<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Alasan Arsenal Tak Seharusnya Datangkan Zaha</title><description>Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Arsenal seharusnya tak merekrut Zaha.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha"/><item><title>3 Alasan Arsenal Tak Seharusnya Datangkan Zaha</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2019 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha-k23CtwCwcH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wilfried Zaha (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/03/45/2074260/3-alasan-arsenal-tak-seharusnya-datangkan-zaha-k23CtwCwcH.jpg</image><title>Wilfried Zaha (Foto: AFP)</title></images><description>MESKI hanya bermain untuk Crystal Palace, namun Wilfried Zaha telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Inggris. Tak ayal, kondisi tersebut membuat sejumlah klub besar menaruh perhatian padanya. Terlebih lagi, Zaha memang menginginkan hengkang musim panas ini untuk bergabung dengan klub yang lebih besar.
Di antara sejumlah klub yang dikaitkan dengan Zaha, terdapat nama Arsenal yang dilaporkan telah mengajukan tawaran sebesar 40 juta pounds untuk penyerang Pantai Gading itu. Akan tetapi, sejumlah pihak justru menilai kalau langkah Arsenal mendatangkan Zaha adalah suatu kesalahan. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Arsenal seharusnya tak merekrut Zaha.
3. Arsenal Tidak Butuh Tambahan Penyerang

Sebagai seorang penyerang, Zaha memang memiliki potensi yang luar biasa. Pada musim kompetisi Liga Inggris 2018-2019, Zaha mampu mencetak 10 gol dan 10 assist. Selain itu, Zaha juga bisa ditempatkan di posisi mana pun di lini depan, baik itu sebagai winger kanan, winger kiri, ataupun ujung tombak.
Kendati demikian, Arsenal sebenarnya tidak membutuhkan tambahan penyerang. Karena, sekarang Arsenal sudah punya barisan penyerang yang mematikan, di mana terdapat Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Pada gelarang Liga Inggris musim lalu, Arsenal berhasil mencetak 73 gol. Jumlah tersebut lebih banyak dari milik Chelsea dan Tottenham Hotspur yang finis di atas mereka.
Ketimbang mendatangkan penyerang baru, tentunya akan lebih bijak jika Arsenal memperbaiki lini pertahanan mereka yang rapuh. Karena, meskipun musim lalu Arsenal mampu mencetak banyak gol, namun jumlah kebobolan mereka juga tidak kalah banyak.
2. Menghambat Perkembangan Reiss Nelson

Pada musim 2019-2020 Arsenal sejatinya akan diperkuat oleh Reiss  Nelson, penyerang muda mereka yang musim lalu dipinjamkan ke Hoffenheim.  Jika dibandingkan dengan Zaha, Nelson bisa dibilang memang kurang  berpengalaman. Kendati begitu, secara potensi, Nelson bisa saja menjadi  pemain andalan Arsenal di masa depan.
Nelson sejatinya telah unjuk gigi saat membela Timnas Inggris U-21.  Dengan bimbingan yang tepat dari pelatih dan para seniornya di Arsenal  serta mendapat kesempatan untuk bertanding, bukan tak mungkin Nelson  akan lebih mengembangkan potensinya. Akan tetapi, hal itu jelas takkan  terjadi jika Arsenal merekrut Zaha lantaran kedua pemain bermain di  posisi yang sama.
1. Potensi Menumbalkan Aubameyang

Merekrut Zaha sejatinya bukan hal yang mudah bagi Arsenal. Karena   mereka membutuhkn dana besar untuk melakukannya. Disinyalir bahwa Palace   baru akan bersedia menjual Zaha di harga 50 juta pounds. Sementara  itu,  Arsenal di musim panas ini hanya memiliki dana belanja sebesar  40-50  juta pounds lantaran mereka gagal main di Liga Champions musim  depan.
Dengan kata lain, jika Arsenal ingin mendatangkan Zaha, maka mereka   harus menumbalkan salah satu pemain bintangnya. Adapun salah satu yang   memiliki potensi untuk dijual adalah Aubameyang. Pasalnya, penyerang   asal Gabon itu adalah pemain Arsenal yang memiliki cukup banyak peminat   saat ini. Terlebih lagi dengan statusnya sebagai top skor Liga Inggris   2018-2019.
Melepas Aubameyang untuk menggantinya dengan Zaha sejatinya adalah   sebuah perjudian. Di satu sisi, Arsenal bisa saja untung karena Zaha   lebih muda, sedangkan Aubameyang sudah 30 tahun. Di sisi lain,   Aubameyang sudah menyatu dengan gaya bermain Arsenal dan terbukti bisa   menjadi mesisn gol yang mematikan meski sudah 30 tahun. Sedangkan bagi   Zaha, tentunya ia harus beradaptasi dengan gaya main Arsenal.
</description><content:encoded>MESKI hanya bermain untuk Crystal Palace, namun Wilfried Zaha telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Inggris. Tak ayal, kondisi tersebut membuat sejumlah klub besar menaruh perhatian padanya. Terlebih lagi, Zaha memang menginginkan hengkang musim panas ini untuk bergabung dengan klub yang lebih besar.
Di antara sejumlah klub yang dikaitkan dengan Zaha, terdapat nama Arsenal yang dilaporkan telah mengajukan tawaran sebesar 40 juta pounds untuk penyerang Pantai Gading itu. Akan tetapi, sejumlah pihak justru menilai kalau langkah Arsenal mendatangkan Zaha adalah suatu kesalahan. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Arsenal seharusnya tak merekrut Zaha.
3. Arsenal Tidak Butuh Tambahan Penyerang

