<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ronaldo: Saya Tak Pernah Bermaksud Khianati Inter Milan!</title><description>Ronaldo mengaku tidak pernah bermaksud mengkhianati Inter.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan"/><item><title>Ronaldo: Saya Tak Pernah Bermaksud Khianati Inter Milan!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan</guid><pubDate>Minggu 13 Oktober 2019 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan-2qSNf6b5TO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luis Ronaldo (Foto: Zimbio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/13/47/2116395/ronaldo-saya-tak-pernah-bermaksud-khianati-inter-milan-2qSNf6b5TO.jpg</image><title>Luis Ronaldo (Foto: Zimbio)</title></images><description>SAO PAOLO &amp;ndash; Luis Nazario de Lima atau yang dikenal Ronaldo mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Inter Milan pada musim panas 2002. Ronaldo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat hengkang dari Inter untuk bergabung dengan Real Madrid pada saat itu.
Sebagaimana diketahui, Ronaldo memang dicap sebagai salah satu pengkhianat terbesar dalam sejarah Inter. Padahal, jasa I Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter&amp;ndash; dalam perjalanan karier Ronaldo sebagai pesepakbola profesional sangat besar.
Ya, Inter adalah klub yang berhasil melambungkan nama Ronaldo sebagai salah satu pesepakbola ternama. Bahkan, manajemen Inter rela menghabiskan banyak waktu dan kesabaran untuk merawat Ronaldo yang sempat mengalami cedera parah.

Akan tetapi hubungan antara Ronaldo dan Inter memanas pada musim panas 2002. Apalagi kalau bukan keputusan Ronaldo yang menerima pinangan dari Real Madrid. Pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang itu pun pindah ke Madrid dengan nilai transfer 45 juta euro atau sekira Rp701 miliar.
Baca Juga: Inter Bakal Perpanjang Kontrak Lautaro Martinez, Barcelona Siap-Siap Gigit Jari
Sejak saat itu, hubungan antara Ronaldo dan para pendukung Inter juga tidak akur. Bahkan jelang laga derby della madoninna di Liga Italia musim 2007-2008, pendukun Inter menyebut Ronaldo seperti badut lantaran memiliki berat badan yang tak ideal. Ronaldo pun membalasnya dengan sebuah gol serta seleberasi ikonik di hadapan pendukung Inter.Meski begitu, Ronaldo sendiri mengakui bahwa dirinya sama sekali  tidak pernah berniat mengkhianati Inter serta Internisti &amp;ndash;sebutan  pendukung Inter. Ronaldo menyebut faktor Hector Cuper yang kala itu  membesut Inter jadi alasan ia akhirnya pindah ke Madrid.
&amp;ldquo;Saya tak pernah ingin meninggalkan Inter, karena saya merasa itu  rumah saya dan akan di sana seumur hidup. Saya tidak pernah menemui  presiden dan meminta memecat pelatih, itu tidak tampak benar dan itu  bukan saya,&amp;rdquo; ungkap Ronaldo, seperti dikutip dari La Gazzetta dello  Sport, Minggu (13/10/2019).
&amp;ldquo;Bagaimanapun juga, kami mencapai titik dengan Cuper di mana saya  tidak bisa berbuat apapun. Dia sama sekali tidak memperlakukan saya  dengan baik. Saya tidak tahu apakah meraih gelar juara Liga Italia akan  mengubah pikiran saya,&amp;rdquo; sambung pria berusia 43 tahun itu.

