<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hinaan Bek Inter kepada Juventus yang Tak Kunjung Juara Liga Champions</title><description>Skriniar melontarkan hinaan kepada Juventus yang dinilai takkan pernah lagi menjuarai Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions"/><item><title>Hinaan Bek Inter kepada Juventus yang Tak Kunjung Juara Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions</guid><pubDate>Sabtu 22 Juni 2019 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions-liGa7jyITC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Milan Skriniar ejek Juventus. (Foto: ESPN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/22/47/2069622/hinaan-bek-inter-kepada-juventus-yang-tak-kunjung-juara-liga-champions-liGa7jyITC.jpg</image><title>Milan Skriniar ejek Juventus. (Foto: ESPN)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Bek Inter Milan, Milan Skriniar, saat ini sedang menjalani liburan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Meski tengah lepas dari ingar&amp;ndash;bingar kesibukan olah bola, Skriniar masih saja membuat video yang memiliki hubungan dengan si kulit bulat.
Bersama dua orang rekannya, pemain asal Slovakia itu membuat video hinaan kepada Juventus. Eks bek Sampdoria itu mengeluarkan nyanyian yang berisikan Juventus takkan pernah lagi menjuarai Liga Champions.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;en&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;it&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Skriniar finir&amp;agrave; per diventare capitano per adorazione &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/cocomemai?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#cocomemai&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/uYmxsrBxZd&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/uYmxsrBxZd&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Daniele Mari (@marifcinter) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/marifcinter/status/1141991964117753861?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 21, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hinaan Skriniar kepada Juventus sangat beralasan. Bek berambut pirang itu dalam dua musim terakhir membela Inter yang notabene rival abadi Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus. Karena itu, Skriniar pun paham betul bahan ejekan apa yang layak dilayangkan kepada Juventus.
BACA JUGA: Presiden Napoli Prediksi Sarri Tak Sukses Bersama Juventus
Juventus memiliki sejarah yang kurang apik di final Liga Champions. Tercatat sepanjang sejarah berdirinya klub, La Vecchia Signora &amp;ndash;julukan lain Juventus&amp;ndash; sudah sembilan kali mentas di partai puncak kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.Namun, dari sembilan kesempatan itu, hanya dua di antaranya yang berujung dengan gelar juara. Bahkan dalam lima final terakhir (1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, 2014-2015 dan 2016-2017), Juventus selalu kalah!

(Juventus kalah 1-4 dari Madrid di final Liga Champions 2016-2017)
Karena itu pada musim panas 2018, Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo, pemain yang berpengalaman meraih lima trofi si Kuping Besar. Namun, Ronaldo tidak memberikan hasil instan kepada Juventus, yang mana tim asuhan Massimiliano Allegri tersingkir di babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019.
Menarik menanti kiprah Juventus di Liga Champions 2019-2020. Uniknya di saat membutuhkan trofi prestisius, Juventus justru menunjuk pelatih yang minim pengalaman tampil di Liga Champions, Maurizio Sarri.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Bek Inter Milan, Milan Skriniar, saat ini sedang menjalani liburan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Meski tengah lepas dari ingar&amp;ndash;bingar kesibukan olah bola, Skriniar masih saja membuat video yang memiliki hubungan dengan si kulit bulat.
Bersama dua orang rekannya, pemain asal Slovakia itu membuat video hinaan kepada Juventus. Eks bek Sampdoria itu mengeluarkan nyanyian yang berisikan Juventus takkan pernah lagi menjuarai Liga Champions.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot; data-lang=&quot;en&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;it&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Skriniar finir&amp;agrave; per diventare capitano per adorazione &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/cocomemai?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#cocomemai&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/uYmxsrBxZd&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/uYmxsrBxZd&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Daniele Mari (@marifcinter) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/marifcinter/status/1141991964117753861?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;June 21, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt;
&amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Hinaan Skriniar kepada Juventus sangat beralasan. Bek berambut pirang itu dalam dua musim terakhir membela Inter yang notabene rival abadi Bianconeri &amp;ndash;julukan Juventus. Karena itu, Skriniar pun paham betul bahan ejekan apa yang layak dilayangkan kepada Juventus.
BACA JUGA: Presiden Napoli Prediksi Sarri Tak Sukses Bersama Juventus
Juventus memiliki sejarah yang kurang apik di final Liga Champions. Tercatat sepanjang sejarah berdirinya klub, La Vecchia Signora &amp;ndash;julukan lain Juventus&amp;ndash; sudah sembilan kali mentas di partai puncak kompetisi antarklub Eropa paling prestisius tersebut.Namun, dari sembilan kesempatan itu, hanya dua di antaranya yang berujung dengan gelar juara. Bahkan dalam lima final terakhir (1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, 2014-2015 dan 2016-2017), Juventus selalu kalah!

(Juventus kalah 1-4 dari Madrid di final Liga Champions 2016-2017)
Karena itu pada musim panas 2018, Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo, pemain yang berpengalaman meraih lima trofi si Kuping Besar. Namun, Ronaldo tidak memberikan hasil instan kepada Juventus, yang mana tim asuhan Massimiliano Allegri tersingkir di babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019.
Menarik menanti kiprah Juventus di Liga Champions 2019-2020. Uniknya di saat membutuhkan trofi prestisius, Juventus justru menunjuk pelatih yang minim pengalaman tampil di Liga Champions, Maurizio Sarri.</content:encoded></item></channel></rss>
