<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Tak Persoalkan Platini Kecil Main Sepakbola Jalanan</title><description>Keluarga mendukung Platini meski kerap bermain sepakbola jalanan sewaktu kecil.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan"/><item><title>Keluarga Tak Persoalkan Platini Kecil Main Sepakbola Jalanan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/27/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan</guid><pubDate>Sabtu 27 Juli 2019 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan-raR3ZHT5tm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Platini (kiri), legenda Juventus dan Timnas Prancis. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083959/keluarga-tak-persoalkan-platini-kecil-main-sepakbola-jalanan-raR3ZHT5tm.jpg</image><title>Platini (kiri), legenda Juventus dan Timnas Prancis. (Foto: Istimewa)</title></images><description>MICHEL Platini merupakan salah satu legenda sepakbola Prancis yang Namanya tak akan pernah bisa dilupakan. Maklum saja, pasalnya berbagai prestasi telah diukir olehnya, baik bersama tim yang dibelanya maupun secara individu. Kendati begitu, tak banyak yang tahu kalau Platini sejatinya tumbuh dari sepakbola jalanan.
Platini lahir di tengah-tengah keluarga kelas menengah pada 21 Juni 1955. Ayahnya bernama Aldo Platini dan ibunya Anna Platini. Ketika Platini lahir, sang ayah merupakan seorang guru sekaligus pelatih sepakbola amatir. Meski demikian, di kemudian hari Aldo sempat menjadi Direktur AS Nancy, klub pertama yang dibela Platini. Sementara itu, ibunya adalah seorang bartender di Bar des Sportifs.

(Platini sewaktu remaja)
Tumbuh di keluarga kelas menengah, Platini kecil sebagaimana kebanyakan anak-anak pada zamannya, gemar memainkan olahraga sepakbola di jalanan. Meski bagi sebagian orang hal itu dianggap mengganggu, namun keluarga Platini nyatanya tak mempersoalkan hal tersebut dan membiarkannya mengolah si kulit bundar.
Di antara teman-teman sebayanya, Platini bisa dibilang yang paling menonjol. Pasalnya, ia mampu menggiring bola dengan baik dan melewati lawan mainnya. Karena hal itu, Platini pun dijuluki Peleatini oleh teman-temannya.
Julukan Peleatini itu sendiri diambil dari nama legenda sepakbola Brasil, Pele. Karena menurut mereka, Platini memiliki skill olah bola yang bagus layaknya Pele. Pada saat itu, Pele merupakan pesepakbola idola semua orang lantaran ia berhasil menjadi protagonis kala mengantarkan Timnas Brasil juara Piala Dunia 1958 dan 1962.Selain piawai dalam menggiring bola, Platini juga memiliki kemampuan menendang yang sama bagusnya. Akan tetapi, hal tersebut justru sempat menjadi ancaman bagi para tetangga Platini. Pasalnya, sepakan yang dilepaskan Platini tak jarang membuat hancur properti mereka, seperti jendela dan pot bunga.

Sepakbola jalanan juga menjadi salah satu faktor pembentuk mental Platini ketika ia nanti mulai berkarier sebagai pemain profesional. Dalam artian, kehidupan jalanan telah membentuk Platini menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Karier Platini sendiri juga mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Maklum saja, saat itu sepakbola pasalnya menjadi impian bagi masyarakat kaum menengah untuk meningkatkan derajat mereka dan Platini berhasil melakukannya.</description><content:encoded>MICHEL Platini merupakan salah satu legenda sepakbola Prancis yang Namanya tak akan pernah bisa dilupakan. Maklum saja, pasalnya berbagai prestasi telah diukir olehnya, baik bersama tim yang dibelanya maupun secara individu. Kendati begitu, tak banyak yang tahu kalau Platini sejatinya tumbuh dari sepakbola jalanan.
Platini lahir di tengah-tengah keluarga kelas menengah pada 21 Juni 1955. Ayahnya bernama Aldo Platini dan ibunya Anna Platini. Ketika Platini lahir, sang ayah merupakan seorang guru sekaligus pelatih sepakbola amatir. Meski demikian, di kemudian hari Aldo sempat menjadi Direktur AS Nancy, klub pertama yang dibela Platini. Sementara itu, ibunya adalah seorang bartender di Bar des Sportifs.

(Platini sewaktu remaja)
Tumbuh di keluarga kelas menengah, Platini kecil sebagaimana kebanyakan anak-anak pada zamannya, gemar memainkan olahraga sepakbola di jalanan. Meski bagi sebagian orang hal itu dianggap mengganggu, namun keluarga Platini nyatanya tak mempersoalkan hal tersebut dan membiarkannya mengolah si kulit bundar.
Di antara teman-teman sebayanya, Platini bisa dibilang yang paling menonjol. Pasalnya, ia mampu menggiring bola dengan baik dan melewati lawan mainnya. Karena hal itu, Platini pun dijuluki Peleatini oleh teman-temannya.
Julukan Peleatini itu sendiri diambil dari nama legenda sepakbola Brasil, Pele. Karena menurut mereka, Platini memiliki skill olah bola yang bagus layaknya Pele. Pada saat itu, Pele merupakan pesepakbola idola semua orang lantaran ia berhasil menjadi protagonis kala mengantarkan Timnas Brasil juara Piala Dunia 1958 dan 1962.Selain piawai dalam menggiring bola, Platini juga memiliki kemampuan menendang yang sama bagusnya. Akan tetapi, hal tersebut justru sempat menjadi ancaman bagi para tetangga Platini. Pasalnya, sepakan yang dilepaskan Platini tak jarang membuat hancur properti mereka, seperti jendela dan pot bunga.

Sepakbola jalanan juga menjadi salah satu faktor pembentuk mental Platini ketika ia nanti mulai berkarier sebagai pemain profesional. Dalam artian, kehidupan jalanan telah membentuk Platini menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah.
Karier Platini sendiri juga mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Maklum saja, saat itu sepakbola pasalnya menjadi impian bagi masyarakat kaum menengah untuk meningkatkan derajat mereka dan Platini berhasil melakukannya.</content:encoded></item></channel></rss>
