<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Pelatih Ungkap Penyesalan Neymar Gabung PSG</title><description>Neymar dinilai sudah bukan pemain top dunia lagi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg"/><item><title>Mantan Pelatih Ungkap Penyesalan Neymar Gabung PSG</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg</guid><pubDate>Minggu 20 Oktober 2019 03:18 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg-qZxyEVNCzP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Neymar da Silva (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/20/51/2119208/mantan-pelatih-ungkap-penyesalan-neymar-gabung-psg-qZxyEVNCzP.jpg</image><title>Neymar da Silva (Foto: AFP)</title></images><description>SAO PAULO &amp;ndash; Sudah menjadi rahasia umum bahwa penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar da Silva, ingin sekali hengkang dari klubnya tersebut. Mantan pelatih Neymar di Santos, Muricy Ramalho pun menerangkan bahwa sang pemain sebenarnya menyesal bergabung dengan PSG.
Menurut Ramalho, Liga Prancis memiliki kualitas yang buruk, sehingga hal itu membuat Neymar tidak berkembang. Neymar memang mampu mencetak banyak gol di Liga Prancis bersama PSG, namun ketika tampil di Liga Champions, mereka selalu babak belur.
Baca juga: Messi Akui Tolak Tawaran Kontrak Seumur Hidup dari Barcelona

Hal itulah yang dinilai Ramalho membuat Neymar menyesal karena sang pemain tak bisa benar-benar bersaing di level tertinggi. Kondisi tersebut tentunya berbeda dengan Neymar di Barcelona. Saat berada di Barca, Neymar selalu dituntut untuk menampilkan performa terbaiknya karena lawan-lawan yang dihadapi tangguh.
&amp;ldquo;Bagi saya ketika Neymar berada di Santos, ia berada di atas dan di Barcelona juga. Barcelona dan Santos adalah yang terbaik untuknya. PSG, tidak terlalu. Bahkan mencetak gol tidak banyak artinya, karena Liga Prancis lemah,&amp;rdquo; ucap Ramalho, menyadur dari Express, Minggu (20/10/2019).
Pada bursa transfer musim panas 2019, Neymar sangat santer dikabarkan  bakal kembali ke Barca. Bahkan topik tersebut telah menjadi pembicaraan  di antara para pemain Barce, termasuk Lionel Messi dan Luis Suarez.  Hanya saja, Messi sadar bahwa sulit untuk membawa Neymar kembali ke  Barca.

&amp;ldquo;Topik kepulangannya adalah hal yang rumit. Pertama, karena sulit  baginya untuk pergi dari sana. Kedua, mengenai cara dia pergi (dari  Barcelona). Ada orang-orang di klub dan pemegang tiket musiman yang  tidak menginginkannya kembali,&amp;rdquo; jelas Messi.
</description><content:encoded>SAO PAULO &amp;ndash; Sudah menjadi rahasia umum bahwa penyerang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar da Silva, ingin sekali hengkang dari klubnya tersebut. Mantan pelatih Neymar di Santos, Muricy Ramalho pun menerangkan bahwa sang pemain sebenarnya menyesal bergabung dengan PSG.
Menurut Ramalho, Liga Prancis memiliki kualitas yang buruk, sehingga hal itu membuat Neymar tidak berkembang. Neymar memang mampu mencetak banyak gol di Liga Prancis bersama PSG, namun ketika tampil di Liga Champions, mereka selalu babak belur.
Baca juga: Messi Akui Tolak Tawaran Kontrak Seumur Hidup dari Barcelona

Hal itulah yang dinilai Ramalho membuat Neymar menyesal karena sang pemain tak bisa benar-benar bersaing di level tertinggi. Kondisi tersebut tentunya berbeda dengan Neymar di Barcelona. Saat berada di Barca, Neymar selalu dituntut untuk menampilkan performa terbaiknya karena lawan-lawan yang dihadapi tangguh.
&amp;ldquo;Bagi saya ketika Neymar berada di Santos, ia berada di atas dan di Barcelona juga. Barcelona dan Santos adalah yang terbaik untuknya. PSG, tidak terlalu. Bahkan mencetak gol tidak banyak artinya, karena Liga Prancis lemah,&amp;rdquo; ucap Ramalho, menyadur dari Express, Minggu (20/10/2019).
Pada bursa transfer musim panas 2019, Neymar sangat santer dikabarkan  bakal kembali ke Barca. Bahkan topik tersebut telah menjadi pembicaraan  di antara para pemain Barce, termasuk Lionel Messi dan Luis Suarez.  Hanya saja, Messi sadar bahwa sulit untuk membawa Neymar kembali ke  Barca.

&amp;ldquo;Topik kepulangannya adalah hal yang rumit. Pertama, karena sulit  baginya untuk pergi dari sana. Kedua, mengenai cara dia pergi (dari  Barcelona). Ada orang-orang di klub dan pemegang tiket musiman yang  tidak menginginkannya kembali,&amp;rdquo; jelas Messi.
</content:encoded></item></channel></rss>
