<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>De Ligt Belum Pikirkan Jadi Legenda Juventus</title><description>Matthijs de Ligt masih belum pikirkan kelanjutan kariernya di Juventus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus"/><item><title>De Ligt Belum Pikirkan Jadi Legenda Juventus</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 22:08 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus-ixIn1koGI6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Matthijs de Ligt (Foto: Media Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/47/2084080/de-ligt-belum-pikirkan-jadi-legenda-juventus-ixIn1koGI6.jpg</image><title>Matthijs de Ligt (Foto: Media Juventus)</title></images><description>STOCKHOLM &amp;ndash; Juventus merupakan klub yang dikenal selalu memiliki barisan bek tangguh dari masa ke masa. Tradisi tersebut, nyatanya masih terus bertahan hingga saat ini, utamanya setelah Juve berhasil mendaratkan bek muda potensial, Matthijs de Ligt.
Sebelum De Ligt datang, Juve sebenarnya sudah memiliki duet bek elit dunia di jantung pertahanan mereka dalam diri Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Akan tetapi, manajemen Juve sadar bahwa kedua pemain tersebut sudah tidak muda lagi dan perlu adanya regenerasi.
Baca juga: Minta Pindah, Rugani Menyesal Tolak Pinangan Chelsea Musim Lalu?

Maka dari itu, kehadiran De Ligt digadang-gadang untuk menjadi suksesor Chiellini dan Bonucci yang telah menjadi tulang punggung Juve dalam satu dekade terakhir. Selain De Ligt, manajemen Juve juga menyiapkan Merih Demiral dan Daniele Rugani sebagai suksesor.
Kendati demikian, De Ligt sendiri nyatanya belum berpikiran hingga sejauh itu. Saat ini ia hanya fokus untuk meningkatkan kualitas diri supaya bisa tampil secara reguler. Karena ia sadar bahwa bukan hal yang mudah untuk menjadi starter di Juve.

&amp;ldquo;Saya baru saja tiba di Juventus, jadi saya tidak memikirkan soal  menjadi legenda klub dan raksasa. Jelas, saya tahu ada harapan besar  terhadap saya, namun saya tidak memikirkannya. Saya mencoba untuk hidup  di saat ini, bekerja untuk meningkatkan diri setiap hari. Setelah itu,  kita akan melihat apa yang terjadi,&amp;rdquo; ujar De Ligt, mengutip dari  Football Italia, Jumat (26/7/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak tahu apakah kami (Juve) adalah unit pertahanan terbaik di  dunia. Kami memiliki pemain yang bagus, kami semua harus berjuang,  namun hanya dua yang akan bermain. Dan saya masih tidak tahu apakah kami  adalah grup (pertahanan) terbaik di dunia,&amp;rdquo; sambungnya.</description><content:encoded>STOCKHOLM &amp;ndash; Juventus merupakan klub yang dikenal selalu memiliki barisan bek tangguh dari masa ke masa. Tradisi tersebut, nyatanya masih terus bertahan hingga saat ini, utamanya setelah Juve berhasil mendaratkan bek muda potensial, Matthijs de Ligt.
Sebelum De Ligt datang, Juve sebenarnya sudah memiliki duet bek elit dunia di jantung pertahanan mereka dalam diri Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Akan tetapi, manajemen Juve sadar bahwa kedua pemain tersebut sudah tidak muda lagi dan perlu adanya regenerasi.
Baca juga: Minta Pindah, Rugani Menyesal Tolak Pinangan Chelsea Musim Lalu?

Maka dari itu, kehadiran De Ligt digadang-gadang untuk menjadi suksesor Chiellini dan Bonucci yang telah menjadi tulang punggung Juve dalam satu dekade terakhir. Selain De Ligt, manajemen Juve juga menyiapkan Merih Demiral dan Daniele Rugani sebagai suksesor.
Kendati demikian, De Ligt sendiri nyatanya belum berpikiran hingga sejauh itu. Saat ini ia hanya fokus untuk meningkatkan kualitas diri supaya bisa tampil secara reguler. Karena ia sadar bahwa bukan hal yang mudah untuk menjadi starter di Juve.

&amp;ldquo;Saya baru saja tiba di Juventus, jadi saya tidak memikirkan soal  menjadi legenda klub dan raksasa. Jelas, saya tahu ada harapan besar  terhadap saya, namun saya tidak memikirkannya. Saya mencoba untuk hidup  di saat ini, bekerja untuk meningkatkan diri setiap hari. Setelah itu,  kita akan melihat apa yang terjadi,&amp;rdquo; ujar De Ligt, mengutip dari  Football Italia, Jumat (26/7/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak tahu apakah kami (Juve) adalah unit pertahanan terbaik di  dunia. Kami memiliki pemain yang bagus, kami semua harus berjuang,  namun hanya dua yang akan bermain. Dan saya masih tidak tahu apakah kami  adalah grup (pertahanan) terbaik di dunia,&amp;rdquo; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
