<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amukan George Weah Patahkan Hidung Pesepakbola Portugal </title><description>George Weah dihukum larangan bermain sebanyak enam pertandingan karena mematahkan hidung Jorge Costa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal"/><item><title>Amukan George Weah Patahkan Hidung Pesepakbola Portugal </title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal</guid><pubDate>Sabtu 22 Juni 2019 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal-BMYi6PoQbu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">George Weah saat masih membela AC Milan. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/22/51/2069502/amukan-george-weah-patahkan-hidung-pesepakbola-portugal-BMYi6PoQbu.jpg</image><title>George Weah saat masih membela AC Milan. (Foto: Getty Images)</title></images><description>PERILAKU rasisme di sepakbola memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tindakan tercela tersebut juga diterima George Weah saat membela AC Milan di laga Liga Champions 20 November 1996 menghadapi FC Porto di Estadio Do Dragao.
George Weah mengaku tidak lagi bisa menahan emosi karena Jorge Costa terus menghina warna kulitnya sepanjang pertandingan. Selama 90 menit, kedua pemain tersebut memang selalu berduel di lapangan hijau.

Pada satu momen, George Weah terlihat menunjuk-nunjuk wajah Jorge Costa ketika terjadi pelanggaran. Puncaknya, pemain asal Liberia itu menanduk Jorge Costa hingga hidungnya patah dan berdarah-darah di lorong stadion.
Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) sempat tutup mata atas pembelaan George Weah. Jorge Costa tidak dijatuhi hukuman apa pun, sementara George Weah dilarang bermain pada kompetisi level Eropa sebanyak enam pertandingan akibat ulahnya tersebut.UEFA beralasan, tidak ada keterangan saksi yang dapat memverifikasi pelanggaran tindakan rasisme yang diterima George Weah, termasuk dari rekan setimnya di AC Milan. Karena itu, Jorge Costa bisa melenggang bebas.
Jorge Costa juga membantah dengan keras tuduhan yang dialamatkan George Weah kepadanya. Pria berpaspor Portugal itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat dan menerima jahitan demi mencegah pendarahan yang lebih banyak.

George Weah akhirnya meminta maaf kepada Jorge Costa. Namun, permintaan maaf itu ditolak mentah-mentah oleh sang pesepakbola. Parahnya lagi, Jorge Costa harus menjalani operasi wajah demi memperbaiki hidungnya yang patah.
Operasi dan pemulihannya memakan waktu hingga tiga minggu. Jorge Costa yang masih kesal, sempat ingin membawa kasus tersebut ke pengadilan untuk menjerat George Weah. Namun, kasus itu tidak jadi dibawa ke ranah hukum dan George Weah hanya dilarang bermain enam pertandingan di kompetisi Eropa.</description><content:encoded>PERILAKU rasisme di sepakbola memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tindakan tercela tersebut juga diterima George Weah saat membela AC Milan di laga Liga Champions 20 November 1996 menghadapi FC Porto di Estadio Do Dragao.
George Weah mengaku tidak lagi bisa menahan emosi karena Jorge Costa terus menghina warna kulitnya sepanjang pertandingan. Selama 90 menit, kedua pemain tersebut memang selalu berduel di lapangan hijau.

Pada satu momen, George Weah terlihat menunjuk-nunjuk wajah Jorge Costa ketika terjadi pelanggaran. Puncaknya, pemain asal Liberia itu menanduk Jorge Costa hingga hidungnya patah dan berdarah-darah di lorong stadion.
Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) sempat tutup mata atas pembelaan George Weah. Jorge Costa tidak dijatuhi hukuman apa pun, sementara George Weah dilarang bermain pada kompetisi level Eropa sebanyak enam pertandingan akibat ulahnya tersebut.UEFA beralasan, tidak ada keterangan saksi yang dapat memverifikasi pelanggaran tindakan rasisme yang diterima George Weah, termasuk dari rekan setimnya di AC Milan. Karena itu, Jorge Costa bisa melenggang bebas.
Jorge Costa juga membantah dengan keras tuduhan yang dialamatkan George Weah kepadanya. Pria berpaspor Portugal itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat dan menerima jahitan demi mencegah pendarahan yang lebih banyak.

George Weah akhirnya meminta maaf kepada Jorge Costa. Namun, permintaan maaf itu ditolak mentah-mentah oleh sang pesepakbola. Parahnya lagi, Jorge Costa harus menjalani operasi wajah demi memperbaiki hidungnya yang patah.
Operasi dan pemulihannya memakan waktu hingga tiga minggu. Jorge Costa yang masih kesal, sempat ingin membawa kasus tersebut ke pengadilan untuk menjerat George Weah. Namun, kasus itu tidak jadi dibawa ke ranah hukum dan George Weah hanya dilarang bermain enam pertandingan di kompetisi Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
