<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pochettino Bicara soal Perbedaan Spurs dengan Arsenal</title><description>Pochettino akui adanya perbedaan filosofi Spurs dengan Arsenal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal"/><item><title>Pochettino Bicara soal Perbedaan Spurs dengan Arsenal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal</guid><pubDate>Minggu 01 September 2019 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal-kHpdMxmWRM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mauricio Pochettino. (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/01/45/2099305/pochettino-bicara-soal-perbedaan-spurs-dengan-arsenal-kHpdMxmWRM.jpg</image><title>Mauricio Pochettino. (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Big match akan tersaji di pekan keempat Liga Inggris 2019-2020 dengan mempertemukan Arsenal versus Tottenham Hotspur. Laga bertajuk Derby London Utara ini akan digelar di Stadion Emirates, Minggu (1/9/2019) malam WIB.
Jelang bentrok, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, membeberkan perbedaan yang terdapat antara timnya dengan Arsenal. Pochettino mengatakan perbedaan terletak pada filosofi kedua tim. Arsenal dalam beberapa tahun terakhir begitu aktif dalam mendatangkan pemain anyar.
BACA JUGA: Pochettino Optimis Bisa Bawa Tottenham Menangkan Derby London Utara 
Bahkan, mereka rela menggelontorkan dana besar demi membuat klub menjadi kian kukuh. Pada bursa transfer musim panas 2019, The Gunners &amp;ndash;julukan Arsenal&amp;ndash; kembali melakukan hal tersebut saat memboyong Nicolas Pepe dari Losc Lille. Mahar yang dikeluarkan memecahkan rekor transfer klub.

Kondisi ini dinilai Pochettino berbeda dengan yang terjadi di Spurs. Pada musim 2018-2019, tim berjuluk The Lilywhites itu bahkan tak mendatangkan seorang pun pemain. Mereka baru mulai bergeliat kembali di pasar transfer pada musim panas 2019 dengan mendatangkan empat pemain baru, yakni Tanguy Ndombele, Jack Clarke, Giovani Lo Celso, dan Ryan Sessegnon.Dengan kondisi ini, Pochettino merasa publik perlu melakukan pendekatan yang berbeda kala ingin membandingkan timnya dengan Arsenal. Sebab, ada perbedaan mencolok dalam filosofi kedua tim dalam mengatur skuadnya.
&amp;ldquo;Arsenal, dalam dua tahun terakhir, mengontrak Aubameyang, striker terbaik di Jerman; Lacazette, striker terbaik di Prancis; dan satu tahun setelahnya mendatangkan Pepe. Jika Anda melihat kami dalam lima tahun terakhir, sekarang striker utama kami adalah Harry Kane, tetapi striker spesifik kedua kami berusia 17 tahun, Troy Parrott. Itulah perbedaan kami,&amp;rdquo; ujar Pochettino, sebagaimana dikutip dari Goal, Minggu (1/9/2019).

&quot;Saya tidak ingin mengatakan salah atau yang lain baik. Hanya saja, cara kami bekerja benar-benar berbeda dan, setelah itu, kami perlu bersaing. Saya tidak ingin mengatakan salah satunya salah dan yang lain bagus, hanya saja cara kami beroperasi sudah sangat berbeda, kami harus berkompetisi seperi Mercedes dengan Ferrari, McLaren, Red Bull di Formula 1,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Setelah itu, kami berkompetisi di balapan yang sama. Jika Anda menilai, maka penilaian tersebut tidak hanya dari balapan tersebut, namun juga keseluruhan proses. Itulah mengapa terkadang adil dan terkadang juga tidak adil,&amp;rdquo; tukas pelatih berpaspor Argentina itu.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Big match akan tersaji di pekan keempat Liga Inggris 2019-2020 dengan mempertemukan Arsenal versus Tottenham Hotspur. Laga bertajuk Derby London Utara ini akan digelar di Stadion Emirates, Minggu (1/9/2019) malam WIB.
Jelang bentrok, pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, membeberkan perbedaan yang terdapat antara timnya dengan Arsenal. Pochettino mengatakan perbedaan terletak pada filosofi kedua tim. Arsenal dalam beberapa tahun terakhir begitu aktif dalam mendatangkan pemain anyar.
BACA JUGA: Pochettino Optimis Bisa Bawa Tottenham Menangkan Derby London Utara 
Bahkan, mereka rela menggelontorkan dana besar demi membuat klub menjadi kian kukuh. Pada bursa transfer musim panas 2019, The Gunners &amp;ndash;julukan Arsenal&amp;ndash; kembali melakukan hal tersebut saat memboyong Nicolas Pepe dari Losc Lille. Mahar yang dikeluarkan memecahkan rekor transfer klub.

Kondisi ini dinilai Pochettino berbeda dengan yang terjadi di Spurs. Pada musim 2018-2019, tim berjuluk The Lilywhites itu bahkan tak mendatangkan seorang pun pemain. Mereka baru mulai bergeliat kembali di pasar transfer pada musim panas 2019 dengan mendatangkan empat pemain baru, yakni Tanguy Ndombele, Jack Clarke, Giovani Lo Celso, dan Ryan Sessegnon.Dengan kondisi ini, Pochettino merasa publik perlu melakukan pendekatan yang berbeda kala ingin membandingkan timnya dengan Arsenal. Sebab, ada perbedaan mencolok dalam filosofi kedua tim dalam mengatur skuadnya.
&amp;ldquo;Arsenal, dalam dua tahun terakhir, mengontrak Aubameyang, striker terbaik di Jerman; Lacazette, striker terbaik di Prancis; dan satu tahun setelahnya mendatangkan Pepe. Jika Anda melihat kami dalam lima tahun terakhir, sekarang striker utama kami adalah Harry Kane, tetapi striker spesifik kedua kami berusia 17 tahun, Troy Parrott. Itulah perbedaan kami,&amp;rdquo; ujar Pochettino, sebagaimana dikutip dari Goal, Minggu (1/9/2019).

&quot;Saya tidak ingin mengatakan salah atau yang lain baik. Hanya saja, cara kami bekerja benar-benar berbeda dan, setelah itu, kami perlu bersaing. Saya tidak ingin mengatakan salah satunya salah dan yang lain bagus, hanya saja cara kami beroperasi sudah sangat berbeda, kami harus berkompetisi seperi Mercedes dengan Ferrari, McLaren, Red Bull di Formula 1,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Setelah itu, kami berkompetisi di balapan yang sama. Jika Anda menilai, maka penilaian tersebut tidak hanya dari balapan tersebut, namun juga keseluruhan proses. Itulah mengapa terkadang adil dan terkadang juga tidak adil,&amp;rdquo; tukas pelatih berpaspor Argentina itu.</content:encoded></item></channel></rss>
