<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menanti Gebrakan Lampard Bersama Chelsea di Liga Inggris 2019-2020</title><description>Meski baru seumur jagung menjadi pelatih, bukan berarti Lampard tidak bisa sukses bersama Chelsea.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020"/><item><title>Menanti Gebrakan Lampard Bersama Chelsea di Liga Inggris 2019-2020</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020-NjIRdDVwXJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lampard (kanan) saat memeluk Kante. (Foto: @ChelseaFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/45/2089001/menanti-gebrakan-lampard-bersama-chelsea-di-liga-inggris-2019-2020-NjIRdDVwXJ.jpg</image><title>Lampard (kanan) saat memeluk Kante. (Foto: @ChelseaFC)</title></images><description>MUSIM PANAS 2019 menjadi momen yang berat bagi Chelsea. Sebab The Blues &amp;ndash;julukan Chelsea&amp;ndash; harus dihadapkan dengan sejumlah masalah yang bisa dikatakan cukup pelik untuk ukuran klub besar.
Chelsea harus menerima kenyataan mereka mendapatkan hukuman larangan transfer karena terbukti melakukan pelanggaran transfer pemain di bawah umur. FIFA &amp;ndash;induk sepakbola dunia&amp;ndash; pun menghukum Chelsea tak boleh aktif dalam bursa transfer selama satu musim.
Padahal, Chelsea sebenarnya membutuhkan tambahan amunisi untuk memperkuat skuad mereka di musim 2019-2020. Terlebih setelah Chelsea harus melihat bintangnya, Eden Hazard, berganti kostum menjadi Real Madrid pada musim panas ini.

(Hazard pilih tinggalkan Chelsea untuk gabung Real Madrid)
Masalah lain pun menerpa Chelsea dalam mempersiapkan diri menyambut musim 2019-2020. Chelsea harus menerima kenyataaan ditinggal sang manajer, Maurizio Sarri, yang memilih melanjutkan karier kepelatihannya bersama Juventus.
Hengkangnya Sarri pun sempat memang menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Terlebih mantan pelatih Napoli tersebut sukses mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Eropa 2019-2020. Chelsea sendiri akhirnya menunjuk salah satu legenda mereka, Frank Lampard, sebagai juru taktik anyar.
Penunjukkan Lampard sebagai pelatih baru Chelsea sendiri menuai beragam tanggapan. Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit pula yang mengecam. Terlebih, Lampard sendiri memang dinilai masih terlalu &amp;lsquo;hijau&amp;rsquo; dalam karier manajerial.
BACA JUGA: Ironi Chelsea di Saat Arsenal dan Tottenham Bergerilya di Pasar Transfer
Keuntungan yang dimiliki Lampard sebagai pelatih Chelsea adalah ia mengenal betul seluk beluk dalam tubuh The Blues. Hal tersebut cukup wajar, mengingat Lampard pernah menghabiskan 13 tahun berseragam Chelsea. Situasi itu semakin membuat para penggemar Chelsea tak sabar melihat seperti apa kiprah Lampard sebagai manajer Chelsea.Gaya Bermain yang Dianut

Hadirnya sosok Lampard diyakini takkan mengubah gaya bermain Chelsea seperti era Sarri. Hal tersebut terbukti dari apa yang diterapkan Lampard ketika masih membesut Derby County di ajang Championship 2018-2019.
Ya, Lampard sangat gemar menerapkan gaya bermain menyerang yang sejatinya cukup simpel, namun penuh kejutan tergantung situasi di atas lapangan. Sama seperti di Derby, Lampard bakal tetap mempertahankan filosofi bermain menyerang yang sudah mulai dibangun sejak bola masih berada di kaki penjaga gawang.
Tim mereka juga diatur untuk bermain dengan cepat melalui lini tengah dengan banyak pelari di sekitar pemain yang tengah menguasai bola. Hal tersebut diyakini Lampard bisa memberikan opsi lebih banyak bagi tim asuhannya saat menyerang.
Dalam keadaan tertinggal, Lampard bakal menginstruksikan pemainnya memainkan strategi long ball, yang mana bola akan langsung dikirim ke penyerang tengah untuk terus memberikan tekanan kepada gawang lawan.Komposisi Pemain Chelsea Musim 2019-2020

