<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal ke Perempatfinal, Jepang Petik Pelajaran di Copa America 2019</title><description>Moriyasu mengaku tak kecewa dengan kegagalan mereka melangkah ke perempatfinal Copa America 2019.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019"/><item><title>Gagal ke Perempatfinal, Jepang Petik Pelajaran di Copa America 2019</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2019 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019-WTf6wvTFDn.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Jepang (Foto: @jfa_en/Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/26/51/2070945/gagal-ke-perempatfinal-jepang-petik-pelajaran-di-copa-america-2019-WTf6wvTFDn.jfif</image><title>Timnas Jepang (Foto: @jfa_en/Twitter)</title></images><description>BELO HORIZONTE &amp;ndash; Pelatih Tim Nasional (Timnas) Jepang, Hajime Moriyasu, mengaku tak kecewa dengan kegagalan mereka melangkah ke perempatfinal Copa America 2019. Mereka bahkan pulang dengan kepala tegak sambil membawa pelajaran penting dari ajang se-Amerika Selatan tersebut.
Pada laga terakhir, Jepang sendiri berhasil menahan imbang Ekuador dengan skor 1-1. Mereka sukses duduk di posisi ketiga Grup C dengan raihan dua poin. Tetapi, poin tersebut belumlah cukup bagi mereka untuk lolos ke perempatfinal dengan status sebagai peringkat ketiga terbaik.
Baca juga Komentar Cavani Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Uruguay atas Cile
Dua tim yang berhak mendapatkan tiket tersebut adalah Peru dan Paraguay. Jepang sendiri sejatinya memiliki poin yang sama dengan Paraguay yakni dua angka. Tetapi Paraguay lebih unggul dalam selisih gol yang membuat Jepang harus memupuskan harapan menembus posisi delapan besar di Copa America 2019.

Meski begitu, tak ada kekecewaan dari Moriyasu. Ia mengaku justru bangga karena anak asuhnya bisa mendapat pelajaran. Apalagi pada turnamen ini, ia membawa sebagian besar para pemain U-23 yang akan diproyeksikan ke ajang Olimpiade tahun depan di Tokyo, Jepang.&amp;ldquo;Mereka sedang belajar untuk bersaing dengan lawan yang memiliki  level di atas. Para pemain kami perlu belajar sebanyak mungkin, dengan  kerendahan hati, menghormati lawan mereka dan memahami bahwa mereka  dapat mengembangkan sepakbola kami,&amp;rdquo; ungkap Moriyasu, mengutip dari The  National, Rabu (26/6/2019).

Pada perempatfinal, peringkat tiga terbaik yakni Peru dan Paraguay  akan menghadapi lawan-lawan tangguh. Peru akan bertemu Uruguay,  sementara Paraguay bersua tim tuan rumah, Brasil.</description><content:encoded>BELO HORIZONTE &amp;ndash; Pelatih Tim Nasional (Timnas) Jepang, Hajime Moriyasu, mengaku tak kecewa dengan kegagalan mereka melangkah ke perempatfinal Copa America 2019. Mereka bahkan pulang dengan kepala tegak sambil membawa pelajaran penting dari ajang se-Amerika Selatan tersebut.
Pada laga terakhir, Jepang sendiri berhasil menahan imbang Ekuador dengan skor 1-1. Mereka sukses duduk di posisi ketiga Grup C dengan raihan dua poin. Tetapi, poin tersebut belumlah cukup bagi mereka untuk lolos ke perempatfinal dengan status sebagai peringkat ketiga terbaik.
Baca juga Komentar Cavani Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Uruguay atas Cile
Dua tim yang berhak mendapatkan tiket tersebut adalah Peru dan Paraguay. Jepang sendiri sejatinya memiliki poin yang sama dengan Paraguay yakni dua angka. Tetapi Paraguay lebih unggul dalam selisih gol yang membuat Jepang harus memupuskan harapan menembus posisi delapan besar di Copa America 2019.

Meski begitu, tak ada kekecewaan dari Moriyasu. Ia mengaku justru bangga karena anak asuhnya bisa mendapat pelajaran. Apalagi pada turnamen ini, ia membawa sebagian besar para pemain U-23 yang akan diproyeksikan ke ajang Olimpiade tahun depan di Tokyo, Jepang.&amp;ldquo;Mereka sedang belajar untuk bersaing dengan lawan yang memiliki  level di atas. Para pemain kami perlu belajar sebanyak mungkin, dengan  kerendahan hati, menghormati lawan mereka dan memahami bahwa mereka  dapat mengembangkan sepakbola kami,&amp;rdquo; ungkap Moriyasu, mengutip dari The  National, Rabu (26/6/2019).

Pada perempatfinal, peringkat tiga terbaik yakni Peru dan Paraguay  akan menghadapi lawan-lawan tangguh. Peru akan bertemu Uruguay,  sementara Paraguay bersua tim tuan rumah, Brasil.</content:encoded></item></channel></rss>
