<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepergian Sarri ke Juventus Bukan karena Dipecat Chelsea</title><description>Maurizio Sarri keluar dari Chelsea karena keinginannya sendiri.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea"/><item><title>Kepergian Sarri ke Juventus Bukan karena Dipecat Chelsea</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea</guid><pubDate>Kamis 13 Juni 2019 02:36 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea-IPb9F874XJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maurizio Sarri (Foto: UEFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/13/51/2065871/kepergian-sarri-ke-juventus-bukan-karena-dipecat-chelsea-IPb9F874XJ.jpg</image><title>Maurizio Sarri (Foto: UEFA)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Maurizio Sarri telah semakin dekat menuju pintu keluar Chelsea dan kemudian bergabung dengan Juventus. Hal itu pada akhirnya menjadi sesuatu yang disayangkan oleh mantan penggawa Chelssea, Gustavo Poyet. Karena menurutnya Sarri adalah seorang pelatih hebat.
Poyet tidak memungkiri kalau selama semusim menangani Chelsea, Sarri mendapat banyak kritik. Baik itu karena performa Chelsea yang tidak konsisten maupun karena sikap Sarri yang keras kepala dalam pemilihan pemain dan taktik.
(Baca juga: Morata Konfirmasi Maurizio Sarri Tangani Juventus Musim Depan)

Kendati demikian, pada akhirnya Sarri sukses mengantarkan Chelsea menjuara Liga Eropa 2018-2019 dan finis di posisi tiga klasemen Liga Inggris. Menurut Poyet, hal itu patut diapresiasi. Poyet pribadi pun berharap agar Sarri bisa bertahan di Chelsea.
Meski begitu, Poyet sadar kalau keputusan tersebut tidak berada di tangannya, namun ada di Sarri. Ia menilai kepergian Sarri dari Chelsea bukan karena manajemen The Blues ingin mendepaknya, namun karena keputusan yang telah dibuat oleh pelatih asal Italia tersebut.

&amp;ldquo;Bagi saya, Sarri telah melakukannya dengan sangat baik. Saya tahu  kami berbicara di awal musim tentang gaya sepakbola, tentang Sarriball,  bla, bla, bla. Tetapi pada akhirnya, ia finis ketiga di belakang dua tim  terbaik di Liga Inggris, ia memenangkan Liga Eropa, dan berada di final  Piala Liga Inggris, yang mana mereka kalah dalam adu penalti. Jadi itu  tidak terlalu buruk,&amp;rdquo; beber Poyet, menukil dari Goal, Kamis (13/6/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak yakin apakah Chelsea yang ingin dia pergi, atau dia  sendiri yang ingin pergi. Tampak bagi saya bahwa dia sudah cukup banyak  dikritik untuk pekerjaan yang telah dia lakukan dan sebenarnya dia  adalah orang yang ingin pergi. Saya ingin Sarri bertahan. Melihat hasil  yang mereka miliki, saya pikir itu pilihan yang baik untuk memilikinya  selama satu tahun lagi. Tapi saya punya perasaan bahwa dialah yang ingin  mengakhirinya,&amp;rdquo; tandas Poyet.</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Maurizio Sarri telah semakin dekat menuju pintu keluar Chelsea dan kemudian bergabung dengan Juventus. Hal itu pada akhirnya menjadi sesuatu yang disayangkan oleh mantan penggawa Chelssea, Gustavo Poyet. Karena menurutnya Sarri adalah seorang pelatih hebat.
Poyet tidak memungkiri kalau selama semusim menangani Chelsea, Sarri mendapat banyak kritik. Baik itu karena performa Chelsea yang tidak konsisten maupun karena sikap Sarri yang keras kepala dalam pemilihan pemain dan taktik.
(Baca juga: Morata Konfirmasi Maurizio Sarri Tangani Juventus Musim Depan)

Kendati demikian, pada akhirnya Sarri sukses mengantarkan Chelsea menjuara Liga Eropa 2018-2019 dan finis di posisi tiga klasemen Liga Inggris. Menurut Poyet, hal itu patut diapresiasi. Poyet pribadi pun berharap agar Sarri bisa bertahan di Chelsea.
Meski begitu, Poyet sadar kalau keputusan tersebut tidak berada di tangannya, namun ada di Sarri. Ia menilai kepergian Sarri dari Chelsea bukan karena manajemen The Blues ingin mendepaknya, namun karena keputusan yang telah dibuat oleh pelatih asal Italia tersebut.

&amp;ldquo;Bagi saya, Sarri telah melakukannya dengan sangat baik. Saya tahu  kami berbicara di awal musim tentang gaya sepakbola, tentang Sarriball,  bla, bla, bla. Tetapi pada akhirnya, ia finis ketiga di belakang dua tim  terbaik di Liga Inggris, ia memenangkan Liga Eropa, dan berada di final  Piala Liga Inggris, yang mana mereka kalah dalam adu penalti. Jadi itu  tidak terlalu buruk,&amp;rdquo; beber Poyet, menukil dari Goal, Kamis (13/6/2019).

&amp;ldquo;Saya tidak yakin apakah Chelsea yang ingin dia pergi, atau dia  sendiri yang ingin pergi. Tampak bagi saya bahwa dia sudah cukup banyak  dikritik untuk pekerjaan yang telah dia lakukan dan sebenarnya dia  adalah orang yang ingin pergi. Saya ingin Sarri bertahan. Melihat hasil  yang mereka miliki, saya pikir itu pilihan yang baik untuk memilikinya  selama satu tahun lagi. Tapi saya punya perasaan bahwa dialah yang ingin  mengakhirinya,&amp;rdquo; tandas Poyet.</content:encoded></item></channel></rss>
