<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Alasan Mbappe Tolak Pinangan Real Madrid</title><description>Kylian Mbappe sebenarnya hampir bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2017.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/04/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/11/04/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid"/><item><title>Terungkap Alasan Mbappe Tolak Pinangan Real Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/11/04/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/11/04/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid</guid><pubDate>Senin 04 November 2019 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/03/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid-F6HkVBvNZf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kylian Mbappe (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/03/51/2125294/terungkap-alasan-mbappe-tolak-pinangan-real-madrid-F6HkVBvNZf.jpg</image><title>Kylian Mbappe (Foto: AFP)</title></images><description>MONACO &amp;ndash; Mantan Wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev, mengungkapkan bahwa pada bursa transfer musim panas 2017 Kylian Mbappe sebenarnya hampir bergabung dengan Real Madrid. Akan tetapi, Mbappe menolak ide tersebut dan lebih memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Pada musim kompetisi 2016-2017, Mbappe sejatinya mencatatkan performa gemilang berama Monaco. Pasalnya, Mbappe tidak hanya mengantarkan Monaco juara Liga Prancis, namun juga membawa mereka tampil di semifinal Liga Champions. Tak ayal, kondisi tersebut membuat sang penyerang muda mendapat banyak tawaran di akhir musim.
Baca juga: Real Madrid Gagal Bungkam Betis, Zidane Tidak Kecewa

Vadim tidak memungkiri bahwa Mbappe memiliki keinginan untuk bisa bergabung dengan klub besar seperti Madrid. Meski demikian, saat itu Mbappe merasa terlalu cepat jika harus pindah ke Madrid. Terlebih lagi, ia baru satu musim berlaga di kasta tertinggi Liga Prancis.
Maka dari itu, ketimbang bergabung dengan Madrid, Mbappe lebih memilih berseragam PSG. Ia ingin memperbaiki kualitasnya terlebih dahulu dan mencari pengalaman. Saat itu Mbappe yakin bahwa Madrid akan tetap menunggunya hingga ia benar-benar siap.

&amp;ldquo;Kenapa dia tidak bergabung dengan Real? Dia berkata, &amp;lsquo;Vadim, jauh di  lubuk hati saya, saya merasa ini terlalu dini. Saya baru bermain selama  satu tahun di negara saya, saya orang Paris, saya tidak ingin  meninggalkan negara saya seperti itu. Saya ingin menjadi pemain hebat di  sini. Real Madrid akan menunggu, itu menurut saya,&amp;rsquo;&amp;rdquo; ungkap Vasilyev,  melansir dari Daily Mail, Senin (4/11/2019).

&amp;ldquo;Saya mengatakan kepadanya, 'Kylian, Anda benar.' Dia ingin menang.  Dan tentu saja Liga Champions harus dimenangkan untuk pemain seperti  itu. Jika dia menang bersama Paris (PSG), itu lebih baik. Dia tetap  menjadi orang yang sama, Kylian yang sama,&amp;rdquo; tandas Vasilyev.</description><content:encoded>MONACO &amp;ndash; Mantan Wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev, mengungkapkan bahwa pada bursa transfer musim panas 2017 Kylian Mbappe sebenarnya hampir bergabung dengan Real Madrid. Akan tetapi, Mbappe menolak ide tersebut dan lebih memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Pada musim kompetisi 2016-2017, Mbappe sejatinya mencatatkan performa gemilang berama Monaco. Pasalnya, Mbappe tidak hanya mengantarkan Monaco juara Liga Prancis, namun juga membawa mereka tampil di semifinal Liga Champions. Tak ayal, kondisi tersebut membuat sang penyerang muda mendapat banyak tawaran di akhir musim.
Baca juga: Real Madrid Gagal Bungkam Betis, Zidane Tidak Kecewa

Vadim tidak memungkiri bahwa Mbappe memiliki keinginan untuk bisa bergabung dengan klub besar seperti Madrid. Meski demikian, saat itu Mbappe merasa terlalu cepat jika harus pindah ke Madrid. Terlebih lagi, ia baru satu musim berlaga di kasta tertinggi Liga Prancis.
Maka dari itu, ketimbang bergabung dengan Madrid, Mbappe lebih memilih berseragam PSG. Ia ingin memperbaiki kualitasnya terlebih dahulu dan mencari pengalaman. Saat itu Mbappe yakin bahwa Madrid akan tetap menunggunya hingga ia benar-benar siap.

&amp;ldquo;Kenapa dia tidak bergabung dengan Real? Dia berkata, &amp;lsquo;Vadim, jauh di  lubuk hati saya, saya merasa ini terlalu dini. Saya baru bermain selama  satu tahun di negara saya, saya orang Paris, saya tidak ingin  meninggalkan negara saya seperti itu. Saya ingin menjadi pemain hebat di  sini. Real Madrid akan menunggu, itu menurut saya,&amp;rsquo;&amp;rdquo; ungkap Vasilyev,  melansir dari Daily Mail, Senin (4/11/2019).

&amp;ldquo;Saya mengatakan kepadanya, 'Kylian, Anda benar.' Dia ingin menang.  Dan tentu saja Liga Champions harus dimenangkan untuk pemain seperti  itu. Jika dia menang bersama Paris (PSG), itu lebih baik. Dia tetap  menjadi orang yang sama, Kylian yang sama,&amp;rdquo; tandas Vasilyev.</content:encoded></item></channel></rss>
