi dan pada menit terakhir babak pertama kami  punya peluang untuk mencetak gol kedua tetapi babak kedua kami tidak  melakukan [hal] dengan cara yang benar seperti yang kami lakukan di  babak pertama, tapi itu normal dan kadang-kadang itu terjadi,&amp;rdquo;  tambahnya.

&amp;ldquo;Tetapi melawan salah satu tim yang mencetak skor terbanyak di  Italia, kami kebobolan gol, tendangan bebas dari Malinovskyi dengan Kyle  di gawang dan satu umpan silang ke pos kedua. Saya rasa ini bukan hasil  yang paling buruk,&amp;rdquo; tutup mantan pelatih Barcelona tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
