<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepemimpinan Bukan Keahlian Pogba</title><description>Louis Saha memberikan pembelaan kepada Paul Pogba yang selalu disalahkan di Man United.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/05/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/05/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba"/><item><title>Kepemimpinan Bukan Keahlian Pogba</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/05/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/05/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba</guid><pubDate>Rabu 05 Juni 2019 01:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/04/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba-tMs9DFXaKd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paul Pogba dan Romelu Lukaku (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/04/45/2063735/kepemimpinan-bukan-keahlian-pogba-tMs9DFXaKd.jpg</image><title>Paul Pogba dan Romelu Lukaku (Foto: Reuters)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Gelandang Manchester United, Paul Pogba, kerap menjadi sosok yang paling disalahkan jika timnya tersebut tidak meraih hasil bagus dalam pertandingan. Menurut mantan striker Man United, Louis Saha, itu bukanlah hal yang bijak jika menyalahkan segala sesuatunya hanya kepada satu pemain saja.
Selain itu, Saha pun tidak senang dengan perlakuan orang-orang terhadap Pogba. Pasalnya, Pogba selalu dituntut untuk bisa menjadi pemimpin di Man United. Padahal, menurut Saha, kepemimpinan bukanlah keahlian Pogba. Karena Pogba direkrut Man United untuk memperbaiki kualitas lini tengah, bukan untuk mengemban tugas sebagai pemimpin.
(Baca juga: Van Gaal: Ed Woodward Tak Paham Sepakbola)

&amp;ldquo;Saya benar-benar penggemar berat Paul. Anda menargetkan kepemimpinan untuk pemain terbaik di tim dan Paul jelas merupakan salah satu dari mereka, jadi tekanan selalu ada pada dirinya. Tetapi, tidak adil baginya untuk memiliki beban ini sepanjang waktu,&amp;rdquo; ungkap Saha, menukil dari Sport Bible, Rabu (5/6/2019).
&amp;ldquo;Tim tidak dibangun dengan adanya pemimpin di sekelilingnya - dan mungkin itu (kepemimpinan) bukan kualitas terbaiknya. Tentu saja, dia membawa kualitas khusus karena dia dapat melakukan hal-hal khusus, namun saya tidak berpikir kepemimpinan adalah kekuatannya. Jadi, mari kita cari orang yang tepat,&amp;rdquo; lanjutnya.
&quot;Itulah tujuan Pogba dibeli (meningkatkan kualitas lini tengah) -  alih-alih menjadi seperti tipe Roy Keane atau orang lain yang dapat Anda  bandingkan. Ketika saya melihat apa yang terjadi dengan Paul, saya akan  mengatakan tidak adil untuk memintanya melakukan sesuatu yang tidak  wajar untuknya,&quot; tandas Saha.

Saat ini, Pogba santer dikabarkan tengah menuju pintu keluar Man  United. Juventus dan Real Madrid disebut menjadi dua klub yang paling  menginginkan jasa Pogba. Akan tetapi, jelas butuh dana besar untuk  menebus gelandang Prancis itu.
</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Gelandang Manchester United, Paul Pogba, kerap menjadi sosok yang paling disalahkan jika timnya tersebut tidak meraih hasil bagus dalam pertandingan. Menurut mantan striker Man United, Louis Saha, itu bukanlah hal yang bijak jika menyalahkan segala sesuatunya hanya kepada satu pemain saja.
Selain itu, Saha pun tidak senang dengan perlakuan orang-orang terhadap Pogba. Pasalnya, Pogba selalu dituntut untuk bisa menjadi pemimpin di Man United. Padahal, menurut Saha, kepemimpinan bukanlah keahlian Pogba. Karena Pogba direkrut Man United untuk memperbaiki kualitas lini tengah, bukan untuk mengemban tugas sebagai pemimpin.
(Baca juga: Van Gaal: Ed Woodward Tak Paham Sepakbola)

&amp;ldquo;Saya benar-benar penggemar berat Paul. Anda menargetkan kepemimpinan untuk pemain terbaik di tim dan Paul jelas merupakan salah satu dari mereka, jadi tekanan selalu ada pada dirinya. Tetapi, tidak adil baginya untuk memiliki beban ini sepanjang waktu,&amp;rdquo; ungkap Saha, menukil dari Sport Bible, Rabu (5/6/2019).
&amp;ldquo;Tim tidak dibangun dengan adanya pemimpin di sekelilingnya - dan mungkin itu (kepemimpinan) bukan kualitas terbaiknya. Tentu saja, dia membawa kualitas khusus karena dia dapat melakukan hal-hal khusus, namun saya tidak berpikir kepemimpinan adalah kekuatannya. Jadi, mari kita cari orang yang tepat,&amp;rdquo; lanjutnya.
&quot;Itulah tujuan Pogba dibeli (meningkatkan kualitas lini tengah) -  alih-alih menjadi seperti tipe Roy Keane atau orang lain yang dapat Anda  bandingkan. Ketika saya melihat apa yang terjadi dengan Paul, saya akan  mengatakan tidak adil untuk memintanya melakukan sesuatu yang tidak  wajar untuknya,&quot; tandas Saha.

Saat ini, Pogba santer dikabarkan tengah menuju pintu keluar Man  United. Juventus dan Real Madrid disebut menjadi dua klub yang paling  menginginkan jasa Pogba. Akan tetapi, jelas butuh dana besar untuk  menebus gelandang Prancis itu.
</content:encoded></item></channel></rss>
