<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Van Gaal: Ed Woodward Tak Paham Sepakbola</title><description>Van Gaal menilai keterpurukan Man United saat ini disebabkan oleh Ed Woodward.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola"/><item><title>Van Gaal: Ed Woodward Tak Paham Sepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/06/04/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola</guid><pubDate>Selasa 04 Juni 2019 00:09 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/03/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola-JdsQVdegsC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Louis Van Gaal (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/03/45/2063460/van-gaal-ed-woodward-tak-paham-sepakbola-JdsQVdegsC.jpg</image><title>Louis Van Gaal (Foto: AFP)</title></images><description>AMSTERDAM &amp;ndash; Sebagai seorang manajer sepakbola, Louis van Gaal pernah mengalami kegagalan kala menangani Manchester United pada medio 2014-2016. Menurut Van Gaal, kegagalannya tersebut disebabkan oleh pihak manajemen Man United itu sendiri, yang disebutnya tidak memahami sepakbola.
Secara gamblang, Van Gaal menuding CEO Man United, Ed Woodward, sebagai sosok yang menyebabkan Setan Merah terpuruk. Pasalnya, Woodward tidak melakukan perekrutan yang tepat karena hanya memikirkan keuntungan komersil.
(Baca juga: Louis Saha: Kesuksesan Man United di Masa Ferguson Sulit Terulang)

Van Gaal pun membandingkan situasi yang dialaminya di Man United tersebut dengan klub-klub lain yang pernah ia bela, seperti di Bayern Munich dan Ajax Amsterdam. Ia menerangkan bahwa Bayern dan Ajax sering melakukan perekrutan dengan tepat karena pihak manajemen mereka memahami sepakbola.
&quot;Di Bayern, orang-orang yang bertanggung jawab adalah orang-orang sepakbola. Saya selalu menghargai itu. Di Manchester United, di sisi lain, Ed Woodward diangkat sebagai CEO - seseorang yang tidak memahami sepakbola yang sebelumnya merupakan bankir investasi,&amp;rdquo; beber Van Gaal, menukil dari RTE, Selasa (4/6/2019).
Lebih lanjut, Van Gaal pun mengungkit soal pemecatan dirinya yang  kemudian digantikan oleh Jose Mourinho. Menurutnya, hal itu juga  dilakukan Woodward berdasarkan keuntungan komersil. Pasalnya, Mourinho  adalah manajer yang telah memenangkan banyak trofi, dan itu akan semakin  mendongkrak nama Setan Merah. Padahal, secara taktik, gaya bertahan Mou  bertentangan dengan gaya main Man United selama ini.

&amp;ldquo;Tentunya bukan suatu hal yang baik ketika klub dijalankan  semata-mata dari sudut pandang yang didorong secara komersil. Menunjuk  Mourinho jelas menarik dari sudut pandang bisnis. Dia telah memenangkan  pertandingan,&amp;rdquo; tandas Van Gaal.
</description><content:encoded>AMSTERDAM &amp;ndash; Sebagai seorang manajer sepakbola, Louis van Gaal pernah mengalami kegagalan kala menangani Manchester United pada medio 2014-2016. Menurut Van Gaal, kegagalannya tersebut disebabkan oleh pihak manajemen Man United itu sendiri, yang disebutnya tidak memahami sepakbola.
Secara gamblang, Van Gaal menuding CEO Man United, Ed Woodward, sebagai sosok yang menyebabkan Setan Merah terpuruk. Pasalnya, Woodward tidak melakukan perekrutan yang tepat karena hanya memikirkan keuntungan komersil.
(Baca juga: Louis Saha: Kesuksesan Man United di Masa Ferguson Sulit Terulang)

Van Gaal pun membandingkan situasi yang dialaminya di Man United tersebut dengan klub-klub lain yang pernah ia bela, seperti di Bayern Munich dan Ajax Amsterdam. Ia menerangkan bahwa Bayern dan Ajax sering melakukan perekrutan dengan tepat karena pihak manajemen mereka memahami sepakbola.
&quot;Di Bayern, orang-orang yang bertanggung jawab adalah orang-orang sepakbola. Saya selalu menghargai itu. Di Manchester United, di sisi lain, Ed Woodward diangkat sebagai CEO - seseorang yang tidak memahami sepakbola yang sebelumnya merupakan bankir investasi,&amp;rdquo; beber Van Gaal, menukil dari RTE, Selasa (4/6/2019).
Lebih lanjut, Van Gaal pun mengungkit soal pemecatan dirinya yang  kemudian digantikan oleh Jose Mourinho. Menurutnya, hal itu juga  dilakukan Woodward berdasarkan keuntungan komersil. Pasalnya, Mourinho  adalah manajer yang telah memenangkan banyak trofi, dan itu akan semakin  mendongkrak nama Setan Merah. Padahal, secara taktik, gaya bertahan Mou  bertentangan dengan gaya main Man United selama ini.

&amp;ldquo;Tentunya bukan suatu hal yang baik ketika klub dijalankan  semata-mata dari sudut pandang yang didorong secara komersil. Menunjuk  Mourinho jelas menarik dari sudut pandang bisnis. Dia telah memenangkan  pertandingan,&amp;rdquo; tandas Van Gaal.
</content:encoded></item></channel></rss>
