<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbedaan Kepribadian De Jong dan De Ligt</title><description>Penampilan gemilang Ajax di musim kompetisi 2018-2019 tentunya tak bisa dilepaskan dari peran Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt"/><item><title>Perbedaan Kepribadian De Jong dan De Ligt</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt</guid><pubDate>Selasa 04 Juni 2019 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt-MTKF6Af5HP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/04/51/2063670/perbedaan-kepribadian-de-jong-dan-de-ligt-MTKF6Af5HP.jpg</image><title>Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong (Foto: AFP)</title></images><description>AMSTERDAM &amp;ndash; Penampilan gemilang Ajax Amsterdam di musim kompetisi 2018-2019 tentunya tak bisa dilepaskan dari peran krusial Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt. Tak ayal, kedua pemain tersebut pun kerap dibanding-bandingkan satu sama lain, utamanya karena usia mereka yang masih muda.
Menurut Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, De Jong dan De Ligt memiliki perbedaan kepribadian yang sangat besar. Untuk De Jong, Koeman menilai gelandang 22 tahun itu punya kepribadian yang riang. Itulah mengapa De Jong selalu terlihat tersenyum.
(Baca juga: Ronald Koeman Ogah Tangani Barcelona)

Sementara itu, De Ligt justru dinilai sebagai sosok yang lebih serius. Meski berusia lebih muda, yakni 19 tahun, namun De Ligt selalu fokus dalam latihan. Bahkan, tak sering pula De Ligt melakukan latihan tambahan. Mungkin, karena kepribadiannya itulah De Ligt didapuk sebagai kapten Ajax.
&amp;ldquo;Frenkie de Jong benar-benar anak yang baik, selalu tersenyum. Begitulah cara dia bermain sepakbola, itulah caranya dia berlatih. Terlepas dari level melawan siapa dia bermain, di mana pun dia berada, dia adalah dirinya sendiri. Anda juga melihat perbedaan antara De Ligt dan Frenkie. Matthijs sangat fokus pada pelatihan dan pelatihan tambahan,&amp;rdquo; terang Koeman, menukil dari Blaugranes, Selasa (4/6/2019).
Kepribadian De Ligt yang serius itu bahkan tercermin juga saat berada  di luar lapangan. Koeman pun menceritakan pengalamannya bersama De Ligt  di dalam taksi, yang mana sepanjang perjalanan bek berpaspor Belanda  itu selalu menanyakan hal-hal tentang sejarah sepakbola.

&amp;ldquo;Saya pernah naik taksi bersama Matthijs. Dia hanya bertanya: tentang  (Hristo) Stoichkov, Romario, dan (Michael) Laudrup, sebelumnya di  Barcelona. Siapa yang terbaik, siapa striker terbaik yang pernah Anda  lawan? Dia tahu banyak. Jika Anda bertanya kepada banyak generasi ini  tentang era sepakbola saya, tidak semua orang tahu itu lagi,&quot; beber  Koeman.
</description><content:encoded>AMSTERDAM &amp;ndash; Penampilan gemilang Ajax Amsterdam di musim kompetisi 2018-2019 tentunya tak bisa dilepaskan dari peran krusial Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt. Tak ayal, kedua pemain tersebut pun kerap dibanding-bandingkan satu sama lain, utamanya karena usia mereka yang masih muda.
Menurut Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, De Jong dan De Ligt memiliki perbedaan kepribadian yang sangat besar. Untuk De Jong, Koeman menilai gelandang 22 tahun itu punya kepribadian yang riang. Itulah mengapa De Jong selalu terlihat tersenyum.
(Baca juga: Ronald Koeman Ogah Tangani Barcelona)

Sementara itu, De Ligt justru dinilai sebagai sosok yang lebih serius. Meski berusia lebih muda, yakni 19 tahun, namun De Ligt selalu fokus dalam latihan. Bahkan, tak sering pula De Ligt melakukan latihan tambahan. Mungkin, karena kepribadiannya itulah De Ligt didapuk sebagai kapten Ajax.
&amp;ldquo;Frenkie de Jong benar-benar anak yang baik, selalu tersenyum. Begitulah cara dia bermain sepakbola, itulah caranya dia berlatih. Terlepas dari level melawan siapa dia bermain, di mana pun dia berada, dia adalah dirinya sendiri. Anda juga melihat perbedaan antara De Ligt dan Frenkie. Matthijs sangat fokus pada pelatihan dan pelatihan tambahan,&amp;rdquo; terang Koeman, menukil dari Blaugranes, Selasa (4/6/2019).
Kepribadian De Ligt yang serius itu bahkan tercermin juga saat berada  di luar lapangan. Koeman pun menceritakan pengalamannya bersama De Ligt  di dalam taksi, yang mana sepanjang perjalanan bek berpaspor Belanda  itu selalu menanyakan hal-hal tentang sejarah sepakbola.

&amp;ldquo;Saya pernah naik taksi bersama Matthijs. Dia hanya bertanya: tentang  (Hristo) Stoichkov, Romario, dan (Michael) Laudrup, sebelumnya di  Barcelona. Siapa yang terbaik, siapa striker terbaik yang pernah Anda  lawan? Dia tahu banyak. Jika Anda bertanya kepada banyak generasi ini  tentang era sepakbola saya, tidak semua orang tahu itu lagi,&quot; beber  Koeman.
</content:encoded></item></channel></rss>
