<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Platini Sempat Ditolak Masuk Klub karena Dianggap Sakit Paru-Paru</title><description>Dugaan mengidap penyakit paru-paru membuat Platini sempat ditolak masuk klub.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru"/><item><title>Platini Sempat Ditolak Masuk Klub karena Dianggap Sakit Paru-Paru</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2019 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru-4krmdv0FXz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Platini saat berseragam AS Nancy. (Foto: Twitter.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083966/platini-sempat-ditolak-masuk-klub-karena-dianggap-sakit-paru-paru-4krmdv0FXz.jpg</image><title>Platini saat berseragam AS Nancy. (Foto: Twitter.com)</title></images><description>SEPANJANG berkarier sebagai seorang pesepakbola profesional, Michel Platini sejatinya hanya membela tiga klub saja, yakni AS Nancy-Lorraine, Saint-Etienne, dan Juventus. Meski karier Platini meroket saat berseragam Juventus, namun ia patut mengucapkan banyak terima kasih kepada AS Nancy selaku klub yang pertama kali memberinya kepercayaan.
Ketika memasuki usia remaja setelah selama bertahun-tahun bergelut dengan sepakbola jalanan, Platini pun diajak oleh sang ayah untuk bergabung di klub guna menapaki karier sebagai pesepakbola profesional. Adapun klub pertama yang didatangi Platini untuk mendaftar adalah FC Metz.

(Platini saat membela AS Nancy)
Kendati demikian, harus disayangkan karena Platini tidak lolos tes medis di FC Metz. Dokter konsultan yang dilibatkan FC Metz mengklaimPlatini memiliki paru-paru yang lemah dan tak akan kuat jika digunakan untuk berlari.
Kondisi tersebut tak ayal membuat Platini kesal dan malah semakin ingin menunjukkan dirinya di lapangan bahwa ia mampu. Akan tetapi, pihak FC Metz tidak mengizinkan itu. Mereka hanya meminta Platini untuk meniupkan udara ke mesin untuk mengukur kemampuan paru-parunya.
Nahas bagi Platini, karena berambisi sangat kuat untuk membuktikan diri, maka ia pun jadi terlalu memaksakan diri. Tak ayal, beberapa menit setelah melakukan tes tersebut, Platini pun pingsan. Hal itu semakin memperkuat alasan FC Metz untuk menolaknya. Tapi, kondisi tersebut tak lantas membuat semangat Platini padam.Beberapa waktu kemudian, diagnosis paru-paru yang salah dari dokter klub FC Metz justru menjadi berkah bagi tetangga mereka, AS Nancy. Pasalnya, setelah bergabung dengan AS Nancy, yakni pada 1972, dan dinyatakan dalam keadaan sehat, Platini langsung menembus skuad inti dan menjadi pemain andalan di sana.

Meski demikian, perjalanan karier Platini bersama AS Nancy tak selamanya berlangsung bagus. Pada musim 1974-1975 AS Nancy harus bermain di kasta kedua Liga Prancis usai terdegradasi di musim sebelumnya. Akan tetapi, di musim 1974-1975 itu, AS Nancy menjadi juara di kasta kedua sehingga bisa berkompetisi lagi di kasta tertinggi.
Setelah kembali ke kasta tertinggi, performa Platini bersama AS Nancy semakin menjadi-jadi, hingga akhirnya ia berhasil membawa klub itu menjuarai Piala Prancis pada musim 1977-1978. Pada 1979 Platini diboyong oleh Saint-Etienne sebelum pada akhirnya hengkang ke Juventus di musim panas 1982.</description><content:encoded>SEPANJANG berkarier sebagai seorang pesepakbola profesional, Michel Platini sejatinya hanya membela tiga klub saja, yakni AS Nancy-Lorraine, Saint-Etienne, dan Juventus. Meski karier Platini meroket saat berseragam Juventus, namun ia patut mengucapkan banyak terima kasih kepada AS Nancy selaku klub yang pertama kali memberinya kepercayaan.
Ketika memasuki usia remaja setelah selama bertahun-tahun bergelut dengan sepakbola jalanan, Platini pun diajak oleh sang ayah untuk bergabung di klub guna menapaki karier sebagai pesepakbola profesional. Adapun klub pertama yang didatangi Platini untuk mendaftar adalah FC Metz.

(Platini saat membela AS Nancy)
Kendati demikian, harus disayangkan karena Platini tidak lolos tes medis di FC Metz. Dokter konsultan yang dilibatkan FC Metz mengklaimPlatini memiliki paru-paru yang lemah dan tak akan kuat jika digunakan untuk berlari.
Kondisi tersebut tak ayal membuat Platini kesal dan malah semakin ingin menunjukkan dirinya di lapangan bahwa ia mampu. Akan tetapi, pihak FC Metz tidak mengizinkan itu. Mereka hanya meminta Platini untuk meniupkan udara ke mesin untuk mengukur kemampuan paru-parunya.
Nahas bagi Platini, karena berambisi sangat kuat untuk membuktikan diri, maka ia pun jadi terlalu memaksakan diri. Tak ayal, beberapa menit setelah melakukan tes tersebut, Platini pun pingsan. Hal itu semakin memperkuat alasan FC Metz untuk menolaknya. Tapi, kondisi tersebut tak lantas membuat semangat Platini padam.Beberapa waktu kemudian, diagnosis paru-paru yang salah dari dokter klub FC Metz justru menjadi berkah bagi tetangga mereka, AS Nancy. Pasalnya, setelah bergabung dengan AS Nancy, yakni pada 1972, dan dinyatakan dalam keadaan sehat, Platini langsung menembus skuad inti dan menjadi pemain andalan di sana.

Meski demikian, perjalanan karier Platini bersama AS Nancy tak selamanya berlangsung bagus. Pada musim 1974-1975 AS Nancy harus bermain di kasta kedua Liga Prancis usai terdegradasi di musim sebelumnya. Akan tetapi, di musim 1974-1975 itu, AS Nancy menjadi juara di kasta kedua sehingga bisa berkompetisi lagi di kasta tertinggi.
Setelah kembali ke kasta tertinggi, performa Platini bersama AS Nancy semakin menjadi-jadi, hingga akhirnya ia berhasil membawa klub itu menjuarai Piala Prancis pada musim 1977-1978. Pada 1979 Platini diboyong oleh Saint-Etienne sebelum pada akhirnya hengkang ke Juventus di musim panas 1982.</content:encoded></item></channel></rss>
