<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berposisi Gelandang, Platini Akrab dengan Gelar Top Skor</title><description>Platini akrab dengan gelar top skor meski beroperasi sebagai gelandang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor"/><item><title>Berposisi Gelandang, Platini Akrab dengan Gelar Top Skor</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2019 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor-N8U0rel1el.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Platini bersinar bersama Juventus. (Foto: Juventus.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2084012/berposisi-gelandang-platini-akrab-dengan-gelar-top-skor-N8U0rel1el.jpg</image><title>Platini bersinar bersama Juventus. (Foto: Juventus.com)</title></images><description>URUSAN mencetak gol bisa dibilang tugas utama seorang penyerang. Tidak heran, gelar top skor di sebuah turnamen atau kompetisi kerap jatuh kepada penyerang-penyerang tajam. Namun, menjadi pertanyaan jika gelar top skor tidak disabet pemain depan, melainkan digaet pesepakbola yang beroperasi di wilayah tengah.
Juventus pernah memiliki gelandang tajam yang akrab dengan gelar top skor. Sosok yang dimaksud adalah Michel Platini. Manajemen Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; mendatangkan Platini dari AS Saint-Etienne pada musim panas 1982.

Ketika digaet, nama Platini sudah tidak asing lagi di telinga pencinta sepakbola dunia. Sebelum bergabung bersama Juventus, Platini sempat membawa Saint-Etienne menjuarai Liga Prancis 1980-1981.
Saat itu, Platini menduduki posisi empat pencetak gol terbanyak dengan koleksi 20 gol, terpaut empat bola dari Dello Onis (Tours) yang merebut status top skor. Melihat ketajaman serta visi bermain yang dimiliki Platini itulah, manajemen Juventus berani memboyong pria yang kemudian menjadi Presiden UEFA tersebut.

Keputusan tepat dibuat manajemen Juventus. Di tiga musim awal membela Juventus, Platini langsung merebut gelar top skor Liga Italia atau biasa disebut Capocannoniere. Pada Liga Italia 1982-1983, Platini mengemas 16 gol, 1983-1984 (20) dan 1984-1985 (18).
Gol-gol yang dibuat Platini pun menghasilkan serangkaian gelar bagi Juventus, dua di antaranya adalah trofi Liga Italia 1983-1984 dan 1985-1986. Tidak hanya tampil apik di kompetisi lokal, Platini juga bersinar di kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Champions.Di Liga Champions 1984-1985, Platini keluar sebagai top skor setelah mengoleksi tujuh gol. Bahkan, Platini mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Juventus atas Liverpool di partai puncak, sekaligus memastikan gelar juara Liga Champions 1984-1985!

Bisa dibilang bersama Juventus lah, performa Platini benar-benar terasah. Bahkan saat masih memperkuat Juventus juga, Platini meraih trofi tertinggi bersama sang negara, Prancis, dengan menjuarai Piala Eropa 1984.
Luar biasanya, Platini juga menyandang  gelar top skor di ajang empat tahunan tersebut. Dari lima penampilan, Platini mengoleksi 9 gol! Bahkan Platini mencetak satu gol saat Prancis menang 2-0 atas Spanyol di partai puncak. Setidaknya, serangkaian fakta di atas menunjukkan betapa tajamnya Platini meski beroperasi sebagai gelandang.</description><content:encoded>URUSAN mencetak gol bisa dibilang tugas utama seorang penyerang. Tidak heran, gelar top skor di sebuah turnamen atau kompetisi kerap jatuh kepada penyerang-penyerang tajam. Namun, menjadi pertanyaan jika gelar top skor tidak disabet pemain depan, melainkan digaet pesepakbola yang beroperasi di wilayah tengah.
Juventus pernah memiliki gelandang tajam yang akrab dengan gelar top skor. Sosok yang dimaksud adalah Michel Platini. Manajemen Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; mendatangkan Platini dari AS Saint-Etienne pada musim panas 1982.

Ketika digaet, nama Platini sudah tidak asing lagi di telinga pencinta sepakbola dunia. Sebelum bergabung bersama Juventus, Platini sempat membawa Saint-Etienne menjuarai Liga Prancis 1980-1981.
Saat itu, Platini menduduki posisi empat pencetak gol terbanyak dengan koleksi 20 gol, terpaut empat bola dari Dello Onis (Tours) yang merebut status top skor. Melihat ketajaman serta visi bermain yang dimiliki Platini itulah, manajemen Juventus berani memboyong pria yang kemudian menjadi Presiden UEFA tersebut.

Keputusan tepat dibuat manajemen Juventus. Di tiga musim awal membela Juventus, Platini langsung merebut gelar top skor Liga Italia atau biasa disebut Capocannoniere. Pada Liga Italia 1982-1983, Platini mengemas 16 gol, 1983-1984 (20) dan 1984-1985 (18).
Gol-gol yang dibuat Platini pun menghasilkan serangkaian gelar bagi Juventus, dua di antaranya adalah trofi Liga Italia 1983-1984 dan 1985-1986. Tidak hanya tampil apik di kompetisi lokal, Platini juga bersinar di kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Champions.Di Liga Champions 1984-1985, Platini keluar sebagai top skor setelah mengoleksi tujuh gol. Bahkan, Platini mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 Juventus atas Liverpool di partai puncak, sekaligus memastikan gelar juara Liga Champions 1984-1985!

Bisa dibilang bersama Juventus lah, performa Platini benar-benar terasah. Bahkan saat masih memperkuat Juventus juga, Platini meraih trofi tertinggi bersama sang negara, Prancis, dengan menjuarai Piala Eropa 1984.
Luar biasanya, Platini juga menyandang  gelar top skor di ajang empat tahunan tersebut. Dari lima penampilan, Platini mengoleksi 9 gol! Bahkan Platini mencetak satu gol saat Prancis menang 2-0 atas Spanyol di partai puncak. Setidaknya, serangkaian fakta di atas menunjukkan betapa tajamnya Platini meski beroperasi sebagai gelandang.</content:encoded></item></channel></rss>
