<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arif Putra Wicaksono Bicara Persaingan Sengit Jadi Ketum PSSI</title><description>Arif Putra Wicaksono mengaku tak gentar dalam menghadapi persaingan sengit menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi"/><item><title>Arif Putra Wicaksono Bicara Persaingan Sengit Jadi Ketum PSSI</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi-v6VI7FAPtS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Arif Putra Wicaksono (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/49/2090952/arif-putra-wicaksono-bicara-persaingan-sengit-jadi-ketum-pssi-v6VI7FAPtS.jpeg</image><title>Arif Putra Wicaksono (Foto: Bagas Abdiel/Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  CEO Nine Sport Inc., Arif  Putra Wicaksono, mengaku tak gentar dalam menghadapi persaingan sengit menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI untuk periode 2020-2023. Ia akan mengandalkan program nyata yang telah ia buat untuk diusung pada pemilihan calon Ketum PSSI tersebut.

Arif pun tak menyangkal jika kelemahannya pada pencalonan kali ini adalah kurang memiliki suara dari para voters. Bahkan jika dibandingkan para pesaing lainnya, langkah Arif terbilang selangkah di belakang. Padahal voters sendiri akan menjadi penentu bagi seorang kandidat untuk terpilih menjadi Ketum PSSI yang baru.

Baca juga Calonkan Diri Jadi Ketum PSSI, Ini 3 Program yang Ditawarkan Arif Putra Wicaksono 

Akan tetapi, sebagai bentuk persyaratan mencalonkan diri, Arif mengaku telah mendapat dua dukungan dari klub di Indonesia. Namun, hal itu belumlah cukup. Karena itu, Arif mengaku akan menggunakan strategi berbeda untuk menarik hati para voters. Salah satu yang utama adalah membawa dan mengenalkan program konkret kepada para voters yang dipercaya bisa memajukan sepakbola Indonesia. Seperti berita sebelumnya ia mengusung tiga program yakni Club Licensing, Fans Management, dan VAR.



&quot;Jika bicara (pesaing) kandidat, saya optimis dengan diri saya dan itu menjadi alasan saya kenapa tergerak untuk maju, karena saya memiliki program yang benar-benar konkret untuk bisa memajukan sepakbola Indonesia,&quot; ungkap Arif di Jakarta, Senin (12/8/2019).&quot;(Untuk menarik suara voters) saya lebih berpikir, enggak mau masuk  ke dalam ritme yang biasa, bertemu voters dan segala macam. Tapi,  faktanya sepakbola Indonesia belum juga maju. Saya berpikir kenapa  enggak kita buat terobosan baru yang beda, bicara mengenai program  bagaimana memajukan sepakbola Indonesia bukan bicara mengenai program  bagaimana mempopulerkan nama saya di mata voters,&quot; tambahnya.



&quot;Salah satu cara saya (menembus para voters) dengan menawarkan  program bagaimana cara meningkatkan kualitas klub-klub atau sepakbola  Indonesia menjadi lebih baik lagi. Program itu sebuah program yang  menurut saya real dan amat sangat bisa dilakukan, kita bicarakan besok  langsung jalan pun langsung bisa,&quot; lanjutnya.

Pemilihan Ketum PSSI awalnya direncanakan pada 2 November 2019,  sesuai kesepakatan dalam KLB PSSI pada 27 Juni 2019. Hanya saja, FIFA  menolak wacana di atas dan mendesak PSSI untuk menggelar pemilihan Ketum  pada Januari 2020.</description><content:encoded>JAKARTA -  CEO Nine Sport Inc., Arif  Putra Wicaksono, mengaku tak gentar dalam menghadapi persaingan sengit menjadi Ketua Umum (Ketum) PSSI untuk periode 2020-2023. Ia akan mengandalkan program nyata yang telah ia buat untuk diusung pada pemilihan calon Ketum PSSI tersebut.

Arif pun tak menyangkal jika kelemahannya pada pencalonan kali ini adalah kurang memiliki suara dari para voters. Bahkan jika dibandingkan para pesaing lainnya, langkah Arif terbilang selangkah di belakang. Padahal voters sendiri akan menjadi penentu bagi seorang kandidat untuk terpilih menjadi Ketum PSSI yang baru.

Baca juga Calonkan Diri Jadi Ketum PSSI, Ini 3 Program yang Ditawarkan Arif Putra Wicaksono 

Akan tetapi, sebagai bentuk persyaratan mencalonkan diri, Arif mengaku telah mendapat dua dukungan dari klub di Indonesia. Namun, hal itu belumlah cukup. Karena itu, Arif mengaku akan menggunakan strategi berbeda untuk menarik hati para voters. Salah satu yang utama adalah membawa dan mengenalkan program konkret kepada para voters yang dipercaya bisa memajukan sepakbola Indonesia. Seperti berita sebelumnya ia mengusung tiga program yakni Club Licensing, Fans Management, dan VAR.



&quot;Jika bicara (pesaing) kandidat, saya optimis dengan diri saya dan itu menjadi alasan saya kenapa tergerak untuk maju, karena saya memiliki program yang benar-benar konkret untuk bisa memajukan sepakbola Indonesia,&quot; ungkap Arif di Jakarta, Senin (12/8/2019).&quot;(Untuk menarik suara voters) saya lebih berpikir, enggak mau masuk  ke dalam ritme yang biasa, bertemu voters dan segala macam. Tapi,  faktanya sepakbola Indonesia belum juga maju. Saya berpikir kenapa  enggak kita buat terobosan baru yang beda, bicara mengenai program  bagaimana memajukan sepakbola Indonesia bukan bicara mengenai program  bagaimana mempopulerkan nama saya di mata voters,&quot; tambahnya.



&quot;Salah satu cara saya (menembus para voters) dengan menawarkan  program bagaimana cara meningkatkan kualitas klub-klub atau sepakbola  Indonesia menjadi lebih baik lagi. Program itu sebuah program yang  menurut saya real dan amat sangat bisa dilakukan, kita bicarakan besok  langsung jalan pun langsung bisa,&quot; lanjutnya.

Pemilihan Ketum PSSI awalnya direncanakan pada 2 November 2019,  sesuai kesepakatan dalam KLB PSSI pada 27 Juni 2019. Hanya saja, FIFA  menolak wacana di atas dan mendesak PSSI untuk menggelar pemilihan Ketum  pada Januari 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
