<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal Tangani AS Monaco, Henry Masih Percaya Bisa Jadi Pelatih Sukses</title><description>Henry percaya masih bisa menjadi pelatih sukses jika tetap diberi kesempatan lebih lama lagi bersama AS Monaco.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses"/><item><title>Gagal Tangani AS Monaco, Henry Masih Percaya Bisa Jadi Pelatih Sukses</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2019 03:10 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses-7VXPFMr9ou.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Thierry Henry (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/22/51/2095054/gagal-tangani-as-monaco-henry-masih-percaya-bisa-jadi-pelatih-sukses-7VXPFMr9ou.jpg</image><title>Thierry Henry (Foto: Reuters)</title></images><description>LEGENDA sepakbola Prancis, Thierry Henry, terbilang memiliki masa jabatan yang sangat singkat kala menangani AS Monaco pada musim lalu. Namun, ia percaya masih bisa menjadi pelatih sukses jika tetap diberi kesempatan lebih lama lagi bersama AS Monaco.
Henry sendiri mengalami pengalaman pahit kala Oktober 2018, mantan klubnya itu meminta dirinya menjadi pelatih setelah pemecatan Leonardo Jardim. Monaco yang tengah berjuang melawan degradasi akhirnya memanggil Henry dengan harapan adanya peningkatan performa.
Baca juga Fiorentina Tersanjung Jadi Pilihan Franck Ribery
Tetapi keberadaan Monaco tidak lebih baik. Setelah tiga bulan, Henry kemudian dipecat dan kembali digantikan Jardim. Pencapaian Henry sendiri hanya empat kali menang dan lima imbang dari 20 pertandingan yang dilakoninya bersama Henry.

Terlepas dari kemuduran tersebut, Henry masih melihat dirinya sebagi seseorang yang mampu melatih klub di tingkat atas. Namun, ia menegaskan hal itu akan terjadi jika dirinya diberi kesempatan.
&amp;ldquo;Saya tidak berpikir  tentang negatif, saya berpikir tentang yang positif. Itu sebabnya saya pergi ke Monako dan itu sebabnya saya masih ingin menjadi pelatih. Anda berpikir tentang memiliki dampak positif,&amp;rdquo; ungkap Henry, mengutip dari Goal, Kamis (22/8/2019).&amp;ldquo;Sebut saya gila jika Anda mau, tapi saya suka sepakbola dan saya  yakin saya bisa menjadi pelatih yang sukses. Saya tidak memikirkan  kegagalan. Saya tidak suka mudah menyerah. Hal yang sama ketika saya  bergabung dengan Arsenal sebagai pemain, sama ketka saya pergi ke Belgia  dengan Roberto. Itu sebuah revolusi,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Saya tidak memiliki penyesalan tentang apa yang terjadi. Itu adalah  tugas yang sangat sulit dan saya merasa jika saya memiliki lebih banyak  waktu saya bisa melakukan lebih banyak. Tetapi jika Anda tidak  mendapatkan hasil, apa pun kondisinya, Anda harus pergi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>LEGENDA sepakbola Prancis, Thierry Henry, terbilang memiliki masa jabatan yang sangat singkat kala menangani AS Monaco pada musim lalu. Namun, ia percaya masih bisa menjadi pelatih sukses jika tetap diberi kesempatan lebih lama lagi bersama AS Monaco.
Henry sendiri mengalami pengalaman pahit kala Oktober 2018, mantan klubnya itu meminta dirinya menjadi pelatih setelah pemecatan Leonardo Jardim. Monaco yang tengah berjuang melawan degradasi akhirnya memanggil Henry dengan harapan adanya peningkatan performa.
Baca juga Fiorentina Tersanjung Jadi Pilihan Franck Ribery
Tetapi keberadaan Monaco tidak lebih baik. Setelah tiga bulan, Henry kemudian dipecat dan kembali digantikan Jardim. Pencapaian Henry sendiri hanya empat kali menang dan lima imbang dari 20 pertandingan yang dilakoninya bersama Henry.

Terlepas dari kemuduran tersebut, Henry masih melihat dirinya sebagi seseorang yang mampu melatih klub di tingkat atas. Namun, ia menegaskan hal itu akan terjadi jika dirinya diberi kesempatan.
&amp;ldquo;Saya tidak berpikir  tentang negatif, saya berpikir tentang yang positif. Itu sebabnya saya pergi ke Monako dan itu sebabnya saya masih ingin menjadi pelatih. Anda berpikir tentang memiliki dampak positif,&amp;rdquo; ungkap Henry, mengutip dari Goal, Kamis (22/8/2019).&amp;ldquo;Sebut saya gila jika Anda mau, tapi saya suka sepakbola dan saya  yakin saya bisa menjadi pelatih yang sukses. Saya tidak memikirkan  kegagalan. Saya tidak suka mudah menyerah. Hal yang sama ketika saya  bergabung dengan Arsenal sebagai pemain, sama ketka saya pergi ke Belgia  dengan Roberto. Itu sebuah revolusi,&amp;rdquo; tambahnya.

&amp;ldquo;Saya tidak memiliki penyesalan tentang apa yang terjadi. Itu adalah  tugas yang sangat sulit dan saya merasa jika saya memiliki lebih banyak  waktu saya bisa melakukan lebih banyak. Tetapi jika Anda tidak  mendapatkan hasil, apa pun kondisinya, Anda harus pergi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
