<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inter Gagal Hajar Juventus, Conte Kesal</title><description>Conte merasa kecewa dan kesal lantaran Inter gagal taklukkan Juve di ICC 2019.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal"/><item><title>Inter Gagal Hajar Juventus, Conte Kesal</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 03:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal-vSneH52O4J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Antonio Conte (Foto: Twitter Inter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/51/2083689/inter-gagal-hajar-juventus-conte-kesal-vSneH52O4J.jpg</image><title>Antonio Conte (Foto: Twitter Inter)</title></images><description>NANJING &amp;ndash; Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, nampaknya kesal betul karena klub asuhannya gagal menaklukkan Juventus ketika tampil dalam ajang pramusim International Champions Cup (ICC) 2019. Conte pun menilai masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam performa Inter.
Sebagaimana diketahui, Inter harus menelan pil pahit ketika menghadapi Juve dalam ICC 2019 yang berlangsung di Nanjing Olympic Sports Center Gymnasium. Dalam laga itu, Inter sebenarnya bisa unggul lebih dahulu setelah bek anyar Juve, Matthijs de Ligt, melakukan gol bunuh diri di babak pertama.

Akan tetapi Inter gagal mempertahankan keunggulan mereka pada babak kedua. Juve berhasil menyamakan kedudukan melalui gol tendangan bebas Cristiano Ronaldo. Laga Inter vs Juve pun berlanjut ke babak adu penalti.
Baca Juga: Juventus Hanya Menang Adu Penalti atas Inter, Sarri Ngaku Salah
Pada babak adu penalti, Juve lebih beruntung ketimbang La Beneamata &amp;ndash;julukan Inter. Juve pun berhasil menyudahi pertandingan kontra Inter dengan kemenangan. Kekalahan ini pun jadi yang kedua kalinya untuk Inter, mengingat pada laga sebelumnya mereka juga takluk dari Manchester United.Kekalahan Inter dari Juve tersebut pun mendapatkan respons negatif  dari Conte. Mantan pelatih Chelsea tersebut mengaku kesal dengan hasil  akhir laga kontra melawan Juve. Meski, Conte sendiri mengakui bahwa  performa anak-anak asuhannya sudah mengalami peningkatan di laga  tersebut.
&amp;ldquo;Saya rasa ada peningkatan sejak laga kontra Man United. Hal  terpenting adalah intensitas seperti ini ada di benak para pemain. Kami  perlu memainkan sepakbola secara intens dan menekan sang lawan. Ketika  kami mendapatkan bola, kami mencoba untuk menuangkan ide-ide kami,&amp;rdquo; ucap  Conte, seperti disadur dari Football Italia, Jumat (26/7/2019).

&amp;ldquo;Saya harus menganggap diri saya senang dengan hasil ini, karena saya  punya tim berisi para pemain yang bekerja dengan sangat keras. Terlepas  dari itu, kami kalah dalam adu penalti dan kami selalu jengkel dengan  kekalahan, sekali pun ini hanya adu penalti dalam laga ujicoba,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Baca Juga: Juventus Menang atas Inter, Pjanic: Itu Selalu Indah
&amp;ldquo;Harus terasa sentimen, sebagai staf pelatih, pemain dan direktur.  Kekalahan harus membuat kami mengertakkan gigi kami karena marah. Saya  mulai melihat sekilas identitas dan cara kami bermain di lapangan. Kami  harus terus rendah hati dan berkerja keras. Masih banyak yang perlu  dikerjakan,&amp;rdquo; tutup pelatih berusia 49 tahun tersebut.</description><content:encoded>NANJING &amp;ndash; Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, nampaknya kesal betul karena klub asuhannya gagal menaklukkan Juventus ketika tampil dalam ajang pramusim International Champions Cup (ICC) 2019. Conte pun menilai masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki dalam performa Inter.
Sebagaimana diketahui, Inter harus menelan pil pahit ketika menghadapi Juve dalam ICC 2019 yang berlangsung di Nanjing Olympic Sports Center Gymnasium. Dalam laga itu, Inter sebenarnya bisa unggul lebih dahulu setelah bek anyar Juve, Matthijs de Ligt, melakukan gol bunuh diri di babak pertama.

Akan tetapi Inter gagal mempertahankan keunggulan mereka pada babak kedua. Juve berhasil menyamakan kedudukan melalui gol tendangan bebas Cristiano Ronaldo. Laga Inter vs Juve pun berlanjut ke babak adu penalti.
Baca Juga: Juventus Hanya Menang Adu Penalti atas Inter, Sarri Ngaku Salah
Pada babak adu penalti, Juve lebih beruntung ketimbang La Beneamata &amp;ndash;julukan Inter. Juve pun berhasil menyudahi pertandingan kontra Inter dengan kemenangan. Kekalahan ini pun jadi yang kedua kalinya untuk Inter, mengingat pada laga sebelumnya mereka juga takluk dari Manchester United.Kekalahan Inter dari Juve tersebut pun mendapatkan respons negatif  dari Conte. Mantan pelatih Chelsea tersebut mengaku kesal dengan hasil  akhir laga kontra melawan Juve. Meski, Conte sendiri mengakui bahwa  performa anak-anak asuhannya sudah mengalami peningkatan di laga  tersebut.
&amp;ldquo;Saya rasa ada peningkatan sejak laga kontra Man United. Hal  terpenting adalah intensitas seperti ini ada di benak para pemain. Kami  perlu memainkan sepakbola secara intens dan menekan sang lawan. Ketika  kami mendapatkan bola, kami mencoba untuk menuangkan ide-ide kami,&amp;rdquo; ucap  Conte, seperti disadur dari Football Italia, Jumat (26/7/2019).

&amp;ldquo;Saya harus menganggap diri saya senang dengan hasil ini, karena saya  punya tim berisi para pemain yang bekerja dengan sangat keras. Terlepas  dari itu, kami kalah dalam adu penalti dan kami selalu jengkel dengan  kekalahan, sekali pun ini hanya adu penalti dalam laga ujicoba,&amp;rdquo;  lanjutnya.
Baca Juga: Juventus Menang atas Inter, Pjanic: Itu Selalu Indah
&amp;ldquo;Harus terasa sentimen, sebagai staf pelatih, pemain dan direktur.  Kekalahan harus membuat kami mengertakkan gigi kami karena marah. Saya  mulai melihat sekilas identitas dan cara kami bermain di lapangan. Kami  harus terus rendah hati dan berkerja keras. Masih banyak yang perlu  dikerjakan,&amp;rdquo; tutup pelatih berusia 49 tahun tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
