<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Formula PSSI Menjaga Prestasi Calon Bintang Muda Garuda</title><description>Sekjen PSSI, Ratu Tisha, beberkan formula PSSI untuk menjaga prestasi para bintang muda Garuda.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda"/><item><title>Formula PSSI Menjaga Prestasi Calon Bintang Muda Garuda</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda</guid><pubDate>Jum'at 18 Oktober 2019 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda-k9pntIb25i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia U-19 saat kalahkan China 3-1 di laga persahabatan (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/51/2118684/formula-pssi-menjaga-prestasi-calon-bintang-muda-garuda-k9pntIb25i.jpeg</image><title>Timnas Indonesia U-19 saat kalahkan China 3-1 di laga persahabatan (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terus berusaha menjaga performa para bintang muda Tim Nasional (Timnas) Indonesia agar bisa terus kompetitif dan tidak loyo ketika masuk ke jenjang senior. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan setidaknya ada lima formula untuk menjaga prestasi para bintang muda Garuda yang sudah dirintis sejak tahun 2018 lalu.
&quot;Pertama, para pemain muda ini akan terus ditempa dalam kompetisi berjenjang Elite Pro Academy (EPA) yang telah dirintis oleh klub-klub profesional. Di dalamnya juga ada program Garuda Select yang membuka kesempatan pemain untuk mendapatkan pelatihan dan lawan tanding terbaik,&quot; ujar Ratu Tisha.
Baca juga: Timnas Indonesia U-19 Cetak Tiga Gol Indah ke Gawang China, Fakhri Tidak Kaget

Kedua, Garuda Select yang merupakan bibit-bibit terbaik jebolan EPA juga akan dikirim ke negara-negara sepakbola yang lebih maju seperti Inggris dan Italia. &quot;Kerjasama dengan Football Association (FA) Inggris membuka peluang pemain muda kita bersaing dan bermain di Eropa. Tak hanya itu, pelatih juga mendapatkan pengalaman di area coaching education sekelas klub Eropa,&quot; kata Tisha melanjutkan.
Formula ketiga adalah membuka kerjasama dengan Royal Sports Medicine dalam upaya penanganan dan monitoring pemulihan cedera pemain. PSSI juga mendirikan medical science team sebagai implementasi menjaga bintang-bintang muda untuk tetap fit dan bebas cedera.Tisha juga menekankan sepakbola modern yang perlu didukung dengan  sports science dan football science yang memadai. PSSI sudah menjalin  kerjasama dengan universitas dan membuka Tim PSSI Football Science  secara terpusat.
&quot;Mulai tahun depan, 18 klub di Liga 1 juga akan  diwajibkan punya tim football science-nya masing-masing,&quot; lanjutnya.

Formula terakhir yang tak kalah penting adalah dengan meningkatkan  kualitas dan profesionalitas staf medis, dokter, fisioterapis, dan ahli  gizi di klub serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi ujung tombak  bibit pemain muda.
&quot;Monitoring pertumbuhan fisik, nutrisi, medis  olahraga juga penanganan cedera menjadi faktor krusial untuk menjaga  pemain-pemain junior saat ini agar bisa terus bersaing di level senior,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terus berusaha menjaga performa para bintang muda Tim Nasional (Timnas) Indonesia agar bisa terus kompetitif dan tidak loyo ketika masuk ke jenjang senior. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan setidaknya ada lima formula untuk menjaga prestasi para bintang muda Garuda yang sudah dirintis sejak tahun 2018 lalu.
&quot;Pertama, para pemain muda ini akan terus ditempa dalam kompetisi berjenjang Elite Pro Academy (EPA) yang telah dirintis oleh klub-klub profesional. Di dalamnya juga ada program Garuda Select yang membuka kesempatan pemain untuk mendapatkan pelatihan dan lawan tanding terbaik,&quot; ujar Ratu Tisha.
Baca juga: Timnas Indonesia U-19 Cetak Tiga Gol Indah ke Gawang China, Fakhri Tidak Kaget

Kedua, Garuda Select yang merupakan bibit-bibit terbaik jebolan EPA juga akan dikirim ke negara-negara sepakbola yang lebih maju seperti Inggris dan Italia. &quot;Kerjasama dengan Football Association (FA) Inggris membuka peluang pemain muda kita bersaing dan bermain di Eropa. Tak hanya itu, pelatih juga mendapatkan pengalaman di area coaching education sekelas klub Eropa,&quot; kata Tisha melanjutkan.
Formula ketiga adalah membuka kerjasama dengan Royal Sports Medicine dalam upaya penanganan dan monitoring pemulihan cedera pemain. PSSI juga mendirikan medical science team sebagai implementasi menjaga bintang-bintang muda untuk tetap fit dan bebas cedera.Tisha juga menekankan sepakbola modern yang perlu didukung dengan  sports science dan football science yang memadai. PSSI sudah menjalin  kerjasama dengan universitas dan membuka Tim PSSI Football Science  secara terpusat.
&quot;Mulai tahun depan, 18 klub di Liga 1 juga akan  diwajibkan punya tim football science-nya masing-masing,&quot; lanjutnya.

Formula terakhir yang tak kalah penting adalah dengan meningkatkan  kualitas dan profesionalitas staf medis, dokter, fisioterapis, dan ahli  gizi di klub serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi ujung tombak  bibit pemain muda.
&quot;Monitoring pertumbuhan fisik, nutrisi, medis  olahraga juga penanganan cedera menjadi faktor krusial untuk menjaga  pemain-pemain junior saat ini agar bisa terus bersaing di level senior,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