(Tammy Abraham dapat dijadikan alternatif pemain Chelsea)
Dengan larangan hukuman transfer yang diterima Chelsea, tampaknya tidak membuat Lampard bakal kesulitan dalam menentukan starting XI. Terlebih, Chelsea memiliki skuad yang bisa dikatakan sangat dalam.
Terutama Chelsea memiliki sejumlah pemain-pemain muda potensial seperti Callum Hudson-Odoi, Ruben Loftus-Cheek, Mason Mount, dan Tammy Abraham yang berada dalam skuad mereka saat ini.
Hadirnya para pemain muda tersebut bakal memberikan warna tersendiri dalam gaya bermain Chelsea arahan Lampard. Terlebih, Lampard cukup gemar memberikan kesempatan bermain kepada para pemain muda timnya.
Para pemain muda tersebut diyakini takkan kalah kualitas jika para pemain senior seperti N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho, David Luiz, Willian Borges, hingga Olivier Giroud jika berhalangan bermain karena cedera atau larangan tampil.Formasi Chelsea Arahan Lampard di Musim 2019-2020

Dalam hal formasi yang diterapkan, Lampard sendiri memang sosok yang gemar melakukan eksperimen. Namun, formasi 4-2-3-1 mungkin bisa dikatakan sebagai formasi favorit Lampard. Terlebih dalam formasi ini semakin terlihat ideologi sepakbola Lampard yang menjadikan lini tengah sebagai sumber kekuatan timnya.
Apabila formasi ini benar-benar menjadi pakem Lampard bersama Chelsea di musim 2019-2020, sudah pasti barisan belakangnya akan dihuni wajah-wajah lama seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz, Antonio Rudiger, dan Marco Alonso. Keempatnya bakal bahu-membahu dalam mempertahankan gawang Chelsea yang bakal dikawal oleh Kepa Arrizabalaga.
Sementara di lini tengah, Lampard diyakini bakal tetap menaruh kepercayaan pada trio N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho, serta Mateo Kovacic. Sedangkan di sektor sayap, nama Christian Pulisic serta Pedro Rodriguez bakal menjadi andalan untuk mengacak-acak pertahanan  lawan.
Posisi ujung tombak pun bakal tetap menjadi miliki Olivier Giroud. Meski telah berusia tidak muda lagi, penyerang berkebangsaan Prancis tersebut diyakini bakal tetap tajam. Itu terbukti dengan keberhasilan Giroud menjadi top skor Liga Eropa 2018-2019.
Prakiraan Formasi Chelsea di Musim 2019-2020:
 
Chelsea (4-2-3-1): Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta, David Luiz, Antonio Rudiger, Marcos Alonso; N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho; Chrisitian Pulisic, Mateo Kovacic, Pedro Rodriguez ; Olivier Giroud.
Manajer: Frank Lampard
Stadion: Stamford Bridge
Kapasitas: 40,853</description><content:encoded>MUSIM PANAS 2019 menjadi momen yang berat bagi Chelsea. Sebab The Blues &amp;ndash;julukan Chelsea&amp;ndash; harus dihadapkan dengan sejumlah masalah yang bisa dikatakan cukup pelik untuk ukuran klub besar.
Chelsea harus menerima kenyataan mereka mendapatkan hukuman larangan transfer karena terbukti melakukan pelanggaran transfer pemain di bawah umur. FIFA &amp;ndash;induk sepakbola dunia&amp;ndash; pun menghukum Chelsea tak boleh aktif dalam bursa transfer selama satu musim.
Padahal, Chelsea sebenarnya membutuhkan tambahan amunisi untuk memperkuat skuad mereka di musim 2019-2020. Terlebih setelah Chelsea harus melihat bintangnya, Eden Hazard, berganti kostum menjadi Real Madrid pada musim panas ini.

(Hazard pilih tinggalkan Chelsea untuk gabung Real Madrid)
Masalah lain pun menerpa Chelsea dalam mempersiapkan diri menyambut musim 2019-2020. Chelsea harus menerima kenyataaan ditinggal sang manajer, Maurizio Sarri, yang memilih melanjutkan karier kepelatihannya bersama Juventus.
Hengkangnya Sarri pun sempat memang menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Terlebih mantan pelatih Napoli tersebut sukses mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Eropa 2019-2020. Chelsea sendiri akhirnya menunjuk salah satu legenda mereka, Frank Lampard, sebagai juru taktik anyar.
Penunjukkan Lampard sebagai pelatih baru Chelsea sendiri menuai beragam tanggapan. Ada yang mendukung, tapi tidak sedikit pula yang mengecam. Terlebih, Lampard sendiri memang dinilai masih terlalu &amp;lsquo;hijau&amp;rsquo; dalam karier manajerial.
BACA JUGA: Ironi Chelsea di Saat Arsenal dan Tottenham Bergerilya di Pasar Transfer
Keuntungan yang dimiliki Lampard sebagai pelatih Chelsea adalah ia mengenal betul seluk beluk dalam tubuh The Blues. Hal tersebut cukup wajar, mengingat Lampard pernah menghabiskan 13 tahun berseragam Chelsea. Situasi itu semakin membuat para penggemar Chelsea tak sabar melihat seperti apa kiprah Lampard sebagai manajer Chelsea.Gaya Bermain yang Dianut

