<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlibat Kasus Rasis dengan Suarez, Evra Pernah Hampir Dibunuh</title><description>Evra akui sempat dapat ancaman pembunuhan ketika terlibat kasus rasisme dengan Suarez.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh"/><item><title>Terlibat Kasus Rasis dengan Suarez, Evra Pernah Hampir Dibunuh</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh</guid><pubDate>Minggu 04 Agustus 2019 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh-F16vGScJaF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patrice Evra dan Luis Suarez (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/04/51/2087474/terlibat-kasus-rasis-dengan-suarez-evra-pernah-hampir-dibunuh-F16vGScJaF.jpg</image><title>Patrice Evra dan Luis Suarez (Foto: AFP)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Patrice Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan banyak ancaman pembunuhan ketika terlibat kasus rasisme dengan Luis Suarez. Bahkan Evra membeberkan bahwa rumahnya sempat mendapatkan penjagaan ketat karena hal tersebut.
Sebagaimana diketahui, Evra dan Suarez memang sempat terlibat insiden rasisme tepatnya pada Oktober 2011. Pada saat itu, Evra masih berseragam Manchester United, sedangkan Suarez masih memperkuat Liverpool.

Suarez sempat memanggil Evra dengan sebutan &amp;lsquo;negro&amp;rsquo; yang pada akhirnya membuat mantan fullback kiri Timnas Prancis tersebut tersulut emosinya. Kasus rasis itu pun membuat Suarez dapat hukuman larangan bertanding selama delapan laga serta denda 40 ribu pounds atau sekira Rp689 juta.
Baca Juga: Daging Ayam Antar Patrice Evra ke Man United
Meski banyak pihak menilai kasus tersebut berakhir ketika Suarez mendapatkan hukuman, tapi tidak bagi Evra. Ya, Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman pembunuhan kala masih terlibat kasus rasis dengan Suarez.Bahkan Evra mengakui bahwa dirinya sempat meminta pengamanan di area  rumah oleh pihak berwajib hingga berbulan-bulan. Meski begitu, Evra  mengaku sama sekali tidak menyimpan rasa benci kepada pemain yang kini  merumput bersama Barcelona tersebut.
&amp;ldquo;Saya menerima banyak sekali surat ancaman pembunuhan. Selama  beberapa bulan, saya terpaksa meminta pihak berwajib untuk memberikan  pengamanan kepada keluarga saya selama 24 jam,&amp;rdquo; ungkap Evra, seperti  disadur dari Daily Mail, Minggu (4/8/2019).

&amp;ldquo;Jujur saja, itu bukanlah hal yang mudah dijalani untuk keluarga  saya. Akan tetapi bagi saya yang dibesarkan di jalanan Les Ulis, saya  merasa bahwa ancaman-ancaman itu masih di batas kewajaran,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga: Evra: Saya Dikhianati Petinggi Man United
&amp;ldquo;Apakah dengan begitu saya menyimpan rasa dendam serta kebencian  kepada Suarez? Tidak, saya sama sekali tidak membencinya. Meski saya  hampir saja memukulnya ketika ia mengucapkan kata itu. Tapi sulit bagi  saya untuk membenci seseorang,&amp;rdquo; tuntas pria yang baru saja mengumumkan  pensiun sebagai pesepakbola profesional tersebut.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Patrice Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan banyak ancaman pembunuhan ketika terlibat kasus rasisme dengan Luis Suarez. Bahkan Evra membeberkan bahwa rumahnya sempat mendapatkan penjagaan ketat karena hal tersebut.
Sebagaimana diketahui, Evra dan Suarez memang sempat terlibat insiden rasisme tepatnya pada Oktober 2011. Pada saat itu, Evra masih berseragam Manchester United, sedangkan Suarez masih memperkuat Liverpool.

Suarez sempat memanggil Evra dengan sebutan &amp;lsquo;negro&amp;rsquo; yang pada akhirnya membuat mantan fullback kiri Timnas Prancis tersebut tersulut emosinya. Kasus rasis itu pun membuat Suarez dapat hukuman larangan bertanding selama delapan laga serta denda 40 ribu pounds atau sekira Rp689 juta.
Baca Juga: Daging Ayam Antar Patrice Evra ke Man United
Meski banyak pihak menilai kasus tersebut berakhir ketika Suarez mendapatkan hukuman, tapi tidak bagi Evra. Ya, Evra mengakui bahwa dirinya sempat mendapatkan ancaman pembunuhan kala masih terlibat kasus rasis dengan Suarez.Bahkan Evra mengakui bahwa dirinya sempat meminta pengamanan di area  rumah oleh pihak berwajib hingga berbulan-bulan. Meski begitu, Evra  mengaku sama sekali tidak menyimpan rasa benci kepada pemain yang kini  merumput bersama Barcelona tersebut.
&amp;ldquo;Saya menerima banyak sekali surat ancaman pembunuhan. Selama  beberapa bulan, saya terpaksa meminta pihak berwajib untuk memberikan  pengamanan kepada keluarga saya selama 24 jam,&amp;rdquo; ungkap Evra, seperti  disadur dari Daily Mail, Minggu (4/8/2019).

&amp;ldquo;Jujur saja, itu bukanlah hal yang mudah dijalani untuk keluarga  saya. Akan tetapi bagi saya yang dibesarkan di jalanan Les Ulis, saya  merasa bahwa ancaman-ancaman itu masih di batas kewajaran,&amp;rdquo; sambungnya.
Baca Juga: Evra: Saya Dikhianati Petinggi Man United
&amp;ldquo;Apakah dengan begitu saya menyimpan rasa dendam serta kebencian  kepada Suarez? Tidak, saya sama sekali tidak membencinya. Meski saya  hampir saja memukulnya ketika ia mengucapkan kata itu. Tapi sulit bagi  saya untuk membenci seseorang,&amp;rdquo; tuntas pria yang baru saja mengumumkan  pensiun sebagai pesepakbola profesional tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
