<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rabiot dan De Ligt Belum Maksimal, Dirketur Juventus: Nedved Juga Begitu</title><description>Fabio Paratici menilai Matthijs de Ligt dan Adrien Rabiot hanya butuh waktu untuk adaptasi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu"/><item><title>Rabiot dan De Ligt Belum Maksimal, Dirketur Juventus: Nedved Juga Begitu</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu-4UeIfXUmL1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Matthijs de Ligt berlatih (Foto: Media Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/47/2117194/rabiot-dan-de-ligt-belum-maksimal-dirketur-juventus-nedved-juga-begitu-4UeIfXUmL1.jpg</image><title>Matthijs de Ligt berlatih (Foto: Media Juventus)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Juventus merupakan klub Italia yang dianggap melakukan belanja pemain paling baik di bursa transfer musim panas 2019. Pasalnya, mereka berhasil menggaet sejumlah pemain muda potensial, seperti Matthijs De Ligt dan Adrien Rabiot. Akan tetapi, kedua pemain tersebut justru belum mampu menampilkan performa yang memuaskan.
De Ligt merupakan pemain yang mendapat kritik paling pedas. Pasalnya, bek 20 tahun itu ditebus dengan harga fantastis, yakni 85 juta euro, namun tak mampu memberikan penampilan yang mengesankan sebagaimana saat ia masih berseragam Ajax Amsterdam. Pada pertandingan melawan Inter Milan, De Ligt melakukan handball yang membuat Nerazzurri mendapat hadiah penalti.
Baca juga: Cetak 700 Gol, Ronaldo: Rekor yang Mencari Saya!

De Ligt sendiri sebenarnya tidak direncanakan untuk menjadi andalan Juve dalam waktu dekat. Sebab, Pelath Juve, Maurizio Sarri, sadar kalau bek asal Belanda itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Akan tetapi, karena Giorgio Chiellini, maka De Ligt pun terpaksa mengorbit lebih cepat.
Sementara itu, Rabiot nampak kesulitan untuk menembus posisi starter di Juve. Sejauh ini Sarri lebih suka memainkan nama-nama lama seperti Miralem Pjanic, Sami Khedira, dan Blaise Matuidi. Kondisi ini pada akhirnya membuat Rabiot dirumorkan bakal meninggalkan Bianconeri dalam waktu dekat.

Kendati demikian, Direktur Olahraga Juve, Fabio Paratici, tidak  khawatir dengan performa De Ligt dan Rabiot tersebut. Menurutnya, mereka  hanya butuh waktu untuk beradaptasi. Karena sebelum ini, Pavel Nedved  yang bersinar terang di Liga Italia juga sempat kesulitan tampil bagus  di Juve. Apalagi De Ligt dan Rabiot yang berasal dari liga lain.

&amp;ldquo;Bahkan Nedved, ketika dia tiba di Turin, memiliki masalah  beradaptasi dengan tim selama berbulan-bulan dan dia selalu mengingatkan  saya. Saya yakin Matthijs akan memberi kami kepuasan besar. Rabiot  membutuhkan waktu, tidak mudah untuk kembali bermain setelah lama keluar  (tidak dimainkan),&amp;rdquo; terang Paratici, mengutip dari Football Italia,  Selasa (15/10/2019).</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Juventus merupakan klub Italia yang dianggap melakukan belanja pemain paling baik di bursa transfer musim panas 2019. Pasalnya, mereka berhasil menggaet sejumlah pemain muda potensial, seperti Matthijs De Ligt dan Adrien Rabiot. Akan tetapi, kedua pemain tersebut justru belum mampu menampilkan performa yang memuaskan.
De Ligt merupakan pemain yang mendapat kritik paling pedas. Pasalnya, bek 20 tahun itu ditebus dengan harga fantastis, yakni 85 juta euro, namun tak mampu memberikan penampilan yang mengesankan sebagaimana saat ia masih berseragam Ajax Amsterdam. Pada pertandingan melawan Inter Milan, De Ligt melakukan handball yang membuat Nerazzurri mendapat hadiah penalti.
Baca juga: Cetak 700 Gol, Ronaldo: Rekor yang Mencari Saya!

De Ligt sendiri sebenarnya tidak direncanakan untuk menjadi andalan Juve dalam waktu dekat. Sebab, Pelath Juve, Maurizio Sarri, sadar kalau bek asal Belanda itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Akan tetapi, karena Giorgio Chiellini, maka De Ligt pun terpaksa mengorbit lebih cepat.
Sementara itu, Rabiot nampak kesulitan untuk menembus posisi starter di Juve. Sejauh ini Sarri lebih suka memainkan nama-nama lama seperti Miralem Pjanic, Sami Khedira, dan Blaise Matuidi. Kondisi ini pada akhirnya membuat Rabiot dirumorkan bakal meninggalkan Bianconeri dalam waktu dekat.

Kendati demikian, Direktur Olahraga Juve, Fabio Paratici, tidak  khawatir dengan performa De Ligt dan Rabiot tersebut. Menurutnya, mereka  hanya butuh waktu untuk beradaptasi. Karena sebelum ini, Pavel Nedved  yang bersinar terang di Liga Italia juga sempat kesulitan tampil bagus  di Juve. Apalagi De Ligt dan Rabiot yang berasal dari liga lain.

&amp;ldquo;Bahkan Nedved, ketika dia tiba di Turin, memiliki masalah  beradaptasi dengan tim selama berbulan-bulan dan dia selalu mengingatkan  saya. Saya yakin Matthijs akan memberi kami kepuasan besar. Rabiot  membutuhkan waktu, tidak mudah untuk kembali bermain setelah lama keluar  (tidak dimainkan),&amp;rdquo; terang Paratici, mengutip dari Football Italia,  Selasa (15/10/2019).</content:encoded></item></channel></rss>
