<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AC Milan Adalah Jebakan Maut untuk Para Pelatih</title><description>Legenda AC Milan, Alessandro Nesta, menilai bahwa saat ini mantan klubnya tersebut merupakan jebakan maut untuk para pelatih.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih"/><item><title>AC Milan Adalah Jebakan Maut untuk Para Pelatih</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih-CFjXG7ubC5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain AC Milan berbaris (Foto: Media AC Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/47/2117269/ac-milan-adalah-jebakan-maut-untuk-para-pelatih-CFjXG7ubC5.jpg</image><title>Pemain AC Milan berbaris (Foto: Media AC Milan)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Legenda AC Milan, Alessandro Nesta, menilai bahwa saat ini mantan klubnya tersebut merupakan jebakan maut untuk para pelatih. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir, siapa pun pelatih yang menangani Milan selalu berujung dengan pemecatan.
Sejak ditinggal oleh Massimiliano Allegri pada 2014, Milan tercatat telah ditangani oleh delapan pelatih berbeda. Di antara nama-nama tersebut terdapat beberapa yang merupakan legenda mereka sendiri, seperti Clarence Seedorf. Filippo Inzaghi, dan Gennaro Gattuso.
Baca juga: Berlusconi Minta AC Milan Dikembalikan kepadanya agar Berjaya Lagi

Nesta sendiri sebenarnya ingin melihat Milan kembali berjaya seperti di masa lalu. Akan tetapi, dengan begitu seringnya berganti-ganti pelatih, ia memandang itu bukanlah cara yang tepat. Pasalnya, setiap kali berganti pelatih, maka Rossoneri harus mulai dari awal lagi dalam membentuk permainan tim.
&amp;ldquo;Saya percaya bahwa dalam beberapa waktu terakhir, AC Milan telah menjadi jebakan maut bagi para pelatih. Beberapa mantan rekan setim saya telah melakukannya dengan baik, yang lain mungkin kurang begitu, tetapi mereka semua tiba dalam situasi yang sulit,&amp;rdquo; tutur Nesta, menyadur dari Sempre Milan, Selasa (15/10/2019).
&amp;ldquo;Kombinasi Paolo Maldini-Zvonimir Boban (di jajaran manajemen) benar,  tetapi perubahan beberapa manajer dan pemilik belum lama ini membuat  klub harus mulai dari awal setiap waktu. Saya pikir waktu akan sangat  penting untuk mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan itu bagus atau  tidak,&amp;rdquo; lanjut Nesta.

Teranyar Milan baru saja mendepak Marco Giampaolo sebagai pelatih dan  digantikan dengan Stefano Pioli. Giampaolo sebenarnya baru direkrut  Milan pada Juni 2019 dan memiliki masa kontrak dua tahun. Akan tetapi,  karena bersama Giampaolo Milan telah menelan empat kekalahan dalam tujuh  laga perdana Liga Italia 2019-2020, manajemen pada akhirnya memecatnya.
</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Legenda AC Milan, Alessandro Nesta, menilai bahwa saat ini mantan klubnya tersebut merupakan jebakan maut untuk para pelatih. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir, siapa pun pelatih yang menangani Milan selalu berujung dengan pemecatan.
Sejak ditinggal oleh Massimiliano Allegri pada 2014, Milan tercatat telah ditangani oleh delapan pelatih berbeda. Di antara nama-nama tersebut terdapat beberapa yang merupakan legenda mereka sendiri, seperti Clarence Seedorf. Filippo Inzaghi, dan Gennaro Gattuso.
Baca juga: Berlusconi Minta AC Milan Dikembalikan kepadanya agar Berjaya Lagi

Nesta sendiri sebenarnya ingin melihat Milan kembali berjaya seperti di masa lalu. Akan tetapi, dengan begitu seringnya berganti-ganti pelatih, ia memandang itu bukanlah cara yang tepat. Pasalnya, setiap kali berganti pelatih, maka Rossoneri harus mulai dari awal lagi dalam membentuk permainan tim.
&amp;ldquo;Saya percaya bahwa dalam beberapa waktu terakhir, AC Milan telah menjadi jebakan maut bagi para pelatih. Beberapa mantan rekan setim saya telah melakukannya dengan baik, yang lain mungkin kurang begitu, tetapi mereka semua tiba dalam situasi yang sulit,&amp;rdquo; tutur Nesta, menyadur dari Sempre Milan, Selasa (15/10/2019).
&amp;ldquo;Kombinasi Paolo Maldini-Zvonimir Boban (di jajaran manajemen) benar,  tetapi perubahan beberapa manajer dan pemilik belum lama ini membuat  klub harus mulai dari awal setiap waktu. Saya pikir waktu akan sangat  penting untuk mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan itu bagus atau  tidak,&amp;rdquo; lanjut Nesta.

Teranyar Milan baru saja mendepak Marco Giampaolo sebagai pelatih dan  digantikan dengan Stefano Pioli. Giampaolo sebenarnya baru direkrut  Milan pada Juni 2019 dan memiliki masa kontrak dua tahun. Akan tetapi,  karena bersama Giampaolo Milan telah menelan empat kekalahan dalam tujuh  laga perdana Liga Italia 2019-2020, manajemen pada akhirnya memecatnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