&amp;ldquo;Saya yakin Massimo Moratti (mantan Presiden Inter) akan mendepak  Cuper, jadi itu kejutan buruk bagi saya ketika dia mendukung sang  pelatih. Pada saat itu, karena saya terlalu arogan, saya memutuskan  untuk hengkang ke Liga Spanyol (untuk gabung Madrid).&amp;rdquo;
Baca Juga: Antonio Conte Bawa Mentalitas Pemenang ke Inter Milan
&amp;ldquo;Kota yang sebelumnya mencintai saya, sekarang membenci saya. Saya  membutuhkan perlindungan polisi. Itu sungguh sulit. Saya menyayangi  Moratti, dia seperti ayah bagi saya. Kami mencapai titik pada hubungan  itu di mana kami mengakui kita berdua melakukan kesalahan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>SAO PAOLO &amp;ndash; Luis Nazario de Lima atau yang dikenal Ronaldo mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Inter Milan pada musim panas 2002. Ronaldo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat hengkang dari Inter untuk bergabung dengan Real Madrid pada saat itu.
Sebagaimana diketahui, Ronaldo memang dicap sebagai salah satu pengkhianat terbesar dalam sejarah Inter. Padahal, jasa I Nerazzurri &amp;ndash;julukan Inter&amp;ndash; dalam perjalanan karier Ronaldo sebagai pesepakbola profesional sangat besar.
Ya, Inter adalah klub yang berhasil melambungkan nama Ronaldo sebagai salah satu pesepakbola ternama. Bahkan, manajemen Inter rela menghabiskan banyak waktu dan kesabaran untuk merawat Ronaldo yang sempat mengalami cedera parah.

Akan tetapi hubungan antara Ronaldo dan Inter memanas pada musim panas 2002. Apalagi kalau bukan keputusan Ronaldo yang menerima pinangan dari Real Madrid. Pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang itu pun pindah ke Madrid dengan nilai transfer 45 juta euro atau sekira Rp701 miliar.
Baca Juga: Inter Bakal Perpanjang Kontrak Lautaro Martinez, Barcelona Siap-Siap Gigit Jari
Sejak saat itu, hubungan antara Ronaldo dan para pendukung Inter juga tidak akur. Bahkan jelang laga derby della madoninna di Liga Italia musim 2007-2008, pendukun Inter menyebut Ronaldo seperti badut lantaran memiliki berat badan yang tak ideal. Ronaldo pun membalasnya dengan sebuah gol serta seleberasi ikonik di hadapan pendukung Inter.Meski begitu, Ronaldo sendiri mengakui bahwa dirinya sama sekali  tidak pernah berniat mengkhianati Inter serta Internisti &amp;ndash;sebutan  pendukung Inter. Ronaldo menyebut faktor Hector Cuper yang kala itu  membesut Inter jadi alasan ia akhirnya pindah ke Madrid.
&amp;ldquo;Saya tak pernah ingin meninggalkan Inter, karena saya merasa itu  rumah saya dan akan di sana seumur hidup. Saya tidak pernah menemui  presiden dan meminta memecat pelatih, itu tidak tampak benar dan itu  bukan saya,&amp;rdquo; ungkap Ronaldo, seperti dikutip dari La Gazzetta dello  Sport, Minggu (13/10/2019).
&amp;ldquo;Bagaimanapun juga, kami mencapai titik dengan Cuper di mana saya  tidak bisa berbuat apapun. Dia sama sekali tidak memperlakukan saya  dengan baik. Saya tidak tahu apakah meraih gelar juara Liga Italia akan  mengubah pikiran saya,&amp;rdquo; sambung pria berusia 43 tahun itu.

&amp;ldquo;Saya yakin Massimo Moratti (mantan Presiden Inter) akan mendepak  Cuper, jadi itu kejutan buruk bagi saya ketika dia mendukung sang  pelatih. Pada saat itu, karena saya terlalu arogan, saya memutuskan  untuk hengkang ke Liga Spanyol (untuk gabung Madrid).&amp;rdquo;
Baca Juga: Antonio Conte Bawa Mentalitas Pemenang ke Inter Milan
&amp;ldquo;Kota yang sebelumnya mencintai saya, sekarang membenci saya. Saya  membutuhkan perlindungan polisi. Itu sungguh sulit. Saya menyayangi  Moratti, dia seperti ayah bagi saya. Kami mencapai titik pada hubungan  itu di mana kami mengakui kita berdua melakukan kesalahan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
