<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Penyebab Messi Sulit Bersinar Bersama Timnas Argentina</title><description>Berikut ini adalah tiga penyebab Messi sulit bersinar bersama Timnas Argentina.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina"/><item><title>3 Penyebab Messi Sulit Bersinar Bersama Timnas Argentina</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2019 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina-gSCcFVY13u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lionel Messi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/26/51/2071291/3-penyebab-messi-sulit-bersinar-bersama-timnas-argentina-gSCcFVY13u.jpg</image><title>Lionel Messi (Foto: Reuters)</title></images><description>LIONEL Messi merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarh. Tercatat, berbagai gelar juara dan penghargaan bergengsi telah diraihnya, dari mulai gelar juara Liga Champions, Piala Super Eropa, Sepatu Emas Eropa, hingga trofi Ballon d&amp;rsquo; Or.
Kendati demikian, performa apik dan prestasi Messi tersebut hanya ia raih di level klub. Sedangkan saat membela Timnas Argentina, pemain berjuluk La Pulga itu belum sekalipun mempersembahkan trofi bergengsi. Berikut ini adalah tiga penyebab Messi sulit bersinar bersama Timnas Argentina.
3. Kualitas Pemain yang Lebih Rendah

Berbeda dengan di Barcelona, saat membela Timnas Argentina, Messi bisa dibilang tidak memiliki rekan-rekan dengan kualitas terbaik. Meski tidak dimungkiri lini serang Argentina dihuni oleh para striker dengan nama besar seperti Gonzalo Higuain, Diego Milito, Carlos Tevez, hinnga Angel Di Maria, namun tak ada pemain dari lini tengah yang mampu benar-benar menjadi penopang.
Begitu pun yang terjadi dengan sektor pertahanan dan penjaga gawang Argentina yang tak pernah diisi dengan nama-nama pemain jempolan di era Messi. Jika dibandingkan dengan rekan-rekannya di Barca, kualitas para pemain Argentina bisa dibilang berada di level yang lebih rendah.
2. Kurangnya Stabilitas di Ruang Ganti

Meski dianggap sebagai salah satu negara sepakbola terkuat, namun  Timnas Argentina nyatanya tidak memiliki stabilitas di ruang ganti. Hal  itu terbukti dari seringnya mereka melakukan pergantian pelatih. Messi  sejatinya sudah 14 tahun membela Timnas Senior Argentina. Dalam kurun  waktu tersebut, ia telah dilatih oleh setidaknya sembilan orang yang  berbeda.
Setiap pelatih yang menangani Timnas Argentina tentunya memiliki  filosofi dan gaya main mereka sendiri. Tak ayal, kondisi tersebut  membuat Timnas Argentina harus berganti-ganti cara main setiap kali  ditangani pelatih yang berbeda. Jika dibandingkan dengan negara lain,  Timnas Argentina boleh dibilang tak memiliki gaya bermain yang identik.

1. Terlalu Banyak Ekspektasi untuk Messi

Berstatus sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia dalam sejarah   membuat Lionel Messi dibebani ekspektasi besar untuk membawa Timnas   Argentina berjaya. Pada awal kemunculannya, Messi bahkan digadang-gadang   untuk menjadi The Next Maradona, karena bakat sepakbolanya yang luar   biasa. Kondisi itu juga membuat Messi diharapkan membuat Argentina   menjadi juara Piala Dunia, seperti yang dilakukan Maradona.
Akan tetapi, berbagai ekspektasi besar yang dilimpahkan kepada Messi   tersebut justru membuat La Pulga berada dalam tekanan. Pasalnya, jika   Argentina tampil buruk atau gagal menjuarai turnamen, maka Messi menjadi   sosok yang paling disalahkan. Hal itu pada akhirnya membuat Messi tak   bisa bermain dengan perasaan bebas.</description><content:encoded>LIONEL Messi merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarh. Tercatat, berbagai gelar juara dan penghargaan bergengsi telah diraihnya, dari mulai gelar juara Liga Champions, Piala Super Eropa, Sepatu Emas Eropa, hingga trofi Ballon d&amp;rsquo; Or.
Kendati demikian, performa apik dan prestasi Messi tersebut hanya ia raih di level klub. Sedangkan saat membela Timnas Argentina, pemain berjuluk La Pulga itu belum sekalipun mempersembahkan trofi bergengsi. Berikut ini adalah tiga penyebab Messi sulit bersinar bersama Timnas Argentina.
3. Kualitas Pemain yang Lebih Rendah

Berbeda dengan di Barcelona, saat membela Timnas Argentina, Messi bisa dibilang tidak memiliki rekan-rekan dengan kualitas terbaik. Meski tidak dimungkiri lini serang Argentina dihuni oleh para striker dengan nama besar seperti Gonzalo Higuain, Diego Milito, Carlos Tevez, hinnga Angel Di Maria, namun tak ada pemain dari lini tengah yang mampu benar-benar menjadi penopang.
Begitu pun yang terjadi dengan sektor pertahanan dan penjaga gawang Argentina yang tak pernah diisi dengan nama-nama pemain jempolan di era Messi. Jika dibandingkan dengan rekan-rekannya di Barca, kualitas para pemain Argentina bisa dibilang berada di level yang lebih rendah.
2. Kurangnya Stabilitas di Ruang Ganti

Meski dianggap sebagai salah satu negara sepakbola terkuat, namun  Timnas Argentina nyatanya tidak memiliki stabilitas di ruang ganti. Hal  itu terbukti dari seringnya mereka melakukan pergantian pelatih. Messi  sejatinya sudah 14 tahun membela Timnas Senior Argentina. Dalam kurun  waktu tersebut, ia telah dilatih oleh setidaknya sembilan orang yang  berbeda.
Setiap pelatih yang menangani Timnas Argentina tentunya memiliki  filosofi dan gaya main mereka sendiri. Tak ayal, kondisi tersebut  membuat Timnas Argentina harus berganti-ganti cara main setiap kali  ditangani pelatih yang berbeda. Jika dibandingkan dengan negara lain,  Timnas Argentina boleh dibilang tak memiliki gaya bermain yang identik.

1. Terlalu Banyak Ekspektasi untuk Messi

Berstatus sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia dalam sejarah   membuat Lionel Messi dibebani ekspektasi besar untuk membawa Timnas   Argentina berjaya. Pada awal kemunculannya, Messi bahkan digadang-gadang   untuk menjadi The Next Maradona, karena bakat sepakbolanya yang luar   biasa. Kondisi itu juga membuat Messi diharapkan membuat Argentina   menjadi juara Piala Dunia, seperti yang dilakukan Maradona.
Akan tetapi, berbagai ekspektasi besar yang dilimpahkan kepada Messi   tersebut justru membuat La Pulga berada dalam tekanan. Pasalnya, jika   Argentina tampil buruk atau gagal menjuarai turnamen, maka Messi menjadi   sosok yang paling disalahkan. Hal itu pada akhirnya membuat Messi tak   bisa bermain dengan perasaan bebas.</content:encoded></item></channel></rss>
