<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Conte Usai Lukaku Jadi Korban Rasisme Suporter Cagliari  </title><description>Antonio Conte meminta agar suporter di Italia lebih fokus mendukung tim kesayangan alih-alih menghina pemain lawan.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari"/><item><title>Permintaan Conte Usai Lukaku Jadi Korban Rasisme Suporter Cagliari  </title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari</guid><pubDate>Senin 02 September 2019 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari-eppa3XnMpR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte geram karena Romelu Lukaku jadi korban rasisme suporter tuan rumah (Foto: Situs resmi Inter Milan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/47/2099588/permintaan-conte-usai-lukaku-jadi-korban-rasisme-suporter-cagliari-eppa3XnMpR.jpg</image><title>Antonio Conte geram karena Romelu Lukaku jadi korban rasisme suporter tuan rumah (Foto: Situs resmi Inter Milan)</title></images><description>CAGLIARI &amp;ndash; Tindakan rasisme kembali menghantui sepakbola Italia. Kali ini, nyanyian bernada merendahkan itu terjadi pada laga Liga Italia 2019-2020 antara Cagliari vs Inter Milan di Stadion Sardegna Arena, Senin (2/9/2019) dini hari WIB.
Tifosi tuan rumah menyanyikan chant bernada rasisme terhadap penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, yang berkulit hitam. Beruntung, penyerang berkebangsaan Belgia itu tidak terpengaruh dengan provokasi suporter Cagliari, bahkan mencetak gol kemenangan I Nerazzurri lewat titik penalti.

Baca juga: Penalti Lukaku Bawa Inter Kalahkan Cagliari 2-1
Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mendesak pemangku kepentingan sepakbola di Italia untuk terus berjuang melawan rasisme. Kepada suporter, pelatih berkebangsaan Italia itu meminta agar lebih fokus mendukung tim kesayangannya, alih-alih mencela pemain lawan.&amp;ldquo;Kita harus melakukan banyak peningkatan di Italia dan lebih memiliki rasa hormat kepada orang-orang yang bekerja, secara umum,&amp;rdquo; ujar Antonio Conte, melansir dari Football Italia, Senin (2/9/2019).
&amp;ldquo;Ketika saya bekerja di luar negeri, para penggemar lebih sibuk mendukung tim kesayangannya, bukan menghabiskan 90 menit untuk menghina musuh,&amp;rdquo; imbuh eks juru taktik Chelsea tersebut.

Kemenangan tersebut untuk sementara menempatkan Inter Milan di puncak klasemen dengan enam poin. Milan Skriniar dan kawan-kawan unggul jumlah selisih gol dibandingkan Torino dan Juventus sehingga berhak berada di puncak walau punya poin yang sama.</description><content:encoded>CAGLIARI &amp;ndash; Tindakan rasisme kembali menghantui sepakbola Italia. Kali ini, nyanyian bernada merendahkan itu terjadi pada laga Liga Italia 2019-2020 antara Cagliari vs Inter Milan di Stadion Sardegna Arena, Senin (2/9/2019) dini hari WIB.
Tifosi tuan rumah menyanyikan chant bernada rasisme terhadap penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, yang berkulit hitam. Beruntung, penyerang berkebangsaan Belgia itu tidak terpengaruh dengan provokasi suporter Cagliari, bahkan mencetak gol kemenangan I Nerazzurri lewat titik penalti.

Baca juga: Penalti Lukaku Bawa Inter Kalahkan Cagliari 2-1
Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, mendesak pemangku kepentingan sepakbola di Italia untuk terus berjuang melawan rasisme. Kepada suporter, pelatih berkebangsaan Italia itu meminta agar lebih fokus mendukung tim kesayangannya, alih-alih mencela pemain lawan.&amp;ldquo;Kita harus melakukan banyak peningkatan di Italia dan lebih memiliki rasa hormat kepada orang-orang yang bekerja, secara umum,&amp;rdquo; ujar Antonio Conte, melansir dari Football Italia, Senin (2/9/2019).
&amp;ldquo;Ketika saya bekerja di luar negeri, para penggemar lebih sibuk mendukung tim kesayangannya, bukan menghabiskan 90 menit untuk menghina musuh,&amp;rdquo; imbuh eks juru taktik Chelsea tersebut.

Kemenangan tersebut untuk sementara menempatkan Inter Milan di puncak klasemen dengan enam poin. Milan Skriniar dan kawan-kawan unggul jumlah selisih gol dibandingkan Torino dan Juventus sehingga berhak berada di puncak walau punya poin yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
