<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>De Ligt Beberkan Pelajaran yang Didapatnya Selama Berkostum Juventus</title><description>Matthijs de Ligt mengungkapkan pelajaran yang didapatnya di Juventus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus"/><item><title>De Ligt Beberkan Pelajaran yang Didapatnya Selama Berkostum Juventus</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2019 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus-UOiHb3zJ9T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Matthijs de Ligt berlatih (Foto: Media Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/08/47/2114107/de-ligt-beberkan-pelajaran-yang-didapatnya-selama-berkostum-juventus-UOiHb3zJ9T.jpg</image><title>Matthijs de Ligt berlatih (Foto: Media Juventus)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Bek Juventus, Matthijs de Ligt, tidak memungkiri kalau dirinya membutuhkan waktu beradaptasi untuk bisa menampilkan performa apik bersama Bianconeri. Meski begitu, setelah sekitar tiga bulan bergabung, De Ligt merasa telah banyak mendapat pelajaran berharga.
Menurut De Ligt, pelajaran paling penting yang didapatnya sejauh ini adalah untuk tampil dengan percaya diri. Pasalnya, sebagai seorang bek muda yang ditebus dengan harga fantastis, yakni 85 juta euro, De Ligt selalu khawatir jika melakukan kesalahan.
Baca juga: Higuain Tidak Masalah Kerap Dicadangkan di Juventus

Pada akhirnya, kondisi tersebut justru membuat bek berpaspor Belanda itu tak mampu tampil maksimal. Teranyar di laga melawan Inter Milan, De Ligt melakukan handball yang membuat Nerazzurri mendapat hadiah penalti. Kendati begitu, ia percaya seiring berjalannya waktu performanya akan membaik.
&amp;ldquo;Pelajaran paling penting yang saya pelajari sejauh ini di Juventus adalah bahwa Anda membutuhkan kepercayaan diri. Pada awalnya, saya memperhatikan kalau diri saya terlalu khawatir untuk tidak membuat kesalahan dan itulah yang seharusnya tidak Anda lakukan,&amp;rdquo; beber De Ligt, melansir dari Mirror, Selasa (8/10/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak pernah bermain seperti itu dan dalam minggu-minggu  pertama saya terlalu fokus pada hal itu. Saya ingin bermain dengan  percaya diri lagi. Mungkin masih ada beberapa hal yang salah, tapi  setidaknya saya tahu pasti semuanya lebih baik dari sebelumnya. Sejak  laga melawan Atletico (Madrid) saya memiliki tren menanjak,&amp;rdquo; lanjutnya.

&quot;Kritik yang Anda dapatkan setelah pertandingan adalah bagian dari  kesepakatan. Sayangnya, itu adalah kehidupan seorang bek. Anda  menyeimbangkan pada garis tipis bermain baik atau buruk. Tentu saja saya  lebih suka tidak memberikan tendangan penalti (untuk lawan), tetapi  pada akhirnya kami menang (melawan Inter) dan itulah yang penting,&amp;rdquo;  tuntas bek 20 tahun itu.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Bek Juventus, Matthijs de Ligt, tidak memungkiri kalau dirinya membutuhkan waktu beradaptasi untuk bisa menampilkan performa apik bersama Bianconeri. Meski begitu, setelah sekitar tiga bulan bergabung, De Ligt merasa telah banyak mendapat pelajaran berharga.
Menurut De Ligt, pelajaran paling penting yang didapatnya sejauh ini adalah untuk tampil dengan percaya diri. Pasalnya, sebagai seorang bek muda yang ditebus dengan harga fantastis, yakni 85 juta euro, De Ligt selalu khawatir jika melakukan kesalahan.
Baca juga: Higuain Tidak Masalah Kerap Dicadangkan di Juventus

Pada akhirnya, kondisi tersebut justru membuat bek berpaspor Belanda itu tak mampu tampil maksimal. Teranyar di laga melawan Inter Milan, De Ligt melakukan handball yang membuat Nerazzurri mendapat hadiah penalti. Kendati begitu, ia percaya seiring berjalannya waktu performanya akan membaik.
&amp;ldquo;Pelajaran paling penting yang saya pelajari sejauh ini di Juventus adalah bahwa Anda membutuhkan kepercayaan diri. Pada awalnya, saya memperhatikan kalau diri saya terlalu khawatir untuk tidak membuat kesalahan dan itulah yang seharusnya tidak Anda lakukan,&amp;rdquo; beber De Ligt, melansir dari Mirror, Selasa (8/10/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak pernah bermain seperti itu dan dalam minggu-minggu  pertama saya terlalu fokus pada hal itu. Saya ingin bermain dengan  percaya diri lagi. Mungkin masih ada beberapa hal yang salah, tapi  setidaknya saya tahu pasti semuanya lebih baik dari sebelumnya. Sejak  laga melawan Atletico (Madrid) saya memiliki tren menanjak,&amp;rdquo; lanjutnya.

&quot;Kritik yang Anda dapatkan setelah pertandingan adalah bagian dari  kesepakatan. Sayangnya, itu adalah kehidupan seorang bek. Anda  menyeimbangkan pada garis tipis bermain baik atau buruk. Tentu saja saya  lebih suka tidak memberikan tendangan penalti (untuk lawan), tetapi  pada akhirnya kami menang (melawan Inter) dan itulah yang penting,&amp;rdquo;  tuntas bek 20 tahun itu.</content:encoded></item></channel></rss>
