<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Albertini: Tirulah Juventus, Milan!</title><description>Albertini meminta agar manajemen Milan meniru cara Juve mengelolah klubnya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan"/><item><title>Albertini: Tirulah Juventus, Milan!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan</guid><pubDate>Kamis 17 Oktober 2019 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan-XJNaKIiBHf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain  AC Milan (Foto: Twitter @acmilan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/17/47/2117967/albertini-tirulah-juventus-milan-XJNaKIiBHf.jpg</image><title>Para pemain  AC Milan (Foto: Twitter @acmilan)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Salah satu legenda AC Milan, Demetrio Albertini, memberikan komentar kiprah mantan klubnya tersebut di musim 2019-2020. Albertini meminta agar manajemen Milan bisa meniru apa yang dilakukan Juventus dalam mengelolah klubnya hingga sesukses seperti saat ini.
Sebagaimana diketahui, kiprah Milan di musim ini memang jauh dari kata memuaskan. Skuad Rossoneri &amp;ndash;julukan Milan&amp;ndash; bahkan harus terpaku di posisi ke-13 pada klasemen sementara Liga Italia 2019-2020 dengan koleksi 9 poin dari 7 laga yang sudah dimainkan.

Penampilan minor tersebut bahkan sampai-sampai membuat manajemen Milan memecat Marco Giampaolo sebagai pelatih mereka. Milan lalumenunjuk Stefano Pioli sebagai suksesor eks juru taktik Sampdoria tersebut.
Baca Juga: Keputusan Milan Pecat Giampaolo Dikritik Legendanya
Menurut pandangan Albertini, masalah utama yang sedang dihadapi Milan justru sebenarnya ada pada manajemen mereka. Padahal di jajaran direksi Milan saat ini terdapat dua sosok legendaris, yakni Paolo Maldini dan Zvonimir Boban.Albertini menuntut agar dua mantan rekan setimnya tersebut untuk bisa  memberikan kontribusi terhadap perbaikkan Milan. Albertini pun tidak  segan meminta agar mantan klubnya tersebut belajar kepada manajemen Juve  yang jauh lebih profesional dalam mengelolah klub.
&amp;ldquo;Semua orang tahu betapa pedulinya mereka terhadap Milan, tapi  kemudian kita harus melihat apa hasilnya. Masalah sebenarnya di Milan  adalah setiap tahun mereka harus memulai dari awal dan benar-benar  mengabaikan apa yang sudah mereka bangun sebelumnya,&amp;rdquo; ucap Albertini,  seperti disadur La Gazzetta dello Sport, Kamis (17/10/2019).

&amp;ldquo;Klub seperti Milan tidak bisa berpikir untuk mengambil hasil  sekaligus dalam satu hari. Mereka harus selalu punya target untuk  mencapai puncak. Menargetkan tempat di Liga Champions adalah hal minimal  yang harus mereka lakukan. Memenangkannya akan menjadi mimpi, tapi saya  tidak bisa memikirkan target lain selain finis dalam empat besar,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Baca Juga: Galliani Yakin Pioli adalah Pilihan yang Tepat untuk Milan
&amp;ldquo;Ini adalah kartu kemenangan yang dimainkan oleh Juventus dalam  beberapa tahun terakhir, yakni sebuah klub yang menjadi modern dengan  tetap mempertahankan rasa memiliki klub yang luar biasa. Milan  seharusnya melakukan hal yang sama seperti Juve,&amp;rdquo; tuntas pria berusia 48  tahun itu.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Salah satu legenda AC Milan, Demetrio Albertini, memberikan komentar kiprah mantan klubnya tersebut di musim 2019-2020. Albertini meminta agar manajemen Milan bisa meniru apa yang dilakukan Juventus dalam mengelolah klubnya hingga sesukses seperti saat ini.
Sebagaimana diketahui, kiprah Milan di musim ini memang jauh dari kata memuaskan. Skuad Rossoneri &amp;ndash;julukan Milan&amp;ndash; bahkan harus terpaku di posisi ke-13 pada klasemen sementara Liga Italia 2019-2020 dengan koleksi 9 poin dari 7 laga yang sudah dimainkan.

Penampilan minor tersebut bahkan sampai-sampai membuat manajemen Milan memecat Marco Giampaolo sebagai pelatih mereka. Milan lalumenunjuk Stefano Pioli sebagai suksesor eks juru taktik Sampdoria tersebut.
Baca Juga: Keputusan Milan Pecat Giampaolo Dikritik Legendanya
Menurut pandangan Albertini, masalah utama yang sedang dihadapi Milan justru sebenarnya ada pada manajemen mereka. Padahal di jajaran direksi Milan saat ini terdapat dua sosok legendaris, yakni Paolo Maldini dan Zvonimir Boban.Albertini menuntut agar dua mantan rekan setimnya tersebut untuk bisa  memberikan kontribusi terhadap perbaikkan Milan. Albertini pun tidak  segan meminta agar mantan klubnya tersebut belajar kepada manajemen Juve  yang jauh lebih profesional dalam mengelolah klub.
&amp;ldquo;Semua orang tahu betapa pedulinya mereka terhadap Milan, tapi  kemudian kita harus melihat apa hasilnya. Masalah sebenarnya di Milan  adalah setiap tahun mereka harus memulai dari awal dan benar-benar  mengabaikan apa yang sudah mereka bangun sebelumnya,&amp;rdquo; ucap Albertini,  seperti disadur La Gazzetta dello Sport, Kamis (17/10/2019).

&amp;ldquo;Klub seperti Milan tidak bisa berpikir untuk mengambil hasil  sekaligus dalam satu hari. Mereka harus selalu punya target untuk  mencapai puncak. Menargetkan tempat di Liga Champions adalah hal minimal  yang harus mereka lakukan. Memenangkannya akan menjadi mimpi, tapi saya  tidak bisa memikirkan target lain selain finis dalam empat besar,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Baca Juga: Galliani Yakin Pioli adalah Pilihan yang Tepat untuk Milan
&amp;ldquo;Ini adalah kartu kemenangan yang dimainkan oleh Juventus dalam  beberapa tahun terakhir, yakni sebuah klub yang menjadi modern dengan  tetap mempertahankan rasa memiliki klub yang luar biasa. Milan  seharusnya melakukan hal yang sama seperti Juve,&amp;rdquo; tuntas pria berusia 48  tahun itu.</content:encoded></item></channel></rss>
