<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eriksen Kurang Glamor untuk Jadi Pemain Madrid</title><description>Eriksen dinilai lebih cocok bergabung dengan Bayern Munich ketimbang Real Madrid.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid"/><item><title>Eriksen Kurang Glamor untuk Jadi Pemain Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid</guid><pubDate>Jum'at 18 Oktober 2019 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid-8mJXVMWULA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/18/51/2118641/eriksen-kurang-glamor-untuk-jadi-pemain-madrid-8mJXVMWULA.jpg</image><title>Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen (Foto: AFP)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, sejak bursa transfer musim panas 2019 telah santer dikaitkan dengan Real Madrid. Akan tetapi, menurut mantan penggawa Timnas Denmark, Stig Tofting, Eriksen kurang glamor untuk menjadi pemain Madrid.
Ketimbang bergabung dengan Madrid, Tofting justru menilai kalau Eriksen bakal lebih cocok berseragam Bayern Munich. Menurutnya, Bayern akan membuat Eriksen bisa menampilkan permainan terbaiknya. Terlebih  lagi, Bayern juga dianggapnya cocok dengan karakter Eriksen yang tertutup.
Baca juga: Pogba Kepergok Ngobrol dengan Zidane di Dubai, Pertanda Hengkang?

Sementara itu, jika bergabung dengan Madrid, maka Eriksen akan menjadi pusat perhatian, yang mana hal itu bertentangan dengan karakter yang dimiliki sang gelandang. Tofting menilai Eriksen berbeda dengan Paul Pogba yang selalu ingin diperhatikan.
&amp;ldquo;Saya lebih suka melihat Christian di Bayern Munich. Dengan Real Madrid, dia harus menjual sejumlah besar jersey dan dia bukan anak yang glamor. Di Madrid, seorang pria yang kuat duduk di kalkulator berpikir: 'Berapa banyak biaya Eriksen dan berapa jersey yang bisa dia jual?'&amp;rdquo; ujar Tofting, melansir dari Sport1, Jumat (18/10/2019).
&quot;Christian bukan superstar besar, dia tidak besar, dia tidak ingin  menjadi pusat perhatian, dia bukan Pogba. Dia sangat tertutup dan  merendah. Dia membiarkan kakinya yang berbicara. Bagi saya, Christian  saat ini adalah pemain Denmark terbaik di dunia dan dia adalah talenta  terbesar di Denmark sejak Michael Laudrup,&amp;rdquo; tambah Tofting.

Saat ini kontrak Eriksen bersama Tottenham hanya akan berlaku hingga  30 Juni 2020. Dengan kata lain, gelandang 27 tahun itu bisa meninggalkan  Tottenham dengan gratis musim panas mendatang jika pihak klub tidak  bisa meyakinkan Eriksen untuk memperbarui kontraknya. Selain Madrid dan  Bayern, Manchester United juga cukup santer dikaitkan dengan Eriksen.
</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Gelandang Tottenham Hotspur, Christian Eriksen, sejak bursa transfer musim panas 2019 telah santer dikaitkan dengan Real Madrid. Akan tetapi, menurut mantan penggawa Timnas Denmark, Stig Tofting, Eriksen kurang glamor untuk menjadi pemain Madrid.
Ketimbang bergabung dengan Madrid, Tofting justru menilai kalau Eriksen bakal lebih cocok berseragam Bayern Munich. Menurutnya, Bayern akan membuat Eriksen bisa menampilkan permainan terbaiknya. Terlebih  lagi, Bayern juga dianggapnya cocok dengan karakter Eriksen yang tertutup.
Baca juga: Pogba Kepergok Ngobrol dengan Zidane di Dubai, Pertanda Hengkang?

Sementara itu, jika bergabung dengan Madrid, maka Eriksen akan menjadi pusat perhatian, yang mana hal itu bertentangan dengan karakter yang dimiliki sang gelandang. Tofting menilai Eriksen berbeda dengan Paul Pogba yang selalu ingin diperhatikan.
&amp;ldquo;Saya lebih suka melihat Christian di Bayern Munich. Dengan Real Madrid, dia harus menjual sejumlah besar jersey dan dia bukan anak yang glamor. Di Madrid, seorang pria yang kuat duduk di kalkulator berpikir: 'Berapa banyak biaya Eriksen dan berapa jersey yang bisa dia jual?'&amp;rdquo; ujar Tofting, melansir dari Sport1, Jumat (18/10/2019).
&quot;Christian bukan superstar besar, dia tidak besar, dia tidak ingin  menjadi pusat perhatian, dia bukan Pogba. Dia sangat tertutup dan  merendah. Dia membiarkan kakinya yang berbicara. Bagi saya, Christian  saat ini adalah pemain Denmark terbaik di dunia dan dia adalah talenta  terbesar di Denmark sejak Michael Laudrup,&amp;rdquo; tambah Tofting.

Saat ini kontrak Eriksen bersama Tottenham hanya akan berlaku hingga  30 Juni 2020. Dengan kata lain, gelandang 27 tahun itu bisa meninggalkan  Tottenham dengan gratis musim panas mendatang jika pihak klub tidak  bisa meyakinkan Eriksen untuk memperbarui kontraknya. Selain Madrid dan  Bayern, Manchester United juga cukup santer dikaitkan dengan Eriksen.
</content:encoded></item></channel></rss>
