<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>La Masia yang Tak Lagi Hebat Produksi Pemain untuk Barcelona</title><description>La Masia tak lagi piawai menelurkan pemain-pemain hebat untuk Barcelona.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona"/><item><title>La Masia yang Tak Lagi Hebat Produksi Pemain untuk Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona</guid><pubDate>Kamis 27 Juni 2019 16:20 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona-7eBRwU0Vf3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tampak dari luar kompleks La Masia. (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/27/46/2071677/la-masia-yang-tak-lagi-hebat-produksi-pemain-untuk-barcelona-7eBRwU0Vf3.jpg</image><title>Tampak dari luar kompleks La Masia. (Foto: Wikipedia)</title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; La Masia sempat dikenal sebagai kawah candradimuka bagi pemain-pemain muda untuk tumbuh menjadi pesepakbola berbakat. Banyak dari jebolan akademi La Masia yang muncul menjadi andalan Barcelona.
Sebut saja Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Victor Valves dan tentu yang paling kondang: Lionel Messi! Akademi yang diprakarsai oleh legenda sepakbola asal Belanda, Johan Cruyff, itu memiliki filosofi yang jelas.

(Pique (kedua dari kiri atas) dan Fabregas (paling kiri bawah) saat membela tim akademi La Masia)
Kurikulum atau gaya permainan mereka diseragamkan dengan tim senior. Karena itu, para pemain muda takkan kaget jika suatu hari nanti dipromosikan ke tim senior Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, La Masia tak bisa memproduksi pemain top yang dapat mendongkrak prestasi Barcelona.
Bisa dibilang, Sergi Roberto adalah jebolan akademi La Masia terakhir yang kini menjadi pemain andalan Barcelona. Bahkan, Roberto pun sudah cukup lama dipromosikan ke tim senior Barcelona, tepatnya pada 2013.
BACA JUGA: PSG Berharap Neymar Tak Hengkang ke Barcelona
Hal itu berarti, enam tahun sudah, tidak ada pemain akademi La Masia yang menjadi pemain reguler di tim senior Barcelona. Sebenarnya sempat ada nama Carles Alena, namun yang bersangkutan kalah bersaing dengan gelandang-gelandang asing seperti Arthur dan sang senior, Busquets untuk memperebutkan posisi gelandang tengah.Ada yang salah dalam pembinaan La Masia? Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu disinyalir salah dalam menerapkan program La Masia 360. Sebenarnya, proyek yang dijanjikan Bartomeu sangatlah baik.
Hanya saja, Bartomeu memercayakan proyek pengembangan tersebut kepada orang yang salah. Direktur La Masia, Pep Segura, mengaku kesal dengan kinerja Alberto Soler yang tidak becus menjalankan proyek di atas.

(Sergi Roberto dipromosikan pada 2013)
Akibatnya, fasilitas yang awalnya dijanjikan kepada pemain, kini justu menjadi kantor. Hal itu karena fasilitas yang dibuat tidak tepat guna. Ditambah lagi karena pembangunan beberapa ruang kantor, para pemain tak lagi memiliki asrama (tempat tinggal).
Karena itu, Bartomeu mesti tanggap. Jika tidak, Barcelona akan semakin kesulitan mencari pemain-pemain berkualitas yang dapat mereka manfaatkan tenaganya di masa depan.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; La Masia sempat dikenal sebagai kawah candradimuka bagi pemain-pemain muda untuk tumbuh menjadi pesepakbola berbakat. Banyak dari jebolan akademi La Masia yang muncul menjadi andalan Barcelona.
Sebut saja Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Sergio Busquets, Victor Valves dan tentu yang paling kondang: Lionel Messi! Akademi yang diprakarsai oleh legenda sepakbola asal Belanda, Johan Cruyff, itu memiliki filosofi yang jelas.

(Pique (kedua dari kiri atas) dan Fabregas (paling kiri bawah) saat membela tim akademi La Masia)
Kurikulum atau gaya permainan mereka diseragamkan dengan tim senior. Karena itu, para pemain muda takkan kaget jika suatu hari nanti dipromosikan ke tim senior Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, La Masia tak bisa memproduksi pemain top yang dapat mendongkrak prestasi Barcelona.
Bisa dibilang, Sergi Roberto adalah jebolan akademi La Masia terakhir yang kini menjadi pemain andalan Barcelona. Bahkan, Roberto pun sudah cukup lama dipromosikan ke tim senior Barcelona, tepatnya pada 2013.
BACA JUGA: PSG Berharap Neymar Tak Hengkang ke Barcelona
Hal itu berarti, enam tahun sudah, tidak ada pemain akademi La Masia yang menjadi pemain reguler di tim senior Barcelona. Sebenarnya sempat ada nama Carles Alena, namun yang bersangkutan kalah bersaing dengan gelandang-gelandang asing seperti Arthur dan sang senior, Busquets untuk memperebutkan posisi gelandang tengah.Ada yang salah dalam pembinaan La Masia? Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu disinyalir salah dalam menerapkan program La Masia 360. Sebenarnya, proyek yang dijanjikan Bartomeu sangatlah baik.
Hanya saja, Bartomeu memercayakan proyek pengembangan tersebut kepada orang yang salah. Direktur La Masia, Pep Segura, mengaku kesal dengan kinerja Alberto Soler yang tidak becus menjalankan proyek di atas.

(Sergi Roberto dipromosikan pada 2013)
Akibatnya, fasilitas yang awalnya dijanjikan kepada pemain, kini justu menjadi kantor. Hal itu karena fasilitas yang dibuat tidak tepat guna. Ditambah lagi karena pembangunan beberapa ruang kantor, para pemain tak lagi memiliki asrama (tempat tinggal).
Karena itu, Bartomeu mesti tanggap. Jika tidak, Barcelona akan semakin kesulitan mencari pemain-pemain berkualitas yang dapat mereka manfaatkan tenaganya di masa depan.</content:encoded></item></channel></rss>
