<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasif di Pasar Transfer dan Skuad Dilanda Kelelahan, Bagaimana Nasib Liverpool?</title><description>Liverpool tidak mendatangkan pemain berkategori bintang pada bursa transfer kali ini. Pemain bintang mereka pun masih dilanda kelelahan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool"/><item><title>Pasif di Pasar Transfer dan Skuad Dilanda Kelelahan, Bagaimana Nasib Liverpool?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 12:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool-q6Hg23I5vt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Liverpool jelang hadapi Man City di Community Shield 2019. (Foto: @LFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/45/2088818/pasif-di-pasar-transfer-dan-skuad-dilanda-kelelahan-bagaimana-nasib-liverpool-q6Hg23I5vt.jpg</image><title>Liverpool jelang hadapi Man City di Community Shield 2019. (Foto: @LFC)</title></images><description>PERFORMA apik yang ditampilkan Liverpool pada musim kompetisi 2018-2019 membuat klub berjuluk The Reds itu pada akhirnya kembali diunggulkan dalam perburuan gelar juara di kampanye 2019-2020. Kendati demikian, apakah benar kini Liverpool telah menjadi tim yang solid tanpa celah, sehingga membuat mereka dijagokan untuk bertarung di semua kompetisi?
Jika menilik pada hasil yang didapat Liverpool musim lalu, tak bisa dimungkiri bahwa skuad asuhan Jurgen Klopp itu memiliki kekuatan tempur yang luar biasa. Mampu tampil sebagai juara Liga Champions dan meraih 97 poin dalam gelaran Liga Inggris dengan hanya menelan satu kekalahan saja telah membuktikan kalau Liverpool memiliki skuad yang tangguh.

Skuad yang dimiliki Liverpool sekarang boleh dibiliang sangat merata di setiap lini. Tidak hanya itu, The Reds bahkan memiliki para pemain terbaik dunia di masing-masing pos. Seperti misalnya Alisson Becker di posisi penjaga gawang yang musim lalu mencatatkan clean-sheet paling banyak dalam pentas Liga Inggris.
BACA JUGA: Presiden Liverpool Tak Ingin Liga Inggris seperti Serie A
Sedangkan di baris pertahanan, terdapat nama Virgil van Dijk yang musim lalu diganjar penghargaan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris. Van Dijk tidak hanya piawai dalam menggalang pertahanan, pada saat-saat genting ia juga bisa mencetak gol. Adapun lini serang Liverpool telah terbukti mematikan dengan kehadiran Mohamed Salah dan Sadio Mane yang tampil sebagai top skor Liga Inggris musim lalu.Pasif di Bursa Transfer
Kendati demikian, bukan berarti Liverpool telah menjadi tim yang benar-benar sempurna. Pasalnya, jika bicara soal kedalaman skuad, bisa dibilang The Reds belum berada pada tahap itu. Hal tersebut tentunya tak lepas dari pasifnya Liverpool di bursa transfer musim panas 2019.
Untuk posisi penjaga gawang, Liverpool mungkin bisa sedikit bernapas lega. Karena meski Simon Mignolet pergi, Liverpool telah mendatangkan pelapis yang cukup menjanjikan bagi Alisson. Dia adalah Adrian yang direkrut dari West Ham United secara gratis.

(Adrian jadi pelapis Alisson Becker)
Selain Adrian, Liverpool hanya mendaratkan bek berusia 17 tahun, Sepp van den Berg. Bek tengah berpaspor Belanda itu ditebus Liverpool dari PEC Zwolle dengan mahar 1,9 juta euro. Sama halnya dengan Adrian, kehadiran Van den Berg di kubu The Reds pun hanya diplot sebagai pelapis.
Kondisi tersebut tentunya tidak ideal bagi Liverpool, karena The Reds sejatinya masih butuh pasokan tenaga di sektor fullback dan baris penyerangan. Saat ini, Liverpool hanya memiliki Andrew Robertson sebagai bek kiri. Hal itu terjadi setelah masa kontrak Alberto Moreno habis dan The Reds tak mencari penggantinya.
Keadaan serupa juga terjadi di baris penyerangan The Reds. Kualitas lini serang Liverpool sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi dengan kehadiran trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Akan tetapi, ketiga pemain tersebut jelas tidak bisa selalu dimainkan dalam setiap pertandingan.
Saat ini, yang menjadi back-up dari ketiga pemain tersebut di lini serang hanyalah Divock Origi dan Xherdan Shaqiri. Meski Origi dan Shaqiri telah membuktikan tajinya musim lalu, namun kondisi tersebut dianggap tak akan banyak membantu Liverpool mengarungi musim kompetisi kali ini.Hasil Minor di Pramusim
Tak salah bila menyebut pemain pelapis Liverpool tidak terlalu bisa diandalkan. Pasalnya, selama menjalani laga-laga pramusim, di mana The Reds kehilangan cukup banyak pemain utamanya, mereka kerap menuai hasil minor.

