<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelatih Qatar Sesalkan Blunder Pemainnya</title><description>Timnas Qatar sadar kalah pengalaman di ajang Copa America 2019.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya"/><item><title>Pelatih Qatar Sesalkan Blunder Pemainnya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya</guid><pubDate>Senin 24 Juni 2019 18:51 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya-HWfeKyFw63.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Argentina vs Qatar (Foto: Media Timnas Argentina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/24/51/2070337/pelatih-qatar-sesalkan-blunder-pemainnya-HWfeKyFw63.jpg</image><title>Timnas Argentina vs Qatar (Foto: Media Timnas Argentina)</title></images><description>PORTO ALEGRE &amp;ndash; Meski berstatus sebagai tim undangan dalam gelaran Copa America 2019, namun Timnas Qatar punya ambisi besar untuk bisa melangkah jauh di turnamen tersebut. Kendati begitu, harus disayangkan karena Qatar hanya bisa tampil di fase grup.
Berstatus sebagai juara Piala Asia 2019, Qatar menjadi momok yang cukup diperhitungkan dalam gelaran kali ini. Akan tetapi, selama babak penyisihan Grup B, Qatar tercatat hanya bisa meraih satu poin saja dan berakhir sebagai juru kunci.
(Baca juga: Tekanan Publik Bikin Timnas Argentina seperti Sedang Perang)

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Timnas Qatar, Felix Sanchez, mengakui kalau timnya masih kurang pengalaman. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah kesalahan dan blunder yang dilakukan oleh para pemain Qatar. Pada laga perdana Grup B melawan Paraguay, pemain Qatar melakukan pelanggaran di menit keempat sehingga membuat mereka dihukum penalti.
Begitu pun yang terjadi ketika Qatar menghadapi Argentina di laga pamungkas Grup B. Pemain Qatar, Tarek Salman, gagal membuang bola yang ada di area pertahanan mereka dengan baik. Hal itu lekas dimanfaatkan oleh penyerang Argentina, Lautaro Martinez, menjadi gol.

Pada akhirnya, Qatar tumbang dengan skor 0-2 dari Argentina. Meski  hal itu membuat Sanchez kecewa, namun ia cukup senang karena timnya bisa  bertanding melawan para pemain top dunia, seperti Lionel Messi dan  Sergio Aguero.

&amp;ldquo;Kami membayarnya untuk pengalaman, dalam dua pertandingan kami  memulainya dengan kebobolan gol dari tindakan yang tidak perlu. Kami  memainkan tim hebat yang tahu mereka harus menang, mereka mengambil  kesempatan pertama dengan sangat baik. Itu kesalahan kami.</description><content:encoded>PORTO ALEGRE &amp;ndash; Meski berstatus sebagai tim undangan dalam gelaran Copa America 2019, namun Timnas Qatar punya ambisi besar untuk bisa melangkah jauh di turnamen tersebut. Kendati begitu, harus disayangkan karena Qatar hanya bisa tampil di fase grup.
Berstatus sebagai juara Piala Asia 2019, Qatar menjadi momok yang cukup diperhitungkan dalam gelaran kali ini. Akan tetapi, selama babak penyisihan Grup B, Qatar tercatat hanya bisa meraih satu poin saja dan berakhir sebagai juru kunci.
(Baca juga: Tekanan Publik Bikin Timnas Argentina seperti Sedang Perang)

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Timnas Qatar, Felix Sanchez, mengakui kalau timnya masih kurang pengalaman. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah kesalahan dan blunder yang dilakukan oleh para pemain Qatar. Pada laga perdana Grup B melawan Paraguay, pemain Qatar melakukan pelanggaran di menit keempat sehingga membuat mereka dihukum penalti.
Begitu pun yang terjadi ketika Qatar menghadapi Argentina di laga pamungkas Grup B. Pemain Qatar, Tarek Salman, gagal membuang bola yang ada di area pertahanan mereka dengan baik. Hal itu lekas dimanfaatkan oleh penyerang Argentina, Lautaro Martinez, menjadi gol.

Pada akhirnya, Qatar tumbang dengan skor 0-2 dari Argentina. Meski  hal itu membuat Sanchez kecewa, namun ia cukup senang karena timnya bisa  bertanding melawan para pemain top dunia, seperti Lionel Messi dan  Sergio Aguero.

&amp;ldquo;Kami membayarnya untuk pengalaman, dalam dua pertandingan kami  memulainya dengan kebobolan gol dari tindakan yang tidak perlu. Kami  memainkan tim hebat yang tahu mereka harus menang, mereka mengambil  kesempatan pertama dengan sangat baik. Itu kesalahan kami.</content:encoded></item></channel></rss>
