<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Alasan Man United Akan Pertahankan Solskjaer hingga Akhir Musim Ini</title><description>Solskjaer dihadapkan situasi genting, tetapi ada tiga alasan yang membuatnya bisa bertahan di Man United hingga akhir musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini"/><item><title>3 Alasan Man United Akan Pertahankan Solskjaer hingga Akhir Musim Ini</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 19:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini-8FdagXXqFd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ole Gunnar Solskjaer (Foto: Laman resmi Man United)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/45/2120137/3-alasan-man-united-akan-pertahankan-solskjaer-hingga-akhir-musim-ini-8FdagXXqFd.jpg</image><title>Ole Gunnar Solskjaer (Foto: Laman resmi Man United)</title></images><description>PELATIH Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dihadapkan situasi genting pada saat ini. Alasannya sederhana, klub berjuluk The Red Devils tersebut sedang mengalami performa buruk akhir-akhir ini.
Ada perbedaan pendapat di antara para penggemar untuk menilai kinerja pelatih berpaspor Norwegia tersebut. Baru-baru ini, Solskjaer nyaris memberi kemenangan untuk Man United saat melawan Liverpool. Meski pada akhirnya hasilnya imbang, tetapi Solskjaer berhasil menghentikan rekor 100% Liverpool.
Akan tetapi, hasil tersebut bukan satu-satunya peniliaian untuk Solskjaer. Apalagi Man United masih berjarak dua poin dari zona degradasi di Liga Inggris saat ini. Meski begitu, Solskjaer bisa saja aman dari pemecatan, bahkan hingga akhir musim. Lalu alasan apa yang bisa menyebabkan Man United tetap mempertahankan Solskjaer? Beriktu tiga alasan tersebut, yang dilansir dari Sportskeeda.
3. Kurangnya Alternatif yang Tepat
Seandainya Pep Guardiola tersedia, Man United mungkin akan segera memecat Solskjaer. Hal yang sama juga akan terjadi jika Jurgen Klopp tersedia. Tetapi hal itu tidak akan mungkin terjadi sekarang. Mungkin satu-satunya pelatih penting yang bisa menarik perhatian Man United adalah Massimiliano Allegri.
Meski begitu menarik Allegri adalah risiko. Karena dia tidak memiliki pengalaman di Liga Inggris dan belum tentu Man United akan moncer bersama Allegri. Sebagai catatan, Jose Mourinho juga tidak memiliki pekerjaan, tetapi Man United tidak akan mungkin melakukan hal tersebut.
Dengan demikian, keputusan terbaik Man United adalah tetap dengan Ole Gunnar Solskjaer untuk saat ini.

2. Tim Kurang Kompetitif
Solskjaer berada di ujung tanduk dengan kemarahan para penggemar Man  United. Namun, pemain berpaspor Norwegia tersebut kurang beruntung  karena dihadapkan dengan para pemain yang cedera pada musim ini.
Man United harus kehilangan Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke  Shaw untuk sebagian besar pertandingan sejauh ini. Sementara Martial  kembali ke bangku cadangan melawan Liverpool, Pogba dan Shaw belum bugar  sepenuhnya.
Ketidakmampuan Man United untuk memperkuat skuad di bursa transfer  musim panas menjadi alasan The Red Devils sedikit suram. Man United  membuat tiga pemain bintang keluar yang tentu saja menjadi kerugian  tersendiri. Jelas skuad ini tidak berada pada level yang diperlukan,  sehingga Solskjaer tidak pantas untuk diadili.
1. Rencana Jangka Panjang Man United
Perbaikan jangka pendek belum bekerja sejauh ini untuk Man United.   Jelas sekarang Man United membutuhkan rencana jangka panjang. Man United   telah menunjuk empat pelatih sejak Sir Alex Ferguson pensiun, tetapi   masih belum saja membaik. Dengan demikian, Man United tidak boleh hanya   berfokus pada pelatih, tetapi soal masa depan pemain juga.
Kepercayaan Solskjaer terhadap para pemian muda Man United adalah   basis yang tepat untuk memulai rencana pembangunan kembali. Ia sangat   sadar akan tuntutan mengelola klub terbesar di Inggris. Keputusannya   sejauh ini pun menunjukkan bahwa ia memiliki rencana jangka panjang yang   jelas.
