<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Emery Pilih Granit Xhaka Jadi Kapten Arsenal</title><description>Xhaka menjadi pemain yang bakal menjadi kapten Arsenal di musim 2019-2020.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal"/><item><title>Ini Alasan Emery Pilih Granit Xhaka Jadi Kapten Arsenal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal</guid><pubDate>Sabtu 28 September 2019 04:07 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal-9VvO7oeHTS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapten Arsenal, Granit Xhaka. (Foto: Media Arsenal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/28/45/2110339/ini-alasan-emery-pilih-granit-xhaka-jadi-kapten-arsenal-9VvO7oeHTS.jpg</image><title>Kapten Arsenal, Granit Xhaka. (Foto: Media Arsenal)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Arsenal telah mempercayakan kapten mereka untuk musim 2019-2020 ini kepada Granit Xhaka. Pemain asal Swiss itu berhasil mengalahkan rekan setimnya, yakni Pierre-Emerick Aubameyang, Hector Bellerin, Alexandre Lacazette, dan Mesut Ozil, untuk menjadi pemimpin dari klub berjuluk The Gunners tersebut.
Setelah pengumuman terpilihnya Xhaka menjadi kapten Arsenal, banyak pihak yang tidak setuju dan ada juga yang mendukung keputusan sang pelatih, Unai Emery, dalam memilih kapten dari tim itu. Salah satu pihak yang kurang setuju terpilihnya Xhaka menjadi kapten adalah legenda Arsenal, yakni Martin Keown.
Baca Juga: Man United Tengah Terpuruk, Solskjaer Kagum dengan Dukungan Fans

Akan tetapi, Emery menegaskan ada alasan yang cukup kuat hingga pada akhirnya ia memastikan Xhaka layak menjadi kapten Aubameyang dan kawan-kawan. Salah satu alasan Emery memilih Xhaka adalah karena pemain berusia 27 tahun itu dianggapnya sangat matang dan berpengalaman menghadapi tekanan.
Emery juga ingin mengubah pendapat orang-orang tentang Xhaka. Pasalnya banyak yang tidak tahu bahwa Xhaka adalah salah satu sosok yang paling disenangi di ruang ganti Arsenal karena jiwa kepemimpinannya. Emery ingin semua orang, khususnya pendukung Arsenal melihat itu semua. Ia yakin Xhaka mampu mengemban tugas untuk menjadi pemimpin Arsenal.&amp;ldquo;Pertama, dia (Xhaka) matang dan dia memiliki pengalaman. Kami semua hidup dalam tekanan, baik itu pelatih, para pemain, dan klub ini. Tapi yang paling terpenting adalah kami dapat berdiri disetiap momen, terus maju dan untuknya mampu memperlihatkan kualitasnya, perilakunya, dan dengan komitmennya, serta di ruang ganti para pemainnya memilihnya sebagai yang pertama,&amp;rdquo; ucap Emery, mengutip dari laman resmi Arsenal, Sabtu (28/9/2019).
&amp;ldquo;Saya sudah berbicara kepadanya dan kami ingin mengubah opini di luar sana karena rasa hormat yang dia miliki di ruang ganti sangat, sangat penting. Dia harus terus maju, bermain berkembang, dxan berkomitmen,&amp;rdquo; tambah mantan pelatih PSG dan Sevilla itu.

&amp;ldquo;Saya percaya dan yakin kepadanya dan dia adalah sosok pria yang baik. Pemain yang profesional dan sangat baik. Mungkin dia terkadang suka membuat kesalahan, itu benar, namun hal yang terpenting adalah cara dia belajar dan memperbaikinya di masa depan. Tantangannya adalah untuk mengubah pendapat itu (keraguan Xhaka sebagai kapten Arsenal) dan menunjukkan kepribadiannya serta terus mengembangkannya di laga selanjutnya. Tak lupa untuk terus membantu kami,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Arsenal telah mempercayakan kapten mereka untuk musim 2019-2020 ini kepada Granit Xhaka. Pemain asal Swiss itu berhasil mengalahkan rekan setimnya, yakni Pierre-Emerick Aubameyang, Hector Bellerin, Alexandre Lacazette, dan Mesut Ozil, untuk menjadi pemimpin dari klub berjuluk The Gunners tersebut.
Setelah pengumuman terpilihnya Xhaka menjadi kapten Arsenal, banyak pihak yang tidak setuju dan ada juga yang mendukung keputusan sang pelatih, Unai Emery, dalam memilih kapten dari tim itu. Salah satu pihak yang kurang setuju terpilihnya Xhaka menjadi kapten adalah legenda Arsenal, yakni Martin Keown.
Baca Juga: Man United Tengah Terpuruk, Solskjaer Kagum dengan Dukungan Fans

Akan tetapi, Emery menegaskan ada alasan yang cukup kuat hingga pada akhirnya ia memastikan Xhaka layak menjadi kapten Aubameyang dan kawan-kawan. Salah satu alasan Emery memilih Xhaka adalah karena pemain berusia 27 tahun itu dianggapnya sangat matang dan berpengalaman menghadapi tekanan.
Emery juga ingin mengubah pendapat orang-orang tentang Xhaka. Pasalnya banyak yang tidak tahu bahwa Xhaka adalah salah satu sosok yang paling disenangi di ruang ganti Arsenal karena jiwa kepemimpinannya. Emery ingin semua orang, khususnya pendukung Arsenal melihat itu semua. Ia yakin Xhaka mampu mengemban tugas untuk menjadi pemimpin Arsenal.&amp;ldquo;Pertama, dia (Xhaka) matang dan dia memiliki pengalaman. Kami semua hidup dalam tekanan, baik itu pelatih, para pemain, dan klub ini. Tapi yang paling terpenting adalah kami dapat berdiri disetiap momen, terus maju dan untuknya mampu memperlihatkan kualitasnya, perilakunya, dan dengan komitmennya, serta di ruang ganti para pemainnya memilihnya sebagai yang pertama,&amp;rdquo; ucap Emery, mengutip dari laman resmi Arsenal, Sabtu (28/9/2019).
&amp;ldquo;Saya sudah berbicara kepadanya dan kami ingin mengubah opini di luar sana karena rasa hormat yang dia miliki di ruang ganti sangat, sangat penting. Dia harus terus maju, bermain berkembang, dxan berkomitmen,&amp;rdquo; tambah mantan pelatih PSG dan Sevilla itu.

&amp;ldquo;Saya percaya dan yakin kepadanya dan dia adalah sosok pria yang baik. Pemain yang profesional dan sangat baik. Mungkin dia terkadang suka membuat kesalahan, itu benar, namun hal yang terpenting adalah cara dia belajar dan memperbaikinya di masa depan. Tantangannya adalah untuk mengubah pendapat itu (keraguan Xhaka sebagai kapten Arsenal) dan menunjukkan kepribadiannya serta terus mengembangkannya di laga selanjutnya. Tak lupa untuk terus membantu kami,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