(Liverpool kalah 0-3 dari Napoli)
Tercatat, dari lima pertandingan pramusim yang dilakoni Liverpool, yakni melawan Borussia Dortmund, Sevilla, Napoli, Sporting Lisbon, dan Olympique Lyon, Jordan Henderson dan kolega hanya mampu meraih satu kemenangan. Sebanyak tiga laga di antaranya berujung kekalahan dan satu lainnya imbang.
Dengan kondisi seperti itu, jelas akan sulit bagi Liverpool untuk bisa bertarung memperebutkan gelar juara di semua ajang. Terlebih lagi, sepakbola Inggris memiliki jadwal yang sangat padat dengan hadirnya tiga kompetisi domestik. Ditambah dengan perhelatan Liga Champions, membuat Klopp benar-benar harus memutar otak merotasi pemainnya.Dilanda Kelelahan
Sebenarnya tak perlu menunggu waktu bagi Liverpool dan Klopp untuk mendapatkan ujian-ujian tersebut. Karena sejak saat ini pun mereka telah memperolehnya. Sebagaimana diketahui, selama jeda musim panas, sejumlah pilar utama Liverpool tampil membela negaranya masing-masing dalam gelaran Piala Afrika 2019 dan Copa America.
Mohamed Salah, Sadio Mane, Alisson Becker, dan Roberto Firmino adalah nama-nama yang sejatinya belum lama ini baru kembali bergabung dengan skuad Liverpool. Dengan kata lain, para pemain tersebut jelas memiliki fisik yang tak sebugar pemain lainnya lantaran masih dilanda kelelahan akibat turnamen yang mereka ikuti.

(Alisson bela Brasil di Copa America 2019)
Jika bicara soal motivasi, keempat pemain tersebut memang sudah teruji dan siap bertanding kapan pun dibutuhkan. Akan tetapi, kondisi fisik jelas tidak bisa dibohongi. Ditambah lagi, begitu bergabung dengan Liverpool mereka langsung dihadapkan dengan jadwal padat. Sebelum ini, mereka langsung melakoni pertarungan sengit melawan Manchester City di ajang Community Shield 2019.
Adapun akhir pekan ini, musim kompetisi Liga Inggris 2019-2020 bakal resmi dimulai dan mereka harus bertanding kembali. Setelahnya, pada tengah pekan depan, Liverpool akan bertanding melawan Chelsea dalam ajang Piala Super Eropa 2019 dan musim yang sibuk pun bergulir.Mengorbankan Kompetisi
Minimnya kedalaman skuad ditambah dengan jadwal padat dan kondisi kelelahan para pemain membuat Liverpool pada akhirnya dipaksa untuk kembali memilih mengorbankan kompetisi sebagaimana musim lalu. Pasalnya, akan sangat sulit bagi The Reds tampil kompetitif di semua ajang.
Sebagaimana diketahui, musim lalu Liverpool melepas kompetisi Piala FA dan Piala Liga Inggris. Bahkan hal itu mereka lakukan sejak awal musim agar bisa fokus dalam perburuan gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions. Hasilnya pun terbukti, mereka menjadi kampiun Liga Champions dan finis sebagai runner-up Liga Inggris dengan sangat memuaskan.
Pilihan Formasi dan Taktik