Ini bisa menjadi alasan besar mengapa Solskjaer bisa mengakhiri   kariernya sebagai pelatih hingga musim 2019-2020. Dengan pasukan yang   sepenuhnya fit dan taktik yang menekan, Solskjaer akan mampu mengubah   musim Man United. Performa melawan Liverpool hanyalah awal dari   perjalanan mereka ke arah yang benar.
</description><content:encoded>PELATIH Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, dihadapkan situasi genting pada saat ini. Alasannya sederhana, klub berjuluk The Red Devils tersebut sedang mengalami performa buruk akhir-akhir ini.
Ada perbedaan pendapat di antara para penggemar untuk menilai kinerja pelatih berpaspor Norwegia tersebut. Baru-baru ini, Solskjaer nyaris memberi kemenangan untuk Man United saat melawan Liverpool. Meski pada akhirnya hasilnya imbang, tetapi Solskjaer berhasil menghentikan rekor 100% Liverpool.
Akan tetapi, hasil tersebut bukan satu-satunya peniliaian untuk Solskjaer. Apalagi Man United masih berjarak dua poin dari zona degradasi di Liga Inggris saat ini. Meski begitu, Solskjaer bisa saja aman dari pemecatan, bahkan hingga akhir musim. Lalu alasan apa yang bisa menyebabkan Man United tetap mempertahankan Solskjaer? Beriktu tiga alasan tersebut, yang dilansir dari Sportskeeda.
3. Kurangnya Alternatif yang Tepat
Seandainya Pep Guardiola tersedia, Man United mungkin akan segera memecat Solskjaer. Hal yang sama juga akan terjadi jika Jurgen Klopp tersedia. Tetapi hal itu tidak akan mungkin terjadi sekarang. Mungkin satu-satunya pelatih penting yang bisa menarik perhatian Man United adalah Massimiliano Allegri.
Meski begitu menarik Allegri adalah risiko. Karena dia tidak memiliki pengalaman di Liga Inggris dan belum tentu Man United akan moncer bersama Allegri. Sebagai catatan, Jose Mourinho juga tidak memiliki pekerjaan, tetapi Man United tidak akan mungkin melakukan hal tersebut.
Dengan demikian, keputusan terbaik Man United adalah tetap dengan Ole Gunnar Solskjaer untuk saat ini.

2. Tim Kurang Kompetitif
Solskjaer berada di ujung tanduk dengan kemarahan para penggemar Man  United. Namun, pemain berpaspor Norwegia tersebut kurang beruntung  karena dihadapkan dengan para pemain yang cedera pada musim ini.
Man United harus kehilangan Paul Pogba, Anthony Martial, dan Luke  Shaw untuk sebagian besar pertandingan sejauh ini. Sementara Martial  kembali ke bangku cadangan melawan Liverpool, Pogba dan Shaw belum bugar  sepenuhnya.
Ketidakmampuan Man United untuk memperkuat skuad di bursa transfer  musim panas menjadi alasan The Red Devils sedikit suram. Man United  membuat tiga pemain bintang keluar yang tentu saja menjadi kerugian  tersendiri. Jelas skuad ini tidak berada pada level yang diperlukan,  sehingga Solskjaer tidak pantas untuk diadili.
1. Rencana Jangka Panjang Man United
Perbaikan jangka pendek belum bekerja sejauh ini untuk Man United.   Jelas sekarang Man United membutuhkan rencana jangka panjang. Man United   telah menunjuk empat pelatih sejak Sir Alex Ferguson pensiun, tetapi   masih belum saja membaik. Dengan demikian, Man United tidak boleh hanya   berfokus pada pelatih, tetapi soal masa depan pemain juga.
Kepercayaan Solskjaer terhadap para pemian muda Man United adalah   basis yang tepat untuk memulai rencana pembangunan kembali. Ia sangat   sadar akan tuntutan mengelola klub terbesar di Inggris. Keputusannya   sejauh ini pun menunjukkan bahwa ia memiliki rencana jangka panjang yang   jelas.
Ini bisa menjadi alasan besar mengapa Solskjaer bisa mengakhiri   kariernya sebagai pelatih hingga musim 2019-2020. Dengan pasukan yang   sepenuhnya fit dan taktik yang menekan, Solskjaer akan mampu mengubah   musim Man United. Performa melawan Liverpool hanyalah awal dari   perjalanan mereka ke arah yang benar.
</content:encoded></item></channel></rss>
