<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Roberto Carlos Ungkap Sisi Gelap Los Galacticos</title><description>Pada masanya pemain Real Madrid pernah memiliki pengaruh dan kuasa ketimbang pelatih.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos"/><item><title>Roberto Carlos Ungkap Sisi Gelap Los Galacticos</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2019 06:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos-SNRkHCvQ9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Real Madrid saat era Los Galacticos jilid 1 (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/12/46/2116002/roberto-carlos-ungkap-sisi-gelap-los-galacticos-SNRkHCvQ9O.jpg</image><title>Real Madrid saat era Los Galacticos jilid 1 (Foto: AFP)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Pada medio 2000-an awal, Real Madrid mengumpulkan banyak pemain terbaik dunia, dari mulai Roberto Carlos, Ronaldo Nazario, Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham. Era itu pun membuat Madrid dikenal dengan sebutan Los Galacticos. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa kondisi Madrid kala itu memiliki sejumlah sisi gelap.
Dalam sebuah wawancara, Roberto Carlos mengungkapkan bahwa pada saat itu para pemain bintang Madrid mengendalikan ruang ganti. Dalam artian, pelatih tak memiliki wewenang untuk mengatur gaya hidup maupun kesukaan pemain. Bahkan, pelatih bisa dipecat dari Madrid kala itu jika menentang pemain.
Baca juga: Wenger: Hazard Takkan Bisa Gantikan Ronaldo di Madrid

Pada saat itu, para pemain Madrid terbiasa minum anggur dan bir di hari-hari menjelang pertandingan. Kebiasaan tersebut nyatanya tak disenangi oleh Vanderlei Luxemburgo yang menjadi pelatih Madrid kala itu. Dengan tegas Luxemburgo meminta kepada para pemain untuk tidak minum-minum, apalagi menjelang pertandingan.
Carlos beserta para pemain Madrid lainnya telah mengingatkan Luxemburgo untuk tidak mencampuri hal tersebut. Akan tetapi, sang pelatih tetap bersikeras. Hasilnya, Luxemburgo hanya menangani Madrid selama tiga bulan. Ia dipecat lantaran tak bisa bergaul dengan para pemain.

&amp;ldquo;Saya ingat percakapan di antara dia, Ronaldo dan saya, ketika kami  memberi tahu dia, &amp;lsquo;Tuan, orang-orang di sini terbiasa dengan hal-hal  semacam ini, cobalah untuk tidak mengubahnya. Jangan mengambil anggur  atau bir dari kami, karena itu akan membuat Anda dalam masalah.&amp;rsquo; Dia  mengabaikan kami dan dia melarang anggur atau bir dari meja makan. Dia  hanya bertahan selama tiga bulan,&amp;rdquo; ungkap Carlos, melansir dari Live  Soccer TV, Sabtu (12/10/2019).

&quot;Ketika pertandingan berakhir, itu semua adalah jet pribadi. Kami  bertemu satu sama lain di terminal pribadi di Bandara Barajas. Anda  melihat Beckham pergi ke suatu tempat, Figo dan Zidane pergi ke tempat  lain, Ronaldo dan saya sendiri naik pesawat lain, dan kami harus  berkumpul kembali dalam dua hari! Saya berdoa agar pertandingan digelar  hari Sabtu, supaya saya bisa pergi dan menonton balapan Formula One. Itu  gila!&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Pada medio 2000-an awal, Real Madrid mengumpulkan banyak pemain terbaik dunia, dari mulai Roberto Carlos, Ronaldo Nazario, Luis Figo, Zinedine Zidane, hingga David Beckham. Era itu pun membuat Madrid dikenal dengan sebutan Los Galacticos. Akan tetapi, tak banyak yang tahu bahwa kondisi Madrid kala itu memiliki sejumlah sisi gelap.
Dalam sebuah wawancara, Roberto Carlos mengungkapkan bahwa pada saat itu para pemain bintang Madrid mengendalikan ruang ganti. Dalam artian, pelatih tak memiliki wewenang untuk mengatur gaya hidup maupun kesukaan pemain. Bahkan, pelatih bisa dipecat dari Madrid kala itu jika menentang pemain.
Baca juga: Wenger: Hazard Takkan Bisa Gantikan Ronaldo di Madrid

Pada saat itu, para pemain Madrid terbiasa minum anggur dan bir di hari-hari menjelang pertandingan. Kebiasaan tersebut nyatanya tak disenangi oleh Vanderlei Luxemburgo yang menjadi pelatih Madrid kala itu. Dengan tegas Luxemburgo meminta kepada para pemain untuk tidak minum-minum, apalagi menjelang pertandingan.
Carlos beserta para pemain Madrid lainnya telah mengingatkan Luxemburgo untuk tidak mencampuri hal tersebut. Akan tetapi, sang pelatih tetap bersikeras. Hasilnya, Luxemburgo hanya menangani Madrid selama tiga bulan. Ia dipecat lantaran tak bisa bergaul dengan para pemain.

&amp;ldquo;Saya ingat percakapan di antara dia, Ronaldo dan saya, ketika kami  memberi tahu dia, &amp;lsquo;Tuan, orang-orang di sini terbiasa dengan hal-hal  semacam ini, cobalah untuk tidak mengubahnya. Jangan mengambil anggur  atau bir dari kami, karena itu akan membuat Anda dalam masalah.&amp;rsquo; Dia  mengabaikan kami dan dia melarang anggur atau bir dari meja makan. Dia  hanya bertahan selama tiga bulan,&amp;rdquo; ungkap Carlos, melansir dari Live  Soccer TV, Sabtu (12/10/2019).

&quot;Ketika pertandingan berakhir, itu semua adalah jet pribadi. Kami  bertemu satu sama lain di terminal pribadi di Bandara Barajas. Anda  melihat Beckham pergi ke suatu tempat, Figo dan Zidane pergi ke tempat  lain, Ronaldo dan saya sendiri naik pesawat lain, dan kami harus  berkumpul kembali dalam dua hari! Saya berdoa agar pertandingan digelar  hari Sabtu, supaya saya bisa pergi dan menonton balapan Formula One. Itu  gila!&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