Sebagai seorang penyerang, Zaha memang memiliki potensi yang luar biasa. Pada musim kompetisi Liga Inggris 2018-2019, Zaha mampu mencetak 10 gol dan 10 assist. Selain itu, Zaha juga bisa ditempatkan di posisi mana pun di lini depan, baik itu sebagai winger kanan, winger kiri, ataupun ujung tombak.
Kendati demikian, Arsenal sebenarnya tidak membutuhkan tambahan penyerang. Karena, sekarang Arsenal sudah punya barisan penyerang yang mematikan, di mana terdapat Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette. Pada gelarang Liga Inggris musim lalu, Arsenal berhasil mencetak 73 gol. Jumlah tersebut lebih banyak dari milik Chelsea dan Tottenham Hotspur yang finis di atas mereka.
Ketimbang mendatangkan penyerang baru, tentunya akan lebih bijak jika Arsenal memperbaiki lini pertahanan mereka yang rapuh. Karena, meskipun musim lalu Arsenal mampu mencetak banyak gol, namun jumlah kebobolan mereka juga tidak kalah banyak.
2. Menghambat Perkembangan Reiss Nelson

Pada musim 2019-2020 Arsenal sejatinya akan diperkuat oleh Reiss  Nelson, penyerang muda mereka yang musim lalu dipinjamkan ke Hoffenheim.  Jika dibandingkan dengan Zaha, Nelson bisa dibilang memang kurang  berpengalaman. Kendati begitu, secara potensi, Nelson bisa saja menjadi  pemain andalan Arsenal di masa depan.
Nelson sejatinya telah unjuk gigi saat membela Timnas Inggris U-21.  Dengan bimbingan yang tepat dari pelatih dan para seniornya di Arsenal  serta mendapat kesempatan untuk bertanding, bukan tak mungkin Nelson  akan lebih mengembangkan potensinya. Akan tetapi, hal itu jelas takkan  terjadi jika Arsenal merekrut Zaha lantaran kedua pemain bermain di  posisi yang sama.
1. Potensi Menumbalkan Aubameyang

Merekrut Zaha sejatinya bukan hal yang mudah bagi Arsenal. Karena   mereka membutuhkn dana besar untuk melakukannya. Disinyalir bahwa Palace   baru akan bersedia menjual Zaha di harga 50 juta pounds. Sementara  itu,  Arsenal di musim panas ini hanya memiliki dana belanja sebesar  40-50  juta pounds lantaran mereka gagal main di Liga Champions musim  depan.
Dengan kata lain, jika Arsenal ingin mendatangkan Zaha, maka mereka   harus menumbalkan salah satu pemain bintangnya. Adapun salah satu yang   memiliki potensi untuk dijual adalah Aubameyang. Pasalnya, penyerang   asal Gabon itu adalah pemain Arsenal yang memiliki cukup banyak peminat   saat ini. Terlebih lagi dengan statusnya sebagai top skor Liga Inggris   2018-2019.
Melepas Aubameyang untuk menggantinya dengan Zaha sejatinya adalah   sebuah perjudian. Di satu sisi, Arsenal bisa saja untung karena Zaha   lebih muda, sedangkan Aubameyang sudah 30 tahun. Di sisi lain,   Aubameyang sudah menyatu dengan gaya bermain Arsenal dan terbukti bisa   menjadi mesisn gol yang mematikan meski sudah 30 tahun. Sedangkan bagi   Zaha, tentunya ia harus beradaptasi dengan gaya main Arsenal.
</content:encoded></item></channel></rss>