Hadirnya sosok Lampard diyakini takkan mengubah gaya bermain Chelsea seperti era Sarri. Hal tersebut terbukti dari apa yang diterapkan Lampard ketika masih membesut Derby County di ajang Championship 2018-2019.
Ya, Lampard sangat gemar menerapkan gaya bermain menyerang yang sejatinya cukup simpel, namun penuh kejutan tergantung situasi di atas lapangan. Sama seperti di Derby, Lampard bakal tetap mempertahankan filosofi bermain menyerang yang sudah mulai dibangun sejak bola masih berada di kaki penjaga gawang.
Tim mereka juga diatur untuk bermain dengan cepat melalui lini tengah dengan banyak pelari di sekitar pemain yang tengah menguasai bola. Hal tersebut diyakini Lampard bisa memberikan opsi lebih banyak bagi tim asuhannya saat menyerang.
Dalam keadaan tertinggal, Lampard bakal menginstruksikan pemainnya memainkan strategi long ball, yang mana bola akan langsung dikirim ke penyerang tengah untuk terus memberikan tekanan kepada gawang lawan.Komposisi Pemain Chelsea Musim 2019-2020

(Tammy Abraham dapat dijadikan alternatif pemain Chelsea)
Dengan larangan hukuman transfer yang diterima Chelsea, tampaknya tidak membuat Lampard bakal kesulitan dalam menentukan starting XI. Terlebih, Chelsea memiliki skuad yang bisa dikatakan sangat dalam.
Terutama Chelsea memiliki sejumlah pemain-pemain muda potensial seperti Callum Hudson-Odoi, Ruben Loftus-Cheek, Mason Mount, dan Tammy Abraham yang berada dalam skuad mereka saat ini.
Hadirnya para pemain muda tersebut bakal memberikan warna tersendiri dalam gaya bermain Chelsea arahan Lampard. Terlebih, Lampard cukup gemar memberikan kesempatan bermain kepada para pemain muda timnya.
Para pemain muda tersebut diyakini takkan kalah kualitas jika para pemain senior seperti N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho, David Luiz, Willian Borges, hingga Olivier Giroud jika berhalangan bermain karena cedera atau larangan tampil.Formasi Chelsea Arahan Lampard di Musim 2019-2020

Dalam hal formasi yang diterapkan, Lampard sendiri memang sosok yang gemar melakukan eksperimen. Namun, formasi 4-2-3-1 mungkin bisa dikatakan sebagai formasi favorit Lampard. Terlebih dalam formasi ini semakin terlihat ideologi sepakbola Lampard yang menjadikan lini tengah sebagai sumber kekuatan timnya.
Apabila formasi ini benar-benar menjadi pakem Lampard bersama Chelsea di musim 2019-2020, sudah pasti barisan belakangnya akan dihuni wajah-wajah lama seperti Cesar Azpilicueta, David Luiz, Antonio Rudiger, dan Marco Alonso. Keempatnya bakal bahu-membahu dalam mempertahankan gawang Chelsea yang bakal dikawal oleh Kepa Arrizabalaga.
Sementara di lini tengah, Lampard diyakini bakal tetap menaruh kepercayaan pada trio N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho, serta Mateo Kovacic. Sedangkan di sektor sayap, nama Christian Pulisic serta Pedro Rodriguez bakal menjadi andalan untuk mengacak-acak pertahanan  lawan.
Posisi ujung tombak pun bakal tetap menjadi miliki Olivier Giroud. Meski telah berusia tidak muda lagi, penyerang berkebangsaan Prancis tersebut diyakini bakal tetap tajam. Itu terbukti dengan keberhasilan Giroud menjadi top skor Liga Eropa 2018-2019.
Prakiraan Formasi Chelsea di Musim 2019-2020:
 
Chelsea (4-2-3-1): Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta, David Luiz, Antonio Rudiger, Marcos Alonso; N&amp;rsquo;Golo Kante, Jorginho; Chrisitian Pulisic, Mateo Kovacic, Pedro Rodriguez ; Olivier Giroud.
Manajer: Frank Lampard
Stadion: Stamford Bridge
Kapasitas: 40,853</content:encoded></item></channel></rss>