Liverpool diprediksi masih akan menggunakan formasi dan gaya bermain yang sama seperti musim lalu, di mana pressing tinggi dan menusuk dari sektor sayap masih menjadi andalan. Pasalnya, The Reds hanya sedikit melakukan bongkar-pasang skuad di bursa transfer. Bahkan, aktivitas transfer Liverpool musim panas ini sama sekali tak menyentuh pilar-pilar utama mereka di musim lalu.
Kondisi ini sebenarnya menguntungkan Liverpool karena mereka tak membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi. Sebaliknya, permainan mereka justru akan semakin padu karena sudah saling memahami satu sama lain. Formasi 4-3-3 pun tentunya masih akan menjadi andalan Liverpool.
Prakiraan Starting XI Liverpool 2019-2020 (4-3-3):
Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, Joel Matip, Andrew Robertson; Fabinho, Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.
Manajer: Jurgen Klopp</description><content:encoded>PERFORMA apik yang ditampilkan Liverpool pada musim kompetisi 2018-2019 membuat klub berjuluk The Reds itu pada akhirnya kembali diunggulkan dalam perburuan gelar juara di kampanye 2019-2020. Kendati demikian, apakah benar kini Liverpool telah menjadi tim yang solid tanpa celah, sehingga membuat mereka dijagokan untuk bertarung di semua kompetisi?
Jika menilik pada hasil yang didapat Liverpool musim lalu, tak bisa dimungkiri bahwa skuad asuhan Jurgen Klopp itu memiliki kekuatan tempur yang luar biasa. Mampu tampil sebagai juara Liga Champions dan meraih 97 poin dalam gelaran Liga Inggris dengan hanya menelan satu kekalahan saja telah membuktikan kalau Liverpool memiliki skuad yang tangguh.

Skuad yang dimiliki Liverpool sekarang boleh dibiliang sangat merata di setiap lini. Tidak hanya itu, The Reds bahkan memiliki para pemain terbaik dunia di masing-masing pos. Seperti misalnya Alisson Becker di posisi penjaga gawang yang musim lalu mencatatkan clean-sheet paling banyak dalam pentas Liga Inggris.
BACA JUGA: Presiden Liverpool Tak Ingin Liga Inggris seperti Serie A
Sedangkan di baris pertahanan, terdapat nama Virgil van Dijk yang musim lalu diganjar penghargaan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris. Van Dijk tidak hanya piawai dalam menggalang pertahanan, pada saat-saat genting ia juga bisa mencetak gol. Adapun lini serang Liverpool telah terbukti mematikan dengan kehadiran Mohamed Salah dan Sadio Mane yang tampil sebagai top skor Liga Inggris musim lalu.Pasif di Bursa Transfer
Kendati demikian, bukan berarti Liverpool telah menjadi tim yang benar-benar sempurna. Pasalnya, jika bicara soal kedalaman skuad, bisa dibilang The Reds belum berada pada tahap itu. Hal tersebut tentunya tak lepas dari pasifnya Liverpool di bursa transfer musim panas 2019.
Untuk posisi penjaga gawang, Liverpool mungkin bisa sedikit bernapas lega. Karena meski Simon Mignolet pergi, Liverpool telah mendatangkan pelapis yang cukup menjanjikan bagi Alisson. Dia adalah Adrian yang direkrut dari West Ham United secara gratis.

(Adrian jadi pelapis Alisson Becker)
Selain Adrian, Liverpool hanya mendaratkan bek berusia 17 tahun, Sepp van den Berg. Bek tengah berpaspor Belanda itu ditebus Liverpool dari PEC Zwolle dengan mahar 1,9 juta euro. Sama halnya dengan Adrian, kehadiran Van den Berg di kubu The Reds pun hanya diplot sebagai pelapis.
Kondisi tersebut tentunya tidak ideal bagi Liverpool, karena The Reds sejatinya masih butuh pasokan tenaga di sektor fullback dan baris penyerangan. Saat ini, Liverpool hanya memiliki Andrew Robertson sebagai bek kiri. Hal itu terjadi setelah masa kontrak Alberto Moreno habis dan The Reds tak mencari penggantinya.
Keadaan serupa juga terjadi di baris penyerangan The Reds. Kualitas lini serang Liverpool sebenarnya sudah tidak perlu diragukan lagi dengan kehadiran trio Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino. Akan tetapi, ketiga pemain tersebut jelas tidak bisa selalu dimainkan dalam setiap pertandingan.
Saat ini, yang menjadi back-up dari ketiga pemain tersebut di lini serang hanyalah Divock Origi dan Xherdan Shaqiri. Meski Origi dan Shaqiri telah membuktikan tajinya musim lalu, namun kondisi tersebut dianggap tak akan banyak membantu Liverpool mengarungi musim kompetisi kali ini.Hasil Minor di Pramusim
Tak salah bila menyebut pemain pelapis Liverpool tidak terlalu bisa diandalkan. Pasalnya, selama menjalani laga-laga pramusim, di mana The Reds kehilangan cukup banyak pemain utamanya, mereka kerap menuai hasil minor.

