<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FAM Desak FIFA Larang Laga Internasional Digelar di Jakarta </title><description>FAM meminta FIFA mengambil langkah tegas agar tidak terulang kericuhan seperti di Jakarta.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta"/><item><title>FAM Desak FIFA Larang Laga Internasional Digelar di Jakarta </title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta</guid><pubDate>Senin 09 September 2019 07:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta-sfZITdxzxf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Federasi Sepakbola Malaysia menyarankan Indonesia dilarang menggelar pertandingan level internasional di SUGBK (Foto: Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/09/51/2102280/fam-desak-fifa-larang-laga-internasional-digelar-di-jakarta-sfZITdxzxf.jpeg</image><title>Federasi Sepakbola Malaysia menyarankan Indonesia dilarang menggelar pertandingan level internasional di SUGBK (Foto: Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Kericuhan yang dilakukan oknum suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia berbuntut panjang. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) memastikan akan melaporkan kericuhan tersebut kepada FIFA. Tak puas sampai di sana, mereka menyarankan agar seluruh laga internasional dilarang digelar di Jakarta sebagai bentuk hukuman.
Seperti diketahui, laga antara Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis 5 September 2019 malam WIB, diwarnai kericuhan. Puluhan suporter melakukan tindakan tidak terpuji dengan melempari berbagai benda ke arah pendukung Malaysia.

Baca juga: Tak Semua Anarkis, Sejumlah Suporter Timnas Indonesia Peduli Kebersihan SUGBK
Aksi tersebut menyebabkan seorang suporter asal Malaysia harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ratusan Ultras Malaya harus dievakuasi dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis) usai laga demi menghindari konflik. Situasi tersebut membuat Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin, kecewa.&amp;ldquo;Kami tahu PSSI dan otoritas di Indonesia bekerja keras untuk menghindari insiden, tetapi mereka kewalahan menghadapi banyaknya suporter. FAM melakukan yang terbaik untuk menghindari insiden serupa terulang,&amp;rdquo; ujar Datuk Hamidin Mohd Amin, mengutip dari Bernama, Senin (9/9/2019).
&amp;ldquo;Apa yang terjadi tidak dibenarkan oleh FIFA. Pertama, suporter menyerbu lapangan, mereka menyanyikan lagu yang merendahkan pemain dan pendukung kami. Para pemain harus menaiki mobil Barracuda dan laga dihentikan selama beberapa menit. Ini semua tidak bisa diterima, tetapi kami menyerahkan kepada FIFA untuk tindakan selanjutnya,&amp;rdquo; imbuh Presiden FAM sejak Juli 2018 itu.

Hamidin meminta PSSI untuk mencari cara terbaik guna mendidik suporter agar menjamin keamanan dari setiap tim yang menjalani laga tandang di Jakarta. Ia menggaransi insiden serupa tidak akan terjadi di Stadion Nasional Bukit Jalil ketika Indonesia gantian melawat ke Malaysia pada 19 November 2019.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Kericuhan yang dilakukan oknum suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia berbuntut panjang. Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) memastikan akan melaporkan kericuhan tersebut kepada FIFA. Tak puas sampai di sana, mereka menyarankan agar seluruh laga internasional dilarang digelar di Jakarta sebagai bentuk hukuman.
Seperti diketahui, laga antara Timnas Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis 5 September 2019 malam WIB, diwarnai kericuhan. Puluhan suporter melakukan tindakan tidak terpuji dengan melempari berbagai benda ke arah pendukung Malaysia.

Baca juga: Tak Semua Anarkis, Sejumlah Suporter Timnas Indonesia Peduli Kebersihan SUGBK
Aksi tersebut menyebabkan seorang suporter asal Malaysia harus mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ratusan Ultras Malaya harus dievakuasi dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis) usai laga demi menghindari konflik. Situasi tersebut membuat Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin, kecewa.&amp;ldquo;Kami tahu PSSI dan otoritas di Indonesia bekerja keras untuk menghindari insiden, tetapi mereka kewalahan menghadapi banyaknya suporter. FAM melakukan yang terbaik untuk menghindari insiden serupa terulang,&amp;rdquo; ujar Datuk Hamidin Mohd Amin, mengutip dari Bernama, Senin (9/9/2019).
&amp;ldquo;Apa yang terjadi tidak dibenarkan oleh FIFA. Pertama, suporter menyerbu lapangan, mereka menyanyikan lagu yang merendahkan pemain dan pendukung kami. Para pemain harus menaiki mobil Barracuda dan laga dihentikan selama beberapa menit. Ini semua tidak bisa diterima, tetapi kami menyerahkan kepada FIFA untuk tindakan selanjutnya,&amp;rdquo; imbuh Presiden FAM sejak Juli 2018 itu.

Hamidin meminta PSSI untuk mencari cara terbaik guna mendidik suporter agar menjamin keamanan dari setiap tim yang menjalani laga tandang di Jakarta. Ia menggaransi insiden serupa tidak akan terjadi di Stadion Nasional Bukit Jalil ketika Indonesia gantian melawat ke Malaysia pada 19 November 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