(Liverpool kalah 0-3 dari Napoli)
Tercatat, dari lima pertandingan pramusim yang dilakoni Liverpool, yakni melawan Borussia Dortmund, Sevilla, Napoli, Sporting Lisbon, dan Olympique Lyon, Jordan Henderson dan kolega hanya mampu meraih satu kemenangan. Sebanyak tiga laga di antaranya berujung kekalahan dan satu lainnya imbang.
Dengan kondisi seperti itu, jelas akan sulit bagi Liverpool untuk bisa bertarung memperebutkan gelar juara di semua ajang. Terlebih lagi, sepakbola Inggris memiliki jadwal yang sangat padat dengan hadirnya tiga kompetisi domestik. Ditambah dengan perhelatan Liga Champions, membuat Klopp benar-benar harus memutar otak merotasi pemainnya.Dilanda Kelelahan
Sebenarnya tak perlu menunggu waktu bagi Liverpool dan Klopp untuk mendapatkan ujian-ujian tersebut. Karena sejak saat ini pun mereka telah memperolehnya. Sebagaimana diketahui, selama jeda musim panas, sejumlah pilar utama Liverpool tampil membela negaranya masing-masing dalam gelaran Piala Afrika 2019 dan Copa America.
Mohamed Salah, Sadio Mane, Alisson Becker, dan Roberto Firmino adalah nama-nama yang sejatinya belum lama ini baru kembali bergabung dengan skuad Liverpool. Dengan kata lain, para pemain tersebut jelas memiliki fisik yang tak sebugar pemain lainnya lantaran masih dilanda kelelahan akibat turnamen yang mereka ikuti.

(Alisson bela Brasil di Copa America 2019)
Jika bicara soal motivasi, keempat pemain tersebut memang sudah teruji dan siap bertanding kapan pun dibutuhkan. Akan tetapi, kondisi fisik jelas tidak bisa dibohongi. Ditambah lagi, begitu bergabung dengan Liverpool mereka langsung dihadapkan dengan jadwal padat. Sebelum ini, mereka langsung melakoni pertarungan sengit melawan Manchester City di ajang Community Shield 2019.
Adapun akhir pekan ini, musim kompetisi Liga Inggris 2019-2020 bakal resmi dimulai dan mereka harus bertanding kembali. Setelahnya, pada tengah pekan depan, Liverpool akan bertanding melawan Chelsea dalam ajang Piala Super Eropa 2019 dan musim yang sibuk pun bergulir.Mengorbankan Kompetisi
Minimnya kedalaman skuad ditambah dengan jadwal padat dan kondisi kelelahan para pemain membuat Liverpool pada akhirnya dipaksa untuk kembali memilih mengorbankan kompetisi sebagaimana musim lalu. Pasalnya, akan sangat sulit bagi The Reds tampil kompetitif di semua ajang.
Sebagaimana diketahui, musim lalu Liverpool melepas kompetisi Piala FA dan Piala Liga Inggris. Bahkan hal itu mereka lakukan sejak awal musim agar bisa fokus dalam perburuan gelar juara Liga Inggris dan Liga Champions. Hasilnya pun terbukti, mereka menjadi kampiun Liga Champions dan finis sebagai runner-up Liga Inggris dengan sangat memuaskan.
Pilihan Formasi dan Taktik

Liverpool diprediksi masih akan menggunakan formasi dan gaya bermain yang sama seperti musim lalu, di mana pressing tinggi dan menusuk dari sektor sayap masih menjadi andalan. Pasalnya, The Reds hanya sedikit melakukan bongkar-pasang skuad di bursa transfer. Bahkan, aktivitas transfer Liverpool musim panas ini sama sekali tak menyentuh pilar-pilar utama mereka di musim lalu.
Kondisi ini sebenarnya menguntungkan Liverpool karena mereka tak membutuhkan waktu lagi untuk beradaptasi. Sebaliknya, permainan mereka justru akan semakin padu karena sudah saling memahami satu sama lain. Formasi 4-3-3 pun tentunya masih akan menjadi andalan Liverpool.
Prakiraan Starting XI Liverpool 2019-2020 (4-3-3):
Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold, Virgil van Dijk, Joel Matip, Andrew Robertson; Fabinho, Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.
Manajer: Jurgen Klopp</content:encoded></item></channel></rss>
